Kesehatan

5 Mitos Kesehatan pada Cokelat, Kopi dan Alkohol

Kamis, 19 Oktober 2017

My24hours.net, Amerika Serikat – Pernahkah Anda mendengar anjuran “jangan makan cokelat karena tidak sehat, nanti gemuk!”? Atau “Minum kopi untuk menambah semangat”? Benarkah demikian? Apakah itu hanya salah satu mitos kesehatan?

Ada sejumlah mitos kesehatan seputar kopi dan cokelat.
Ada sejumlah mitos kesehatan seputar kopi dan cokelat.

Dalam bukunya, Longevity List – Myth Busting the Top Ways to Live a Long and Healthy Life, Profesor Merlin Thomas, seorang ilmuwan pengobatan di Departemen Diabetes Universitas Monash, menepis beberapa anggapan umum masyarakat tentang mitos kesehatan pada cokelat, kopi dan alkohol.

Berikut 6 mitos kesehatan pada cokelat, kopi dan alkohol yang diungkap Profesor Merlin pada artikelnya di Daily Mail.

1. Makan cokelat bikin gemuk
Tidak semuanya. Cokelat memang dikenal penuh dengan lemak, gula, dan kalori. Namun Prof. Merlin mengatakan, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang makan cokelat secara teratur cenderung lebih kurus dibanding mereka yang tidak. Ini dikenal sebagai paradoks coklat.

Sejumlah penelitian bahkan menghubungkan konsumsi cokelat dengan kesehatan yang lebih baik, termasuk tingkat tekanan darah tinggi dan penyakit jantung yang lebih rendah. Hal ini terjadi karena bubuk kakao yang terkandung dalam cokelat memiliki kandungan flavanol yaitu zat yang memberikan rasa khusus pada cokelat, yang berdampak baik bagi tubuh kita.

Kombinasi zat kimia dalam coklat membantu Anda merasa lebih cepat puas, sehingga Anda akhirnya makan lebih sedikit. Untuk membuat kegemaran Anda pada cokelat menjadi lebih sehat, Prof. Merlin merekomendasikan untuk makan cokelat hitam (dark chocolate) karena sangat tinggi flavanol.

2. Hanya kopi minuman pemambah semangat
Seperti cokelat, kopi mengandung theobromine, yang memiliki sifat serupa dengan kafein, kata Prof. Thomas. Kelemahannya: Theobromine dan kafein dapat menyebabkan sakit tukak lambung karena mereka mengendurkan sphincter yaitu otot melingkar di bagian atas perut yang membuat asam lambung tidak terdorong ke atas dan masuk ke kerongkongan.

Untuk efek semangat, kopi bukan satu-satunya penambah semangat. Cokelat hitam dapat menambah semangat karena memiliki lebih banyak theobromine daripada cokelat susu. Prof. Merlin mengatakan, theobromine hanya ditemukan pada produk yang dibuat dengan bubuk cokelat. Perbandingannya, Anda perlu makan cokelat susu sebanyak empat kali lebih banyak daripada cokelat hitam untuk mendapatkan efek yang sama.

3. Makanan bisa cegah mabuk alkohol
Di dunia Barat sering ada anjuran agar tidak minum alkohol pada waktu perut kosong. Ini tidak benar.

Saat perut penuh dengan makanan dan alkohol, perut akan mengalirkan isinya ke dalam usus – di mana sebagian besar penyerapan terhadap alkohol terjadi dan jauh lebih lambat daripada saat perut kosong. Perlambatan kecepatan tubuh Anda menyerap alkohol ini mengurangi kemungkinan Anda mabuk.

Tapi, pada akhirnya, jumlah alkohol yang sama masih masuk ke sistem tubuh Anda, meski lebih lambat. Dan akhirnya Anda tetap akan mabuk.

4. Minum sampanye tidak akan membuat mabuk
Menurut Prof. Merlin, minuman alkohol yang lebih cepat terserap dalam tubuh adalah sampanye atau minuman anggur bersoda (wine).

Karbon dioksida yang terlarut dalam minuman ini dilepaskan di perut pada tingkat yang lebih cepat daripada saat botol sampanye tidak dibuka. Hal ini terutama terjadi ketika sampanye atau anggur bersoda diminum dingin. Perubahan suhu di perut melepaskan lebih banyak gas terlarut, jelas Prof. Merlin.

5. Kopi bisa menghilangkan mabuk
Saat alkohol ada di dalam sistem tubuh Anda, tidak ada apa pun, bahkan kopi hitam sekalipun, yang bisa mempercepat turunnya kadar alkohol, kata Prof. Merlin.

Meskipun kafein dalam kopi bisa membangunkan Anda, namun kafein tidak dapat mempercepat metabolisme Anda untuk menghilangkan alkohol lebih cepat, katanya dalam artikel tersebut.[My24]

Kata kunci: ,
Penulis: