Kesehatan

Ada 10 Cara Mengontrol Tekanan Darah Tanpa Makan Obat

Senin, 14 Mei 2018

My24hours.net, Amerika Serikat – Mengontrol tekanan darah menjadi hal penting bagi penderita tekanan darah tinggi agar terhindar dari dampak tidak diinginkan.

Mengontrol tekanan darah menjadi hal penting bagi penderita tekanan darah tinggi.
Mengontrol tekanan darah menjadi hal penting bagi penderita tekanan darah tinggi.

Memiliki tekanan darah tinggi yang dibiarkan dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh, dari gagal jantung, strok, hingga demensia (cth. kepikunan).

Untuk mengontrol tekanan darah pada kondisi stabil seseorang perlu melakukan perawatan yang berkelanjutan. Penggunaan obat-obatan bisa saja dilakukan, namun memiliki dampak negatifnya.

Sejumlah dampak negatif dari penggunaan obat-obatan pengontrol darah tinggi antara lain: batuk, diare, sembelit, pusing, gugup, mual, hingga tubuh yang merasa lemah.

Namun ada cara alternatif untuk mengontrol tekanan darah tanpa mangonsumsi obat-obatan.

Berikut 10 cara mengontrol tekanan darahtanpa makan obat.
1. Turunkan kelebihan berat badan dan perhatikan lingkar pinggang Anda.

Tekanan darah sering meningkat saat berat badan meningkat. Secara umum, pria berisiko jika ukuran pinggang mereka lebih besar dari 40 inci (102 cm), wanita jika lebih dari 35 inci (88 cm).

2. Olahraga secara teratur.

Aktivitas fisik rutin – seperti 150 menit seminggu, atau sekitar 30 menit setiap hari dalam seminggu – dapat menurunkan tekanan darah Anda sekitar 5 hingga 8 mm Hg jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Sangat penting untuk konsisten karena jika Anda berhenti berolahraga, tekanan darah Anda bisa naik lagi.

3. Makan makanan sehat.

Makan makanan yang kaya biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan produk susu rendah lemak dan mengurangi lemak jenuh dan kolesterol dapat menurunkan tekanan darah Anda hingga 11 mm Hg jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Rencana makan makanan ini dikenal sebagai diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Pertimbangkan untuk meningkatkan potasium, yang dapat mengurangi efek natrium (sodium/garam) pada tekanan darah. Makanan mengandung potasium antara lain: alpukat, ubu, yogurt, kacang panjang, bayam, pisang.

4. Kurangi natrium (sodium/garam) dalam makanan.

Pengurangan kecil natrium (sodium/garam) dalam makanan Anda dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda dan mengurangi tekanan darah sekitar 5 hingga 6 mm Hg jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Efek asupan natrium terhadap tekanan darah bervariasi di antara kelompok orang. Secara umum, batasi sodium hingga 2.300 miligram (mg) sehari atau kurang. Namun, asupan natrium yang lebih rendah – 1.500 mg per hari atau kurang – sangat ideal untuk kebanyakan orang dewasa. Kurangi secara bertahap. Selera Anda akan menyesuaikan dari waktu ke waktu.

5. Batasi jumlah alkohol yang Anda minum.

Cara ini bukan sesuatu yang perlu diterapkan bagi mereka yang menganut agama yang melarang untuk minum minuman beralkohol. Tetapi menurut Mayo Clinic, alkohol dapat menjadi baik sekaligus buruk bagi kesehatan Anda. Dengan minum alkohol hanya dalam jumlah sedang – umumnya satu gelas sehari untuk wanita, atau dua sehari untuk pria – Anda berpotensi menurunkan tekanan darah sekitar 4 mm Hg. Satu minuman yang dimaksud sama dengan 354 ml bir, 147 ml wine, atau 44 ml minuman keras 80-proof (mengandung 40 persen alkohol). Tapi efek perlindungan itu hilang jika Anda minum terlalu banyak.

6. Berhenti merokok.

Setiap batang rokok yang Anda hisap meningkatkan tekanan darah Anda selama beberapa menit setelah Anda selesai. Berhenti merokok membantu mengontrol tekanan darah Anda untuk kembali normal. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Orang yang berhenti merokok dapat hidup lebih lama daripada orang yang tidak pernah berhenti merokok.

7. Kurangi kafein.

Kafein dapat meningkatkan tekanan darah hingga 10 mm Hg pada orang yang jarang mengonsumsinya. Tetapi orang yang minum kopi secara teratur mungkin mengalami sedikit atau tidak berpengaruh pada tekanan darah mereka. Untuk melihat apakah kafein meningkatkan tekanan darah Anda, periksa tekanan Anda dalam 30 menit setelah minum minuman berkafein. Jika tekanan darah Anda meningkat 5 hingga 10 mm Hg, Anda mungkin sensitif terhadap efek peningkat tekanan darah dari kafein tersebut.

8. Kurangi stres.

Stres kronis dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, atau menyebabkan reaksi dari stres seperti makan makanan yang tidak sehat, minum alkohol, atau merokok. Pikirkan tentang apa yang menyebabkan Anda merasa stres, dan pertimbangkan bagaimana Anda dapat menghilangkan atau mengurangi stres. Anda mungkin harus mengubah harapan Anda dan memahami bahwa ada beberapa hal yang di luar kendali Anda. Luangkan waktu untuk bersantai dan melakukan kegiatan yang Anda nikmati. Mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang lain dapat membantu mengurangi stres Anda.

9. Pantau tekanan darah.

Pantaulah tekanan darah Anda di rumah dan temui dokter Anda secara teratur. Monitor pemantau tekanan darah tersedia secara luas dan tanpa resep. Bicarakan dengan dokter Anda sebelum Anda memulainya.

10. Dapatkan dukungan.

Keluarga dan teman yang mendukung dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda. Mereka mungkin mendorong Anda untuk merawat diri sendiri, mengantarkan Anda ke kantor dokter atau memulai program latihan dengan Anda untuk menjaga tekanan darah Anda tetap rendah. Jika Anda merasa membutuhkan dukungan di luar keluarga dan teman-teman Anda, pertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok pendukung.[My24]

Sumber: The Mayo Clinic: mayoclinic.org

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...