Internasional

Otoritas Thailand: 6 Orang Terkait Teror Bom Pattani

Minggu, 1 Oktober 2017

My24hours.net, Thailand – Pihak otoritas Thailand mengatakan ada 6 orang terkait ledakan bom di Pattani, Distrik Sai Buri pada 22 September 2017.

Petugas forensik Thailand memeriksa sebuah daerah di dekat lubang yang disebabkan oleh ledakan bom yang menghancurkan mobil di provinsi Pattani (22/9/2017). Foto: The Nation

Komandan Satuan Tugas Pattani Mayjen Jatuporn Klampasut, dalam konferensi pers di kamp militer distrik Nong Chik tentang penyelidikan terhadap pengeboman tersebut, mengatakan seorang tersangka yang ditahan karena diinterogasi telah mengakui bahwa ada enam orang yang terlibat.

Diidentifikasi sebagai Mayusoh Mayadeng, tersangka mengklaim bahwa kelompok tersebut bertemu untuk merencanakan dan melatih serangan tersebut seminggu sebelum rencana pembunuhan tersebut dilakukan. Bom itu ditanam pada malam tanggal 21 September.

Menurut pernyataan yang diberikan Mayusoh kepada pihak berwenang, kelompok tersebut diduga dipimpin oleh Yakareeya Bango, yang diketahui aktif di distrik tersebut, kata Jenderal Jendral Jatuporn. Tiga orang bertanggung jawab untuk menangani bom tersebut sementara Mayusoh dan dua lainnya sebagai peninjau.

Mayusoh ditangkap oleh petugas keamanan di sebuah rumah di tambon (daerah pemerintahan lokal) Tabing pada tanggal 26 September sehubungan dengan pengeboman tersebut. Saat ditanya dia juga mengaku telah terlibat dalam kegiatan pemberontak Muslim sejak 2011.

Seperti yang dilansir Bangkok Post, Sabtu (30/9/2017), tersangka dibawa ke tiga lokasi untuk melakukan reka ulang kejahatan tersebut pada hari Jumat, termasuk tempat di tambon Kadunong dimana tim tersebut bertemu untuk melatih rencananya.

Ledakan dahsyat tersebut merobek menjadi dua sebuah kendaraan patroli yang membawa sembilan paskukan keamanan, menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya serta seorang warga sipil yang lewat.

Bom itu dikubur di bawah sebuah jalan di tambon Tabing tempat pekerjaan konstruksi sedang dilakukan. Bom tersebut meledak saat truk yang membawa sembilan anggota unit patroli yang tergabung dalam Gugus Tugas 44.

Setelah serangan bom tersebut, lebih dari 500 pejabat keamanan ditugaskan untuk mengumpulkan informasi intelijen dan melacak tersangka.[My24]

Kata kunci:
Penulis:

 
loading...