Kesehatan

Cara Tepat Melakukan Puasa Intermiten untuk Mengatasi Diabetes Tipe 2

My24hours.net, Indonesia – Melakukan puasa intermiten untuk mengatasi diabetes tipe 2 perlu dilakukan secara tepat. bagaimana caranya?

Cara Tepat Melakukan Puasa Intermiten untuk Mengatasi Diabetes Tipe 2

Puasa intermiten (berjeda) atau intermittent fasting merupakan rencana diet berbatas waktu yang mengharuskan seseorang untuk berpuasa pada hari tertentu dalam seminggu atau selama sejumlah jam tertentu setiap hari.

Anda dapat memilih untuk berpuasa sepanjang hari atau untuk kurun waktu tertentu selama sehari. Biasanya puasa intermiten adalah makan malam lebih awal, katakanlah sekitar jam 7 atau 8 malam dan kemudian puasa sampai pagi berikutnya selama 12 jam atau 14 atau 16 jam, sesuai yang sesuai dengan tubuh Anda.

Jadi, jika Anda sudah makan malam jam 8 malam, maka makan Anda berikutnya harus sekitar jam 8 pagi di hari berikutnya atau lebih lama lagi. Di antara periode ini, Anda tidak seharusnya makan apa pun namun boleh minum air biasa (air bening).

Pola makan seperti ini, yang sebut sebagai “jalan hidup” dan “gaya hidup”, dapat memiliki efek ajaib pada kesehatan Anda secara keseluruhan. Namun, ada beberapa hal yang harus dan tidak boleh dilakukan dalam diet ini yang perlu Anda perhatikan. Jika Anda memiliki komplikasi kesehatan tertentu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum melanjutkan diet ini.

[Baca juga: Panduan Lengkap Puasa Intermiten Kesehatan untuk Pemula]

Manfaat umum dari diet ini termasuk membantu mengurangi lemak, menjaga kadar gula darah agar terkendali, mengurangi nyeri radang sendi, mengurangi peradangan, memperbaiki kulit, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan tingkat energi dan banyak lagi. Puasa intermiten juga dapat mengekang nafsu makan dan membawa keseimbangan dalam selera makan Anda. Efektivitas diet ini juga dikatakan dapat mengatasi diabetes tipe 2.

Berikut Cara Tepat Melakukan Puasa Intermiten untuk Mengatasi Diabetes Tipe 2

Dalam melakukan puasa intermiten untuk mengatasi diabetes tipe 2, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

  1. Lakukan siklus tetap selama mungkin

    Jika Anda mulai berpuasa intermiten dengan makan terakhir pada jam 7 malam, coba pertahankan dengan makan terakhir pada jam 7 atau 7.30 / 8 malam setiap harinya. Mengubah siklus puasa intermiten secara terus-menerus dapat menyulitkan tubuh Anda untuk mengenali dan beradaptasi dengan periode puasa, dan dapat membuat tubuh Anda lebih bersifat asam.

  2. Jangan berdasarkan ikut-ikutan

    Puasa 12 hingga 13 jam sangat cocok untuk puasa intermiten. Lakukan sesuai dengan apa yang cocok bagi Anda, tetapi jangan pernah mengikuti apa yang dilakukan orang lain hanya karena itu berhasil dengan baik bagi mereka.

  3. Tidak harus melakukannya setiap hari

    Tidak perlu mengikuti puasa intermiten setiap hari. Anda dapat melakukannya seminggu sekali atau dua kali seminggu, dll. Idenya adalah melakukannya dengan maksud yang benar untuk mendapatkan kesehatan yang baik dan mengatasi penyakit.

  4. Hindari kopi dan teh saat puasa

    Asupan kopi dan teh saat puasa dapat membuat tubuh Anda menjadi bersifat asam dan harus dihindari. Anda hanya bisa minum air bening biasa selama periode puasa intermiten.

  5. Komitmen dengan diri untuk melakukan puasa ini

    Anda akan merasa lesu, mengalami sakit kepala selama beberapa hari pertama. Setiap rencana diet akan sulit untuk beberapa hari pertama dan karenanya penting bagi Anda untuk mendorong diri sendiri melalui fase ini. Komitmenkan diri Anda pada gaya hidup ini yang dapat membuat Anda merasa sangat ringan, sehat dan positif dalam seminggu.

  6. Buka puasa dengan air, buah, atau kurma

    Berbuka puasa dengan air atau buah-buahan dan makan setelah setengah jam kemudian. Berbuka disebut juga fase memangun. Ingatlah untuk tidak membatasi diri Anda untuk makan dalam fase membangun ini. Hal itu dapat membuat tubuh Anda memproduksi lebih banyak kortisol dan bahkan menyebabkan kekurangan gizi. Anda juga harus menghindari makan berlebihan. Fase membangun dimaksudkan agar tubuh Anda membangun, meremajakan dan pulih kembali dari fase puasa. Fase ini juga akan mempersiapkan Anda untuk fase puasa berikutnya. Pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat, bermanfaat dan bergizi selama fase membangun ini.

    Juga, hindari obat-obatan selama periode puasa Anda. Orang dengan kanker atau mereka yang baru saja menjalani kemoterapi perlu menerima nasihat ahli sebelum berpuasa intermiten. Hanya ketika puasa intermiten dilakukan dengan cara yang benar maka akan menunjukkan hasil yang efektif. Dengarkan tubuh Anda, lakukan apa yang cocok untuk Anda. Melakukan tangung jawab untuk kesehatan Anda maka puasa intermiten dapat membantu Anda mencapai kesehatan yang baik.[MY24]

Sumber: NDTV

Kata kunci: , ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA