Kesehatan

Makan 18 Gram Jamur Dapat Mengurangi Risiko Kanker

My24hours.net, Amerika Serikat – Tahukah Anda bahwa dalam sehari makan 18 gram jamur dapat mengurangi risiko kanker sebanayak 45 persen?

Makan 18 Gram Jamur Dapat Mengurangi Risiko Kanker
Foto: YouTube

Sebuah penelitian baru dari Universitas Negeri Pennsylvania, yang diterbitkan dalam Advances in Nutrition menunjukkan makan 18 gram jamur sehari dapat menurunkan risiko kanker.

Individu yang makan dua jamur berukuran sedang setiap hari memiliki risiko kanker 45 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak makan jamur,

Selama berabad-abad, praktisi pengobatan Tionghoa telah menggunakan jamur, yang kaya akan vitamin, nutrisi, dan antioksidan, sebagai pengobatan penyakit termasuk penyakit paru-paru.

Beberapa senyawa kimia dalam jamur dipercaya dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Jamur Dapat Mengurangi Risiko Kanker

Penelitian dari Universitas Negeri Pennsylvania meneliti 17 studi kanker dari 1966 hingga 2020, menganalisis lebih dari 19.500 kanker pasien.

Temuan tim penelitian tersebut menunjukkan bahwa meskipun jamur shiitake, tiram, maitake dan raja tiram memiliki jumlah asam amino ergothioneine yang lebih tinggi daripada jamur kancing putih, cremini dan portobello, orang yang memasukkan berbagai jenis jamur ke dalam makanan sehari-hari mereka memiliki risiko lebih rendah terkena kanker.

Jamur adalah makanan sumber ergothioneine tertinggi, yang merupakan antioksidan dan pelindung seluler yang unik dan kuat. Mengisi ulang antioksidan dalam tubuh dapat membantu melindungi terhadap stres oksidatif dan menurunkan risiko kanker.

Makan jamur memiliki hubungan paling kuat dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah, tetapi ini bisa disebabkan oleh banyak penelitian yang tidak memasukkan bentuk kanker lainnya.

Secara keseluruhan, temuan ini memberikan bukti penting untuk efek perlindungan jamur terhadap kanker. Penelitian di masa depan diperlukan untuk menunjukkan dengan lebih baik mekanisme yang terlibat dan kanker spesifik yang mungkin terpengaruh.

Meskipun demikian, para ahli telah mendesak kehati-hatian dalam menafsirkan penelitian tersebut,dan hanya menyebut temuan itu sebagai hal yang “menarik”.

Khasiat potensial jamur

Jamur shiitake dihargai dalam beberapa budaya sebagai agen antikanker dan seluruh jamur kering digunakan dalam pengobatan herbal.

Senyawa gula kompleks beta glucan, komponen aktif lentinan, adalah ekstrak shiitake yang dipercaya dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan memicu sel dan protein tertentu dalam tubuh untuk menyerang sel kanker. Dalam penelitian laboratorium, tampaknya memperlambat pertumbuhan beberapa sel kanker.

Dalam penelitian pada tikus, lentinan jamur shiitake telah terbukti menghentikan pertumbuhan sel kanker usus. Dalam tes laboratorium, protein lentinan menghentikan pertumbuhan beberapa sel jamur. Itu juga menghentikan pembelahan sel leukemia.

Di Tiongkok tinjauan kepustakaan dari 12 penelitian melihat pemberian lentinan bersama dengan kemoterapi untuk kanker paru-paru. Mereka menemukan bahwa lentinan bekerja pada sistem kekebalan dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru-paru.

Jamur Maitake digunakan di Jepang dan Tiongkok untuk mengobati diabetes dan hipertensi. Penelitian laboratorium telah menunjukkan bahwa ekstrak maitake dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, menurunkan kadar gula darah dan memperlambat pertumbuhan tumor tertentu.

Ekstrak jamur Phellinus linteus telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan Timur karena dipercaya dapat menyegarkan tubuh dan memperpanjang usia.

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jamur phellinus linteus memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara di laboratorium. Ini juga telah terbukti memiliki efek antikanker pada sel kanker kulit, paru-paru dan prostat.[MY24]

Sumber: scmp

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA