Kesehatan

Cara Mengetahui Berita Hoaks Virus Corona (Covid-19)

My24hours.net, Indonesia – Berita hoaks virus corona atau lebih dikenal sebagai COVID-19 muncul saat wabah penyakit ini semakin meluas. Bagaimana caranya mengetahui berita hoaks tersebut?

Cara Menghindari Berita Hoaks Virus Corona (Covid-19)
Foto: YouTube

Teori konspirasi dan hoaks juga ikut menyebar di berbagai platform media sosial saat virus SARS-CoV-2 atau disebut COVID-19, menyebar.

“Kita tidak hanya memerangi epidemik; kita sedang berjuang melawan infodemik”, demikian kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus pada bulan Februari.

Menemukan informasi yang dapat diandalkan di era digital sudah cukup menantang. Apalagi selama pandemi global saat berita hoaks atau palsu, informasi yang salah, dan hiperbola, menjadi marak.

Situasi seperti ini mungkin muncul sekali dalam satu generasi atau mungkin sekali dalam seumur hidup kita.

Untuk itu, Alice Hazelton, seorang spesialis Program Ilmu Pengetahuan di World Economic Forum memberikan kiatnya untuk menghindari berita hoaks virus corona.

Cara Menghindari Berita Hoaks Virus Corona

1. Munculkan rasa keraguan yang bertanggung jawab

Virus ini baru teridentifikasi pada bulan Desember 2019. Jadi, hanya ada sedikit waktu untuk menyelidikinya dengan benar, apalagi melakukan uji coba terkontrol secara acak skala besar atau menunjau secara teliti. Dengan demikian, masih banyak yang tidak sepenuhnya kita mengerti tentang COVID-19.

Selain itu, faktanya bahwa ilmu pengetahuan (sains) itu sendiri adalah proses yang membutuhkan waktu. Dan kadang-kadang penelitian akan menyajikan bukti yang bertentangan (yang tidak menjadi masalah). Setiap jurnalis sains yang baik akan berusaha untuk memberi Anda representasi paling akurat tehadap pembuktian yang tidak tetap. Tetapi jurnalis sains juga akan berhati-hati terhadap membuat pernyataan seperti “bukti ilmiah membuktikan bahwa …”. Jadi bersikaplah skeptis (ragu-ragu) terhadap apa pun yang membuat klaim seperti itu.

2. Pertanyakan dari mana berita atau informasi itu berasal

Banyak orang menulis tentang sains, atau informasi yang berkaitan dengan sains. Tetapi, tidak semua orang telah terlatih bagaimana mengevaluasi bukti dengan benar, menafsirkan istilah khusus atau melaporkan statistik dengan cara yang dimiliki beberapa jurnalis sains spesialis. Tetap sadar bahwa informasi dari sumber asli (kemungkinan besar dri studi penelitian) dapat ditafsirkan kembali, dimodifikasi dan bahkan diabaikan sama sekali tergantung pada pokok masalah yang ingin ditulis oleh orang tersebut.

Jika Anda dapat menemukan referensi atau tautan ke penelitian asli dalam berita yang Anda baca, maka itu mungkin pertanda baik bahwa orang yang menulisnya benar-benar memahami atau telah mempertanyakan karya aslinya.

Bergantung pada sifat klaimnya, Anda harus memeriksa apakah klaim itu juga diberitakan di media berita lainnya atau tidak. Kemungkinannya adalah jika berita itu benar-benar merupakan penemuan “terobosan” maka banyak media berita lain akan melaporkan hal yang sama. Jika itu adalah pesan WhatsApp tunggal dengan klaim tertentu tanpa bukti, maka Anda harus berpikir dua kali.

3. Pertanyakan siapa yang mendukung pernyataan tersebut

Idealnya, laporan penelitian ilmiah baru harus mencakup komentar dari para peneliti penelitian tersebut. Selai itu juga ada komentar independen dari seseorang dalam disiplin terkait yang tidak terlibat dalam penelitian. Namun, meskipun seseorang adalah seorang ilmuwan, bukan berarti mereka memenuhi syarat untuk mengomentari penelitian tersebut. Hal itu karena mereka mungkin tidak memiliki pelatihan atau pengalaman di bidang topik tertentu.

Selama pandemik COVID-19, ada banyak pernyataan: “Saya bukan ahli virus atau ahli epidemiologi tetapi ….” . Di sini Anda perlu berhati-hati dengan para ilmuwan dalam disiplin yang tidak terkait yang diangkat ke posisi otoritas.

Pertanyaan lain untuk ditanyakan kepada diri Anda adalah apakah sumber yang dikutip memiliki konflik kepentingan atau mendapat manfaat dengan cara apa pun dari apa yang mereka katakan. Apakah mereka berafiliasi dengan organisasi yang dapat memengaruhi mereka untuk berkomentar atau tidak?

Menerapkan ketelitian di atas untuk apa pun yang Anda baca atau bagikan dapat membantu Anda membedakan sumber mana yang harus Anda percayai dan mana yang tidak boleh Anda percayai. Bahkan ketika media resmi yang terkenal terlalu melebih-lebihkan sebuah temuan ilmiah atau salah menafsirkannya, Anda dapat membedakannya.

Tentu saja, ada banyak laporan yang baik di luar sana, terutama selama situasi yang kompleks dan bergerak cepat ini. Banyak dari kita tidak akan menyadari risiko bahwa COVID-19 dapat membanjiri hidup dan mata pencaharian kita tanpa kekuatan jurnalisme. Bahkan dengan pemikiran di atas, jika Anda tidak yakin ke mana harus berpaling atau apa yang harus dibagikan, pastikan untuk memeriksa situs web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai sumber informasi berbasis bukti yang tepercaya.[MY24]

Sumber: weforum

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA