Kesehatan

Ini Alasan Jamur Jadi Makanan Terbaik untuk Anti-Aging

Sabtu, 11 November 2017

My24hours.net, Amerika Serikat – Jamur “tanpa diragukan lagi” merupakan sumber tunggal yang kaya antioksidan dan tunggal yang terkait dengan sifat anti penuaan (anti-aging), sebuah penelitian terbaru mengatakan.

Jamur kancing putih.
Jamur kancing putih.

Sebuah tim peneliti dari Pennsylvania State University menemukan bahwa jamur secara mengejutkan penuh dengan antioksidan ergothioneine dan glutathione terkait anti-anging, dan beberapa dari 13 jenis jamur yang mereka uji mengandung tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang lain.

Jamur kancing putih biasa, misalnya, memiliki tingkat antioksidan yang rendah dibandingkan dengan beberapa jamur lainnya namun tetap lebih tinggi daripada makanan non jamur biasa. Pemenangnya “sejauh ini” adalah jamur porcini liar (Boletus edulis), yang sesuai karena juga lezat.

Dan meskipun beberapa makanan kehilangan manfaat kesehatannya saat Anda memasaknya, antioksidan dalam jamur tampak stabil terhadap panas dan karenanya tidak terpengaruh. Penelitian tersebut baru-baru ini dipublikasikan di jurnal Food Chemistry.

“Ada sebuah teori yaitu teori radikal bebas tentang penuaan – yang telah ada sejak lama yang mengatakan bahwa ketika kita mengoksidasi makanan kita untuk menghasilkan energi, ada sejumlah radikal bebas yang dihasilkan yang merupakan produk sampingan dari tindakan tersebut dan banyak di antaranya cukup beracun,” kata Robert Beelman, profesor emeritus sains makanan sekaligus direktur Penn State Center for Plant and Mushroom Products for Health, dalam siaran pers Penn State.

“Tubuh memiliki mekanisme untuk mengendalikan sebagian besar dari mereka, termasuk ergothioneine dan glutathione, namun akhirnya cukup menyebabkan kerusakan, yang dikaitkan dengan banyak penyakit penuaan, seperti kanker, penyakit jantung koroner dan Alzheimer.”

Antioksidan telah meningkat mendekati status mitos melalui gerakan kesehatan, yang kadang-kadang bergantung pada ilmu yang tidak bermutu, namun ada penelitian yang solid yang menunjukkan bahwa mereka membantu kita melawan stres oksidatif.

Stres oksidatif muncul saat tubuh kita mengubah makanan menjadi bahan bakar untuk menghasilkan energi yang mereka butuhkan, namun mereka juga tidak dapat menghindari terciptanya beberapa radikal bebas dalam prosesnya.

Radikal bebas hanyalah atom oksigen yang memiliki elektron tidak berpasangan. Tapi saat mereka bertambah pada tubuh Anda untuk mencari elektron tunggal lain untuk dipasangkan, mereka dapat melakukan banyak kerusakan pada sel Anda, itulah sebabnya mengapa istilah ini menjadi dengungan untuk menakut-nakuti Anda agar membeli produk perawatan kulit.

“Ini awalnya, tapi Anda bisa melihat bahwa negara-negara yang memiliki lebih banyak ergothioneine dalam makanan mereka, negara-negara seperti Perancis dan Italia, juga memiliki penyakit neurodegeneratif yang rata-rata lebih rendah, sementara orang-orang di negara-negara seperti Amerika Serikat, yang memiliki jumlah ergothioneine yang rendah dalam makanan , memiliki kemungkinan penyakit yang lebih tinggi seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer,” jelas Beelman dalam siaran persnya.

Beelman menekankan bahwa penelitian tersebut belum menentukan apakah keterkaitan tersebut hanya berkorelasi, yaitu berhubungan tapi tidak terbukti sebagai penyebabnya.[My24]

Kata kunci:
Penulis: