Nasional

Indonesia Tunjukkan Keberagaman Beragama kepada Raja Salman

Jumat, 3 Maret 2017

My24hours.net, Indonesia – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud terkesan dengan harmoni keberagaman beragama di Indonesia.

Presiden Jokowi dan Raja Salman dari Arab Saudi.
Presiden Jokowi dan Raja Salman dari Arab Saudi, Rabu (1/3/2017). Foto: tangkapan video Youtube

Keberagaman beragama di Indonesia tersebut kembali ditunjukkan kepada Raja Salman dengan mengundang 28 tokoh lintas agama untuk bertemu dengannya.

“Raja Salman antara lain memuji kehidupan beragama di Indonesia yang berdampingan antaragama dalam suasana yang damai. Itu bisa memperkuat nilai-nilai toleransi di antara masyarakat Indonesia,” kata Bey Machmudin, Kepala Biro Pers Media dan Informasi Setpres di depan gerbang Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Apresiasi juga disampaikan oleh Raja Salmansaat berdiskusi selama sekitar 45 menit dengan tokoh lintas agama tersebut di lantai 11 Hotel Raffles bersama Presiden Joko Widodo.

Menurut Bey, ke-28 tokoh lintas agama tersebut terdiri atas sembilan perwakilan dari agama Islam, empat orang dari agama Kristen Protestan, empat dari perwakilan agama Kristen Katolik, empat dari perwakilan agama Buddha, empat perwakilan agama Hindu dan tiga perwakilan agama Konghucu.

“Raja menyampaikan apresiasi dan juga kalau perlu dilakukan lebih sering pertemuan seperti ini antar lintas agama,” kata Bey. Sebelum melakukan diskusi, Raja Salman bersama Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Puan dan Menlu Retno melakukan jamuan teh selama sekitar 15 menit.

Sembilan tokoh dari agama Islam yang hadir yakni Din Syamsuddin, Azyumardi Azra, Kammarudin Amin, Alwi Shihab, Yenny Wahid, Abdul Mufti, Masyakuri Abdillah, Komaruddin Hidayat, dan Yudie Latief.

Dari agama Kristen Protestan diwakili oleh empat tokoh, yakni Henriette T. Hutabarat Lebang, Ronny Mandang, Jacob Nahuway dan Gomar Gultom.

Dari agama Katolik hadir Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C, Paskalis Bruno Syukur, O.F.M, dan Franz Magnis Suseno.

Tokoh dari agama Buddha yang hadir adalah Siti Hartati Tjakra Murdaya, Bhikkhu Sri Pannavaro, Suhadi Sanjaya, dan Arif Harsono.

Sedangkan tokoh dari agama Hindu adalah, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, I Ketut Parwata, Letjen TNI Purn Putu Soekreta Soeranta, dan I Made Gde Erata.

Tidak juga ketinggalan tokoh dari agama Konghucu yaitu Uung Sendana Linggaraja, Ws. Budi Santoso Tanuwibowo dan XS Djangrana.

Semua tokoh yang hadir dalam diskusi tersebut sepakat untuk memerangi radikalisme.[My24]


Kata kunci: