Gaya Hidup

Begini Cara Mudah Menghentikan Kebiasaan Merengek pada Anak

Senin, 12 Februari 2018

My24hours.net, Singapura – Menjadi seorang ibu semakin berat saat buah hati memiliki kebiasaan merengek yang kadang dapat membuat kehilangan kesabaran.

Dengan bersikap tidak toleran terhadap rengekan anak Anda akan menghentikan kebiasaan merengek anak Anda.
Dengan bersikap tidak toleran terhadap rengekan anak Anda akan menghentikan kebiasaan merengek anak Anda. Foto: pexels.com

Faktanya, kebiasaan merengek mungkin dimulai sejak dini saat anak Anda mulai bisa berkomunikasi secara verbal.

Dr. Michele Borba, pakar parenting Singapura, mencatat bahwa kebiasaan menjengkelkan pada anak yang menangis sedih terus-menerus pasti akan berlanjut sampai ia menginjak usia sekolah.

Dr. Lim Boon Leng, seorang psikiater di Pusat Kesehatan Psikologis Dr. BL Lim , menjelaskan bahwa anak Anda mulai merengek karena dia merasa diabaikan.

“[Mereka] mungkin mulai merengek untuk mendapatkan perhatian dan jika orang dewasa hanya ditanggapi atau meladeni semata saat anak itu merengek, perilaku merengek tersebut akan bertambah kuat dan berkelanjutan,” katanya seperti yang dikutip dari situs Smart Parents.

Meskipun Anda mungkin berpikir bahwa anak Anda merengek karena dia tidak mendapatkan perhatian Anda, tapi Dr. Lim meyakinkan Anda bahwa bukan demikian. “Anak-anak tidak berniat untuk memanipulasi orang dewasa, namun mereka akan belajar untuk menampilkan perilaku yang dibutuhkan agar kebutuhan mereka terpenuhi.”

Anak Anda merengek karena mereka tidak memiliki kendali dan merasa tidak berdaya untuk mengatasi apa pun yang mereka hadapi. Dr. Lim menyatakan, “[Setelah itu,] sekrang orang tua menghadapi dilema meladeni anak untuk menghentikan rengekan mereka, atau membiarkannya dan tetap diam, sehingga membuat mereka juga merasa tidak berdaya.”

Namun, dengan bersikap tidak toleran terhadap rengekan anak Anda akan menghentikannya untuk bersikap seperti ini. D.r Borba dan Dr. Lim membuat daftar langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan merengek pada anak.

Berikut 4 cara mudah menghentikan kebiasaan merengek pada anak
1. Jangan menanggapi rajukan/sungutan anak Anda

Dr. Borba dan Dr. Lim setuju bahwa setiap kali anak Anda mulai merengek, Anda harus tetap tenang dan mengabaikan tingkah lakunya. Dr. Lim menambahkan, “Menjadi marah dengan anak itu juga memberinya perhatian yang dia cari dan tentu saja memperkuat rengekan mereka.”

Dr. Borba menyarankan agar Anda menghentikan rengekan anak Anda sejak awal setelah Anda merasa bahwa dia akan segera merengek. Katakan pada mereka, “Stop! Bunda (Ayah) tidak ingin mendengarkan nada rengekan. Tolong beritahu Bunda (Ayah) apa keinginanmu dengan nada yang bagus.” Kemudian, pergilah dan abaikan anak sampai dia berbicara dengan nada suara yang bisa diterima.

Juga perhatikan bahasa tubuh non-verbal Anda saat Anda berbicara dengan anak. Dari alis yang terangkat, kerutan, atau seringaian yang menyebalkan, anak Anda akan menafsirkan reaksi ini sebagai kemampuannya untuk menarik perhatian Anda. Ingat kalau anak Anda tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akhirnya akan berhenti dan cenderung tidak berperilaku buruk, kata Dr. Lim.

2. Tunjukkan pada mereka nada suara apa yang benar

Jangan berasumsi bahwa anak Anda akan secara otomatis tahu seperti apa nada-nada suara yang bisa diterima. Katakan pada anak Anda, “Ini nada suara merengek Bunda (Ayah): ‘Bunda (Ayah) tidak ingin melakukan ini.’ Inilah nada sopan saya, ‘Tolong bantu Bunda (Ayah) dengan ini?’ Sekarang kamu mencoba.”

Dr. Borba menjelaskan bahwa tujuan Anda adalah untuk menginstruksikan, bukan untuk mengejek anak Anda jadi pastikan untuk tidak meniru suara merengek anak Anda.

3. Akui dan puji anak Anda saat mereka menggunakan nada suara yang benar

Mengakui usaha anak Anda untuk berbicara dengan nada yang benar akan mendorong mereka untuk menggunakannya lebih sering. Tanggapi dengan, “Terima kasih telah menggunakan nada baikmu.” Atau “Itu lebih baik! Nadamu terdengar lebih sopan sekarang. ”

Dr. Lim menekankan bahwa mendorong secara positif perilaku anak Anda yang baik dan mengajari mereka cara berbicara dengan baik akan memberikan hasil yang lebih baik di masa depan.

4. Beri tahu konsekuensi jika dia terus merengek

Jika mengabaikan rajukan junior tidak berhasil, Anda harus mulai menerapkan konsekuensi sederhana untuk mendorong mereka mematuhi. Ini bisa berupa tidak memberikan makanan penutup atau segera menghentikan kegiatannya ketika mereka merengek.

Misalnya, jika anak Anda merengek di depan umum, segera bangun, jangan memberi ceramah, jangan tunjukkan kemarahan atau tunjukkan kejengkelan, dan katakan padanya dengan tenang bahwa Anda berdua akan pergi sekarang. Coba katakan, “Itu rengekan dan kamu tahu peraturannya, kita akan pergi sekarang.” Ingat, tindakan ini hanya berhasil jika Anda menerapkannya pada saat anak Anda menunjukkan perilaku buruknya.[My24]

Sumber: Smart Parents

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...