Kesehatan

Jepang Setujui Xofluza, Obat yang Sembuhkan Flu dalam Satu Hari

Minggu, 25 Februari 2018

My24hours.net, Jepang – Otoritas Jepang baru saja menyetujui Xofluza, obat baru yang berpotensi menyembuhkan flu hanya dalam satu hari.

Virus flu
Virus flu

Pejabat kesehatan Jepang memberikan persetujuan obat flu, Xofluza yang diproduksi farmasi Shionogi, pekan lalu. Obat ini segera menjadi pesaing penting bagi Tamiflu produksi Roche Swiss, salah satu antivirus yang paling umum digunakan untuk mengobati flu. Obat ini setidaknya baru mencapai pasa A.S. pada 2019.

Seperti yang dilansir Fortune, Jumat (23/2/2018), menurut farmasi Shionogi, Xofluza berbeda dari Tamiflu dengan beberapa hal penting. Pertama, dibutuhkan dosis yang jauh lebih sedikit yaitu hanya satu pil, dibandingkan dengan Tamiflu yang membutuhkan dosis per hari selama lima hari. Hal ini bisa menjadi hal yang penting mengingat akan cenderung terjadi infeksi berkepanjangan jika Anda tidak menindaklanjuti keseluruhan pengobatan yang ditentukan.

Selain itu, Xofluza mampu membunuh virus flu dalam waktu 24 jam. Tamiflu sendiri membutuhkan hampir tiga hari untuk melakukan hal yang sama dalam percobaan. Diakui, penghancuran virus flu yang cepat tidak berarti gejala flu Anda akan mereda cepat. Faktanya, penyingkiran gejala yang menyeluruh mungkin memakan waktu yang hampir sama dengan Tamiflu. Namun, Shionogi mengklaim gejala mulai menghilang lebih cepat.

Shionogi memuji mekanisme aksi unik Xofluza sebagai rahasia di balik kesuksesannya. Tidak seperti antivirus flu lainnya, Xofluza benar-benar menghentikan replikasi virus di jalurnya dengan menghambat enzim yang dibutuhkan virus flu untuk berkembang biak. Hal ini mungkin terdengar seperti pukulan besar bagi Roche dan Tamiflu.

Namun sebenarnya pembuat obat Swiss tersebut telah beraliansi dengan Shionogi. Jika disetujui lembaga terkait, Roche akan memiliki hak untuk mengomersilkan obat tersebut di pasar luar Jepang (termasuk A.S.).

Pandemi flu cenderung menempatkan vaksin dalam sorotan – terutama tahun ini, ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) A.S telah menemukan bahwa vaksin flu saat ini hanya efektif sebesar 36% (dan bahkan lebih dalam melawan virus flu, H3N2 yang umum). Namun pengembangan antivirus yang lebih efektif untuk orang-orang yang telah terinfeksi juga merupakan elemen kunci dalam memerangi influenza.[My24]

Sumber: Fortune

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...