Gaya Hidup

Ini Cara Meminta Maaf kepada Pasangan Setelah Bertengkar

Selasa, 6 November 2018

My24hours.net, Indonesia – Bagaimana cara meminta maaf yang baik kepada pasangan Anda setelah bertengkar? Apa yang harus Anda lakukan?

Cara meminta maaf yang sukses berfokus pada hasil tindakan Anda bukan pada apa yang Anda inginkan dari hasil tindakan itu.
Cara meminta maaf yang sukses berfokus pada hasil tindakan Anda bukan pada apa yang Anda inginkan dari hasil tindakan itu.

Meminta maaf bisa sulit dilakukan, apalagi Anda benar-benar tidak melakukan kesalahan. Tetapi meminta maaf jauh lebih baik daripada menderita tatapan dingin pasangan Anda selama beberapa hari.

Sebagian besar dari kita tidak pandai meminta maaf, terutama setelah bertengkar. Tentu saja, akan sangat bagus jika Anda menghindari adu mulut sama sekali dengan misalnya menunggu untuk berbicara sampai Anda lebih tenang. Atau sampai Anda makan. Atau Anda perlu mengingat bahwa yang terjadi bukan Anda sedang melawan pasangan Anda, tetapi Anda dan pasangan Anda sedang melawan sebuah masalah.

Tidak peduli seberapa baik Anda berkomunikasi secara dewasa, perselisihan pendapat pasti akan terjadi.

Berikut cara meminta maaf kepada pasangan setelah bertengkar:
1. Haruskah meminta maaf?

Tentu saja. Meminta maaf tidak selalu mengenai Anda bersalah. Kadang, meminta maaf adalah mengenai bagaimana cara Anda mengatakan atau melakukan sesuatu. Meminta maaf kadang juga adalah mengenai bagaimana orang lain terkena dampak dari apa yang Anda katakan atau lakukan.

Bahkan jika Anda merasa bahwa Anda masih merasa tetap benar setelah pertengkaran tahun lalu, Anda masih dapat meminta maaf. Anda juga tidak perlu mengirit minta maaf Anda layaknya Anda hanya akan mendapatkan maaf sebanyak 100 kali di sepanjang hidup Anda.

Kuncinya adalah mencocokkan ukuran maaf dengan ukuran konflik. Jika Anda benar-benar kesal minggu lalu karena pekerjaan, Anda dapat mengakui bahwa diri Anda memang menyebalkan bagi mereka yang ada di sekitar Anda. Dan Anda perlu meminta maaf atas hal itu tanpa menunggu dan memikirkan langkah yang akan Anda ambil untuk tidak pernah jadi menyebalkan lagi. Minta maaf yang sederhana secara mengejutkan adalah hal yang efektif.

Tetapi ketika Anda memiliki konflik yang lebih buruk, terutama jika Anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyakitkan, Anda perlu meminta maaf dan meminta maaflah dengan cara yang baik.

2. Bagaimana jika tidak bersalah?

Mengatakan maaf dalam beberapa hal adalah sebuah ritual, seperti berbaris untuk berjabat tangan setelah sebuah pertandingan. Mengatakan maaf adalah sebagai pengingat bahwa pada akhirnya tidak peduli sentimentalnya kata maaf diucapkan, Anda dan pasangan Anda berada dalam tim yang sama.

Anda dapat mengakui bahwa Anda salah tanpa mengatakan maaf (favorit pria di mana saja), dan Anda dapat mengatakan bahwa Anda meminta maaf meskipun Anda merasa bahwa Anda tidak salah.

Kuncinya di sini adalah jangan pernah berkata, “Aku minta maaf jika itu menyakiti perasaan kamu; Aku tidak salah, tetapi aku minta maaf karena kamu kesal.” Ini bukan permintaan maaf yang baik. Permintaan maaf bukanlah waktu yang tepat untuk kembali kepada siapa yang salah dan siapa yang benar. Permintaan maaf juga bukan waktu untuk membela diri.

3. Minta maaf atas apa yang telah dilakukan.

Luangkan waktu untuk memikirkan apa yang telah Anda lakukan sehingga menimbulkan situasi tersebut. Dan jika Anda tidak dapat memikirkan apa pun, Anda selalu dapat meminta maaf karena memang ternyata Anda tidak cukup memiliki empati.

Cara meminta maaf bisa sesederhana seperti: “Maafkan aku karena tidak memberi tahu kamu sebelumnya tentang rencana ini sampai menit terakhir dan membuat kamu dalam keadaan yang buruk.
Atau: “Aku minta maaf karena cara bicara aku sebelumnya; itu tidak bagus.

Jadilah sespesifik mungkin. Anda hanya bisa meminta maaf atas apa yang telah Anda lakukan. Anda tidak bisa meminta maaf atas reaksi orang lain. Itulah sebabnya mengapa mengatakan “aku minta maaf karena kamu terluka” tidak termasuk di dalamnya.

Aturan praktis yang baik adalah bahwa satu-satunya subjek yang harus muncul setelah “aku minta maaf” adalah tentang diri Anda bukan tentang diri pasangan Anda.

4. Rumus minta maaf.

Jika Anda orang dewasa, Anda bertanggung jawab atas niat dan dampak dari niat Anda. Jadi jika meskipun Anda tidak bermaksud menyakiti perasaan pasangan Anda, Anda bertanggung jawab jika Anda melakukan suatu perbuatan.

Cara meminta maaf yang sukses berfokus pada hasil tindakan Anda bukan pada apa yang Anda inginkan dari hasil tindakan itu. Mungkin bisa membantu untuk menyebutkan apa yang Anda inginkan atau maksudkan, tetapi hanya berlaku sekali saja.

Sebagai contoh: “Aku tidak WhatsApp kamu saat di luar kota karena takut mengganggu kamu,” dan kemudian Anda perlu menindaklanjuti dengan pemahaman tentang bagaimana tindakan Anda berdampak lain. “Tapi aku seperti mengabaikanmu. Maaf, ya!” Tapi jangan terlalu menekankan dan mengulangi alasan Anda tersebut.

Kunci lain cara meminta maaf yang baik adalah benar-benar mengetahui bahwa apa yang Anda lakukan adalah salah dan kemudian mengakuinya. Jadi jika Anda tidak tahu untuk hal apa Anda meminta maaf, tetapi pasangan Anda jengkel dan Anda tidak menginginkan hal itu terjadi, maka berarti Anda belum siap untuk meminta maaf.

Bicarakanlah terlebih dulu. Jika perlu, tanyakan dengan bijaksana kepada pasangan Anda apa yang membuatnya marah. Anda bisa mengatakan, “Aku ingin memastikan aku tidak akan mengulanginya lagi. Jadi apa yang mengganggu kamu mengenai apa yang saya lakukan?.” Hal ini yang membawa kita ke langkah terakhir dari cara meminta maaf yang baik.

5. Jangan mengulanginya lagi.
Setelah Anda meminta maaf maka jangan mengulangi perbuatan buruk tersebut, atau setidaknya berusaha keras untuk tidak melakukannya lagi. Jangan menjadi orang yang harus diingatkan kembali tentang hal yang sama setiap tiga bulan.[My24]

Sumber: gq

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...