Panduan

Cara Menyimpan Makanan Supaya Tahan Lama dari Biasanya

My24hours.net, Indonesia – Memastikan makanan supaya tahan lama dan segar dari biasanya, memutuhkan strategi penyimpanan tertentu.

Cara Menyimpan Makanan Supaya Tahan Lama dari Biasanya
Foto: shutterstock

Dalam rutinitas modern yang sibuk, kemampuan untuk menyimpan makanan dengan efisien dan menjaga keawetannya menjadi sangat berharga. Baik Anda seorang ibu rumah tangga, mahasiswa yang hidup mandiri, atau bahkan seorang pekerja profesional yang terjebak dalam jadwal padat, pengetahuan tentang cara menyimpan makanan agar tahan lama memiliki manfaat yang tak terhingga. Tidak hanya mengurangi pemborosan, tetapi juga memastikan Anda selalu memiliki pilihan makanan yang segar dan siap disantap kapan saja.

Tentu saja, banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya makanan bisa disimpan dengan aman, termasuk jenis makanan itu sendiri, kondisi lingkungan, dan metode penyimpanan yang digunakan. Dari makanan mentah hingga makanan yang telah dimasak, setiap jenis makanan memiliki persyaratan penyimpanan yang berbeda agar tetap lezat dan bergizi.

Artikel berikut akan membahas beragam strategi dan tips praktis yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyimpan makanan lebih lama daripada biasanya, mengurangi pemborosan, dan mengoptimalkan kualitas hidangan Anda.

Cara Menyimpan Makanan Supaya Tahan Lama dari Biasanya

Menyimpan makanan dengan benar adalah kunci untuk mempertahankan kualitas, kelezatan, dan kandungan nutrisinya. Di bawah ini, berbagai cara dan tips praktis untuk menyimpan makanan agar tetap tahan lama dan berkualitas, serta menghindari pemborosan yang tidak perlu.

1. Pilih Kontainer yang Tepat

Memilih wadah penyimpanan yang sesuai sangat penting. Gunakan kontainer yang kedap udara, kedap cahaya, dan tahan terhadap perubahan suhu. Kontainer plastik dengan penutup yang rapat atau kaca dengan penutup karet adalah pilihan yang baik untuk makanan kering. Untuk makanan cair, seperti sup atau kaldu, wadah yang tahan panas dan kedap udara adalah lebih disarankan.

2. Tetapkan Zona Suhu Aman di Kulkas

Kulkas adalah tempat penyimpanan utama untuk makanan segar. Pastikan suhu kulkas berada di bawah 4 derajat Celsius (40 derajat Fahrenheit) untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang merusak. Makanan mentah, seperti daging dan produk susu, sebaiknya disimpan di bagian bawah kulkas untuk mencegah tumpahan dan kontaminasi silang.

3. Pemanasan dan Pendinginan Cepat

Setelah memasak makanan, segera dinginkan di suhu ruangan selama sekitar 30 menit sebelum memasukkannya ke dalam kulkas. Hindari meletakkan makanan panas langsung ke dalam kulkas karena dapat meningkatkan suhu keseluruhan kulkas dan mengganggu makanan lainnya.

4. Pengeringan Makanan

Jika Anda memiliki makanan seperti buah-buahan, sayuran, atau rempah-rempah yang cenderung cepat membusuk, pertimbangkan untuk mengeringkannya. Proses pengeringan mengurangi kandungan air dalam makanan, menghambat pertumbuhan bakteri, dan memperpanjang umur simpan.

5. Gunakan Teknik Pembekuan yang Tepat

Pembekuan adalah cara hebat untuk menjaga makanan segar dalam jangka panjang. Pastikan makanan dikemas rapat dalam wadah atau kantong khusus pembekuan, dan usahakan untuk menghilangkan sebanyak mungkin udara sebelum membekukannya. Jangan lupa mencatat tanggal pembekuan untuk menghindari makanan yang terlupakan.

6. Pentingnya Rotasi Stok

Saat menyimpan makanan kering seperti beras, tepung, atau sereal, pertimbangkan untuk menerapkan sistem rotasi stok. Letakkan barang baru di belakang dan gunakan yang lama lebih dulu untuk memastikan makanan selalu segar dan tidak kedaluwarsa.

7. Penyimpanan dalam Kemasan Asli

Beberapa makanan datang dalam kemasan asli yang dirancang untuk mempertahankan kesegarannya. Jika mungkin, biarkan makanan tetap dalam kemasannya hingga digunakan.

8. Perhatikan Ruang Penyimpanan di Kulkas

Setiap bagian di dalam kulkas memiliki suhu yang berbeda. Produk yang mudah rusak, seperti daging segar, sebaiknya disimpan di rak bawah untuk menghindari tumpahan cairan ke makanan lainnya.

9. Jangan Menyimpan Buah dan Sayur Bersama

Buah mengeluarkan gas etilen yang dapat mempercepat pematangan sayuran. Sebaiknya simpan buah dan sayur dalam laci atau wadah yang terpisah.

10. Cermat dalam Menyimpan Makanan Beku

Meskipun makanan beku bisa bertahan lama, tetap perhatikan tanggal kedaluwarsa. Selain itu, hindari membekukan kembali makanan yang telah dicairkan.

Dengan menerapkan teknik-teknik penyimpanan yang tepat, Anda dapat memastikan makanan tetap segar, tahan lama, dan tetap bergizi. Mengingatkan diri untuk selalu memeriksa kondisi makanan yang disimpan secara rutin juga akan membantu mencegah konsumsi makanan yang sudah rusak atau kedaluwarsa.[MY24]

BAGIKAN ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA:

Kategori: Panduan
Kata kunci: , ,
Penulis: