Gaya Hidup

5 Mitos Pernikahan yang dapat Merusak Hubungan

My24hours.net, Indonesia – Sering kali mitos pernikahan dapat membuat seseorang tidak memiliki hubungan terbaik dengan pasangannya.

Foto: shutterstock

Juga, mengingat banyaknya saran gratis yang tersedia di mana-mana, orang akhirnya membuat asumsi dan mitos pernikahan, yang justru berpotensi menyebabkan kerusakan hubungan yang tidak dapat diperbaiki.

Sebagian besar asumsi dan mitos itu berbahaya, sehingga dampaknya tidak diketahui sampai akhirnya sudah terlambat. Jadi, di sini akan disampaikan beberapa asumsi atau mitos yang berpotensi merusak pernikahan.

5 Mitos Pernikahan

1. Pernikahan adalah tentang kompromi

Banyak orang salah mengira bahwa penyesuaian adalah kompromi. Dan akhirnya mereka percaya bahwa pernikahan adalah tentang kompromi tentang identitas atau pilihan gaya hidup mereka. Tetapi untuk membuat pernikahan berhasil, suatu pasangan perlu melakukan penyesuaian, yang seharusnya tidak mengorbankan kebahagiaan atau harga diri mereka.

2. Pasti setiap saat saling mencintai

Ini adalah kenyataan pahit yang kebanyakan orang sulit menerimanya. Tidak selamanya di dalam pernikahan suatu pasangan akan selalu memiliki perasaan jatuh cinta yang sama saat mereka memulai hubungan. Ya, mungkin ada saatnya dalam pernikahan, Anda tidak jatuh cinta lagi dengan pasangan Anda. Namun bukan berarti itu adalah akhir dari hubungan Anda. Semua hubungan, termasuk pernikahan, berkembang seiring waktu. Demikian juga perasaan pasangan untuk satu sama lain. Jadi, ketika momen seperti itu tiba, itu berarti seseorang harus bekerja untuk menjaga pernikahannya tetap hidup, bukan justru langsung mengakhirinya.

3. Hanya pasangan yang tidak bahagia yang bertengkar

Banyak orang memiliki anggapan bahwa hanya pasangan yang tidak bahagia satu sama lain yang melakukan pertengkaran. Menurut para ahli, kemarahan yang tidak diungkapkan atau emosi yang terpendam dapat lebih merusak hubungan daripada pertukaran kata-kata marah di antara pasangan. Pasangan akhirnya akan berpisah ketika mereka gagal mengatasi masalah dalam hubungan mereka melalui argumen yang sehat. Jadi, pertengkaran bisa menjadi berkah tersembunyi bagi pasangan yang sudah menikah jika sesuai dengan proporsinya.

4. Pernikahan berarti lebih banyak tanggung jawab dan itu bisa menjadi beban

Memang benar bahwa pernikahan berarti lebih banyak tanggung jawab, tetapi tidak berarti itu merupakan beban. Juga, apa yang kebanyakan orang cenderung lupakan adalah semua tanggung jawab yang datang setelah menikah dibagi oleh dua orang dan ada rasa kebersamaan dalam melakukannya. Dan ini bisa membawa dua orang lebih dekat daripada membuat pernikahan terasa seperti beban.

5. Pernikahan bisa mengubah seseorang

Ada pepatah lama yang mengatakan, “Tragedi pernikahan adalah saat semua wanita menikah berpikir bahwa pria mereka akan berubah, dan semua pria menikah percaya bahwa istri mereka tidak akan pernah berubah.” Pepatah ini salah. Adalah suatu kesalahpahaman bahwa ketika orang menikah yang dapat mengubah orang tersebut menjadi lebih baik atau lebih buruk. Padahal seseorang berubah menjadi baik atau buruk bukan karena pernikahannya, tetapi bagaimana ia mengisi pernikahan itu.[MY24]

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA