Kesehatan » Panduan

Panduan Awam: Waktu yang Tepat untuk Berjemur di Indonesia

My24hours.net, Indonesia – Jam berapakah waktu yang tepat untuk berjemur di Indonesia agar tubuh menghasilkan Vitamin D3 yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh?

Panduan Awam: Waktu yang Tepat untuk Berjemur di Indonesia
Foto: shutterstock

Merebaknya wabah penyakit berbahaya, memaksa masyarakat untuk mencari cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imun). Salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan memiliki kandungan Vitamin D3 di dalam tubuh.

Salah satu cara mendapatkan Vitamin D3 dalam tubuh adalah dengan bantuan sinar Matahari. Dan untuk mendapatkan sinar Matahari, seseorang perlu berjemur.

Pertanyaannya adalah: Jam berapakah waktu yang tepat untuk berjemur di Indonesia?

Banyak perdebatan di luar sana mengenai waktu yang tepat untuk berjemur. Masing-masing pihak yang berdebat menggunakan alasan yang untuk sebagian dari kita tidak memahaminya.

Sebagian dari kita yang awam terhadap ilmu kesehatan dan ilmu pengetahuan (sains) yang melibatkan penelitian dan istilah yang sangat rumit, menjadi bingung. Kita yang awam hanya butuh jawaban singkat – meskipun pengetahuan yang rinci dan mendalam bisa bermanfaat bagi kita.

Berikut panduan untuk masyarakat awam terkait waktu yang tepat untuk berjemur di Indonesia. Panduan ini sifatnya sangat awam sehingga mungkin tidak sesuai bagi Anda yang menginginkan jawaban yang lebih terperinci.

Waktu yang Tepat untuk Berjemur di Indonesia

Seperti penjelasan di atas, kita membutuhkan sinar Matahari dengan cara berjemur untuk membantu menghasilkan Vitamin D3 di dalam tubuh. Vitamin D3 berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imun).

Namun, tidak semua sinar Matahari dapat membantu menghasilkan Vitamin D3.

Ultraviolet B (UVB)

Sinar Matahari yang dapat membantu menghasilkan Vitamin D3 adalah sinar Matahari yang “mengandung” sinar Ultraviolet B (UVB). Waktu kemunculan jenis sinar ini berbeda-beda tiap negara. Sinar ini muncul di Indonesia sekitar pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Sebelum jam tersebut yang ada adalah sinar Ultraviolet A (UVA) dan setelah jam tersebut yang ada adalah Ultraviolet C (UVC). Keduanya (UVA dan UVC) tidak membantu menghasilkan Vitamin D3.

Lalu, apakah kita harus berjemur pukul 10.00 hingga 15.00 WIB? Tunggu dulu, berikut penjelasan selanjutnya.

Indeks Ultraviolet

Sinar Matahari memiliki kekuatan membakar yang disebut radiasi. Kekuatan radiasi Matahari berbeda tiap hari dan jam. Semakin tinggi kekuatan radiasi Matahari semakin berisiko terbakar dan mengalami gangguan kulit dari kulit menghitam hingga kanker kulit.

Kekuatan radiasi Matahari dikelompokkan secara umum dan disebut sebagi Indeks Ultraviolet (Ultraviolet Index – UV Index). Indeks Ultraviolet tiap harinya dapat dilihat pada prakiraan cuaca misalnya di Acc Weather.

Sumber: WHO

Nilai UV Index 1 hingga 2 (warna hijau) merupakan radiasi berkadar rendah. Kondisi ini aman untuk kulit.

Nilai UV Index 3 hingga 7 (warna kuning dan jingga) merupakan radiasi berkadar sedang. Kondisi ini kurang aman dan tubuh memerlukan perlindungan.

Nilai UV Index 8 hingga 11 (warna merah dan ungu) merupakan radiasi berkadar tinggi. Kondisi ini bahaya untuk tubuh dan perlu dihindari.

Semakin siang, nilai indeks Ultraviolet semakin tinggi. Namun kembali menurun saat hari semakin sore.

Pada umumnya di Indonesia pada pukul 10.00 indeks Ultraviolet menujukkan kadar sedang. Sedangkan saat pukul 11.00 indeks Ultraviolet menunjukkan kadar tinggi. Disarankan Anda memeriksa perkiraan tingkat indeks Ultraviolet sebelum berjemur.

Menentukan waktu berjemur

Untuk menentukan waktu yang sesuai untuk berjemur, kita harus mempertimbangkan keberadaan Ultraviolet B (UVB) dan Indeks Ultraviolet tersebut di atas. Dan ini bisa merupakan sebuah dilema. Di satu sisi UVB muncul saat sinar Matahari terik, di sisi lain Indeks Ultraviolet yang tinggi berisiko penyakit.

Satu-satunya cara adalah menentukan nilai dan waktu tengah antara Ultraviolet B (UVB) dan Indeks Ultraviolet.

Lalu, jam berapa yang tepat untuk berjemur?

Berdasarkan keberadaan Ultraviolet B (UVB) di Indonesia yang umumnya muncul pukul sekitar 10.00 hingga 15.00 WIB, dan batas Indeks Ultraviolet yang masih dapat terima tubuh yaitu pukul 10.00 WIB, maka waktu yang tepat untuk berjemur di Indonesia adalah pukul 10.00 WIB.

Untuk mengurangi risiko terpapar sinar Matahari yang berindeks sedang (moderat) pada pukul 10.00 WIB, maka disarankan cukup berjemur hanya 10 hingga 15 menit dan hindari menjemur bagian tubuh yang sensitif seperti wajah.

Dengan demikian rentang waktu yang tepat untuk berjemur di Indonesia adalah sekitar antara pukul 10.00 hingga 10.15 WIB.

Apakah boleh berjemur di bawah jam 10 pagi?

Bukan boleh atau tidak boleh tetapi apakah bermanfaat atau tidak. Berjemur di bawah jam 10 pagi tidak bermanfaat karena UVB yang dibutuhkan baru muncul sekitar pukul 10.00 WIB di Indonesia.

Menurut penelitian mengenai status Vitamin D dan paparan sinar matahari di Asia Tenggara, menunjukkan bahwa banyak orang Asia Tenggara yang kekurangan Vitamin D. Hal ini disebabkan karena banyak orang-orang Asia Tenggara menghindari cuaca panas justru di saat-saat UVB yang bermanfaat muncul. Tradisi menggunakan hijab juga berisiko kekurangan Vitamin D.

Sekali lagi, panduan ini merupakan panduan untuk mereka yang awam.[MY24]

Catatan: Konten ini termasuk saran dan hanya memberikan informasi umum. Ini sama sekali bukan pengganti pendapat medis yang berkualitas. Selalu berkonsultasi dengan spesialis atau dokter Anda sendiri untuk informasi lebih lanjut. MY24 tidak mengklaim bertanggung jawab atas informasi ini.

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA