Kesehatan

Rambut Beruban pada Anak, Kenapa? Ini Jawabannya

Selasa, 26 September 2017

My24hours.net, Singapura – Kenapa muncul rambut beruban pada anak Anda? Apakah karena stres mengikuti ujian di sekolahnya? Atau ada hal lainnya? Berikut jawabannya.

Foto: Shutterstock

Hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah untuk membuktikan bahwa tekanan mental menyebabkan rambut anak-anak menjadi putih atau beruban secara prematur, kata Dr. Joyce Lee, seorang konsultan senior di National Skin Center Singapura.

Dalam kedokteran, ungkapan “uban prematur” mengacu pada orang-orang yang rambutnya beruban sebelum usia 25 tahun. Faktanya, kebanyakan orang Asia biasanya tidak beruban sampai usia mereka di atas 30-an.

Dr. Nisha Suyien Chandran, yang mengepalai divisi Dermatologi di National University Hospital Singapura, sependapat bahwa tidak ada bukti ilmiah bahwa stres emosional atau fisik menyebabkan rambut beruban. Namun, dia menekankan bahwa sel melanosit – yang menghasilkan pigmen melanin yang bertanggung jawab atas warna rambut dan kulit seseorang – sensitif terhadap stres oksidatif, seperti jumlah radikal bebas di tubuh Anda yang melampaui tingkat antioksidan.

Faktanya, Dr. Eileen Tan, pakar dermatologi Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura, menambahkan bahwa rambut beruban dapat berkembang pada usia berapa pun, bahkan sejak lahir.

“Sulit untuk mendeteksi rambut beruban dalam beberapa bulan pertama saat bayi ditutupi lanugo (rambut halus halus) – rambut lembut dan ringan berpigmen – di sekujur tubuhnya,” katanya seperti yang dilansir Smart Parents.

Baik Dr. Lee, Dr. Tan dan Dr. Chandran mengatakan empat kemungkinan alasan munculnya rambut beruban pada anak Anda:

1. Makanan
Apakah anak Anda kekurangan makanan yang mengandung vitamin B12? Jika ya, maka ia menderita anemia. Dr. Tan mengatakan, gejala dari anemia adalah munculnya rambut beruban secara prematur dan rontoknya rambut. Tubuh yang tidak memiliki kadar mineral yang cukup seperti tembaga dan kalsium juga berkaitkan dengan uban prematur, kata Dr. Chandran menambahkan.

Para pakar menyarankan untuk menemui dokter sesegera mungkin yang akan merawat kekurangan vitamin B12 atau pun mineral pada anak Anda. Dr. Tan menambahkan rambut Anda hanya akan mendapatkan kembali warnanya jika kekurangannya dikoreksi lebih awal. Makanan yang kaya akan vitamin B12 antara lain kerang, kepiting, susu rendah lemak, keju dan telur.

2. Kadar tiroid
Apakah tubuh anak Anda kurang memproduksi hormon tiroid? Jika ya, maka ia menderita hipotiroid yang gejalanya berupa rambut beruban. Gejala hipotiroid lainnya meliputi kelelahan, penambahan berat badan, kulit kering dan kuku jari rapuh. Kelainan ini didiagnosis dengan tes darah sederhana.

Para pakar mengatakan hormon tiroid mengatur kemampuan tubuh Anda untuk menghasilkan melanin, mereka dapat memengaruhi warna folikel rambut. Sayangnya, Dr. Tan menjelaskan bahwa mengobati disfungsi tiroid tidak akan memulihkan proses rambut beruban pada anak.

3. Vitiligo
Apakah Anda melihat bercak putih pucat pada kulit dan rambut pada anak Anda? Jika ya, mungkin dia menderita vitiligo. Vitiligo adalah saat sistem kekebalan seseorang melawan melanosit tubuh, kulit dan rambut bisa kehilangan warnanya. Carilah kulit pucat di sekitar mata, mulut, jari, pergelangan tangan, ketiak, alat kelamin dan bahkan di bagian dalam mulut.

Para pakar mengatakan obat topikal seperti Elidel dan Protopic dapat mengembalikan hilangnya pigmentasi kulit, meskipun sangat sulit untuk menggunakan krim ini di kulit kepala, kata Dr. Tan. Cara lain dengan transplantasi autologous, yaitu sebuah proses saat sel kulit berpigmen anak Anda dikumpulkan kemudian dipindahkan ke tempat yang terdampak viriligo – dapat membantu rambut dan kulit mendapatkan kembali warnanya.

4. Alopesi areata
Apakah anak Anda menderita alopesi areata atau sejenis kurap pada daerah berambut? Jika ya, penyakit yang berkenaan dengan autoimun ini biasanya dipicu oleh stres dan terjadi pada sekitar 20 persen pasien yang kehilangan rambutnya. Penderita alopesi areata, rambut berwarnanya diserang oleh sel darah putih atau limfosit tubuh, sehingga menyebabkan rontok. Dr. Tan mengatakan rambut bisa rontok secara spontan dan dalam gumpalan, meninggalkan bintik-bintik botak di kulit kepala anak. Kasus yang lebih parah bisa membuat orang benar-benar botak.

Para pakar mengatakan perawatan penyakit ini tergantung pada tingkat keparahan kerontokan rambut anak-anak. Perawatan termasuk mengoleskan krim obat atau minum obat oral, serta suntikan kortikosteroid – untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Dr. Lee menekankan bahwa pasien memiliki kesempatan yang sangat tinggi untuk menumbuhkan rambut baru di tempat yang botak. Rambut halus awalnya akan tampak putih sebelum warnanya kembali.

Secara umum, solusi medis dapat bekerja hanya jika rambut beruban pada anak disebabkan oleh kondisi kesehatan yang reversibel atau dapat diobati. Tapi jika karena genetik, Dr. Lee menyarankan lebih baik membiarkannya.

“Saya tidak menyarankan mencat rambut sebelum masa akhir remaja, tapi bahkan [pada usia itu], mencat rambut tidak menjamin bahwa alergi tidak akan terjadi,” kata Dr.Lee memperingatkan. Tetapi jika anak Anda benar-benar harus mewarnai rambutnya, maka gunakan cat rambut yang sifatnya sementara saja.[My24]


Kata kunci: