Kesehatan

Makan Produk Fermentasi Kedelai Bisa Panjang Umur?

My24hours.net, Jepang – Ingin memiliki umur panjang dan sehat? Makan produk fermentasi kedelai dikaitkan dengan berkurangnya risiko kematian, menurut sebuah penelitian di Jepang.

Makan Produk Fermentasi Kedelai Bisa Panjang Umur?

Telah ditemukan bahwa jika Anda makan produk seperti tahu, miso, dan natto, maka kemungkinan besar Anda akan lolos dari kematian dini.

Di Indonesia juga terdapat berbagai macam makanan yang dibuat dengan fermentasi. Makanan tersebut di antaranya beberapa ragam acar, tahu, tempe, oncom, peuyeum, tape ketan, brem, dadiah, pakasam, dan dangke.

Tetapi kita perlu penelitian untuk menentukan seberapa baik mereka untuk umur panjang kita.

Produk kedelai banyak dikonsumsi di sebagian besar negara Asia seperti Tiongkok dan Jepang. Di antaranya seperti natto (kedelai yang difermentasi dengan Bacillus subtilis). Selain itu ada miso (kedelai yang difermentasi dengan Aspergillus oryzae), dan tahu (kacang kedelai).

Peneliti dari studi prospektif besar yang dilakukan National Cancer Centre di Jepang mengungkapkan penelitian mengenai tingkat konsumsi kedelai yang tinggi. Mereka mengatakan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara asupan total produk kedelai dan semua penyebab kematian. Demikian seperti yang dilansir IANS.

“Sebaliknya, asupan produk kedelai fermentasi (natto dan miso) yang lebih tinggi dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian,” tambah mereka.

Penelitian Produk Fermentasi Kedelai

Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal The BMJ, para peneliti menyelidiki hubungan antara beberapa jenis produk kedelai dan kematian dari sebab apa pun (“semua penyebab kematian”). Penyebab kematian tersebut di antaranya kanker, penyakit kardiovaskular total (penyakit jantung dan penyakit serebrovaskular), penyakit pernapasan, dan cedera.

Mereka mendasari temuan mereka pada 42.750 pria dan 50.165 wanita berusia 45-74 tahun yang mengambil bagian dalam penelitian berdasarkan 11 area pusat kesehatan umum Jepang.

Menurut penelitian tersebut, peserta mengisi kuesioner rinci tentang kebiasaan makan, gaya hidup, dan status kesehatan mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa kematian diidentifikasi dari daftar tempat tinggal dan sertifikat kematian selama periode tindak lanjut selama hampir 15 tahun.

Penelitian ini menemukan bahwa asupan kedelai fermentasi (natto dan miso) yang lebih tinggi dikaitkan dengan lebih rendahnya (10 persen) secara signifikan risiko kematian. Dan, jumlah asupan total produk kedelai tidak terkait dengan semua penyebab kematian.

Pria dan wanita yang makan natto juga memiliki risiko kematian kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan natto. Tetapi tidak ada hubungan antara asupan kedelai dan kematian terkait kanker.

Hasil ini bertahan bahkan setelah selanjutnya dibandingan dengan asupan sayuran, dengan niliai yang lebih tinggi di antara mereka yang mengonsumsi natto dalam porsi yang lebih besar, kata penelitian tersebut.

Menurut para peneliti, produk kedelai yang difermentasi lebih kaya serat, kalium dan komponen bioaktif dibandingkan dengan yang bukan fermentasi. Hal ini dapat membantu menjelaskan hubungan antara makan produk fermentasi dengan berkurangnya penyakit mematikan.

Namun, ini adalah penelitian observasional sehingga tidak dapat menentukan penyebabnya. Dan para peneliti tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa beberapa risiko yang diamati mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur.[MY24]

Kata kunci: ,
Penulis:
BAGIKAN PENGETAHUAN INI AGAR LEBIH BANYAK YANG TAHU