Gaya Hidup

Bagaimana Cara Memperkenalkan Film Horor kepada Anak?

Jumat, 20 April 2018

My24hours.net, Amerika Serikat – Menonton film horor merupakan salah satu cara untuk mengakui kebenaran sejati adanya sisi dunia yang gelap.

Ilustrasi.

Film horor mengubah teror abstrak seperti kematian, rasa sakit, kehilangan, dan zombie menjadi monster simbolis. Menonton film horor dengan anak Anda adalah cara untuk menghadapi sisi gelap dunia secara bersama-sama.

Lalu bagaimana cara memperkenalkan film horor kepada anak?
1. Ketahui karakter anak.

Meskipun Anda ingin anak anda menonton film horor, namun jangan membuatnya menjadi trauma. Jadi Anda perlu memperhatikan kepribadian, selera, dan usia untuk menentukan seberapa banyak film menyeramkan yang akan ditonton.

Anak-anak memiliki batas toleransi yang berbeda terhadap gambaran yang menakutkan. Beberapa anak mudah takut meskipun dengan film horor yang ringan. Sementara yang lainnya tidak takut atau mempengaruhinya.

Untungnya, sebagian besar film anak-anak “aman” dari unsur-unsur mengerikan. Sebagai contoh, cobalah untuk mengukur reaksi anak Anda terhadap penjahat yang menakutkan seperti Cruella di film animasi 101 Dalmatians. Dari sini Anda bisa mengetahui apakah anak Anda penyuka film menegangkan atau sebaliknya.

2. Menonton dengan cara yang benar.

Menonton film horor jauh lebih menyenangkan jika dilakukan sebagai pengalaman komunal. Jadi kumpulkan anggota keluarga yang tertarik dan teman-teman untuk menontonnya. Beri contoh perilaku yang menenangkan untuk anak-anak Anda. Sebagai contoh, ajarkan mereka teknik kuno mengatasi bagian-bagian yang menakutkan saat menonton melalui celah di jari-jari dan tertawa setelah terkejut ketakutan.

Tidak peduli usia mereka, jangan mencoba meyakinkan anak-anak kecil Anda untuk menonton sesuatu di atas tingkat ketakutan mereka. Perkenalkan rasa takut dalam potongan-potongan kecil. Mungkin mulai dengan beberapa episode menakutkan dari acara TV The Twilight Zone yang lama. Film ini pendek, dan gambarnya hitam-putih dan kesan kunonya membuat kurang menakutkan bagi banyak anak.

Ketika menonton film yang menakutkan bersama anak-anak yang lebih muda, pastikan lingkungan penayangannya semenyenangkan mungkin. Yakinkan anak Anda bahwa film ini hanya pura-pura dan Anda akan mematikannya kapan saja jika mereka memintanya. Jika anak Anda meminta Anda untuk mematikannya, lakukan segera dan tanpa komentar, dan jangan permalukan mereka karena takut, bahkan walau bercanda.

3. Anak mengalami mimpi buruk.

Jangan panik. Hampir semua anak sesekali mengalami mimpi buruk. Anak-anak itu tangguh, dan dibutuhkan lebih dari sekadar menonton film horor untuk merusak jiwa mereka. Jadi dalam hal mimpi buruk karena film yang menyeramkan, lakukan hal yang umum, yaitu tetap bersama mereka, jamin mereka bahwa mimpi hanya ada di kepala mereka, periksa lemari untuk melihat ada tidaknya monster, lalu nyalakan lampu malam atau tawarkan mereka tidur di tempat tidur Anda. Dan berhenti menonton film horor untuk sejenak.

4. Tentukan konten yang sesuai.

Anak Anda mungkin pemberani dan ingin menonton film yang menakutkan, tetapi bukan berarti Anda memutarkan film “Final Destination” atau film horor dewasa lainnya. Penting untuk menjadi penjaga gawang yang bertanggung jawab atas konten yang sesuai dalam film.
Sayangnya, di Indonesia minim sekali atau bisa dikatakan tidak ada film horor untuk anak-anak.[My24]

Sumber: lifehacker

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...