Sains

Ini Alasan Minum Kopi Bisa Baik untuk Sistem Pencernaan

My24hours.net, Indonesia – Ada berbagai alasan seseorang minum kopi di pagi hari sebelum melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Alasan Minum Kopi Bisa Baik untuk Sistem Pencernaan
Foto: Youtube

Secangkir kopi dapat memperbaiki hari-hari yang penat dan suasana hati yang suram, dan pikiran yang stres. Para pecinta kopi tidak dapat melalui hari-hari berat tanpa kafein harian. Beberapa bahkan tidak dapat memulai hari mereka tanpa kafein untuk memulai pagi mereka.

Selain menanamkan energi, kopi juga merupakan stimulan hebat yang membuat Anda tetap waspada dan aktif. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan dianggap tidak begitu baik untuk kesehatan. Sakit kepala, insomnia, cepat marah dan gangguan lambung adalah beberapa masalah umum, karena terlalu banyak minum kopi.

Meskipun kopi tidak dianggap sebagai minuman sehat, penelitian tertentu menunjukkan sebaliknya. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan mengklaim bahwa minum kopi mengarah pada pencernaan makanan yang lebih baik, yaitu dapat meningkatkan kesehatan usus.

Ditemukan bahwa sifat-sifat tertentu dari kopi membunuh bakteri usus dan memungkinkan kontraksi usus yang seharusnya, sehingga membuat pergerakan usus menjadi lancar.

Penelitian

Untuk penelitian tersebut, para peneliti memberi kopi pada tikus dan juga mencampurkannya dengan bakteri usus dalam cawan petri. Setelah tiga hari, mereka menemukan bahwa terlepas dari kandungan kafein yang tinggi, kopi menghilangkan bakteri dan meningkatkan motilitas otot. Larutan yang mengandung 1,5 persen kopi menekan bakteri dan mikroba lain dalam kotoran di cawan petri. Bahkan, dengan larutan kopi 3 persen, pertumbuhan mikroba mengalami menurunan.

Selama Digestive Disease Week (DDW) 2019 di San Diego, Xuan-Zheng Shi, profesor di bidang penyakit dalam di University of Texas Medical Branch, Galveston, memberikan sedikit lebih banyak mengenai penelitian tersebut.

Dia mengungkapkan, “Ketika tikus dirawat dengan kopi selama tiga hari, kemampuan otot-otot di usus kecilnya untuk berkontraksi tampaknya meningkat.”

Dia juga menambahkan bahwa hasil untuk semua sampel adalah sama, terlepas dari kandungan kafeinnya. Kopi tanpa kafein memiliki efek yang sama dengan kopi normal dengan kandungan kafein yang tinggi.

[Baca juga: Mana yang Lebih Sehat, Kopi Panas atau Dingin? Ini Jawabannya]

Mengonsumsi kopi terus-menerus menunjukkan adanya peningkatan kontraksi otot yang signifikan pada tikus. Faktanya, ketika kopi diberikan langsung kepada tikus-tikus di laboratorium, hal itu merangsang otot-otot usus kecil ketika jaringan otot bersentuhan langsung dengan kopi.

Temuan penelitian ini dapat memainkan peran penting dalam penelitian klinis di masa depan untuk memastikan apakah kopi dapat membantu dalam pengobatan sembelit pasca operasi dan pemulihan usus setelah operasi perut.

Dengan alasan ini maka minum kopi dengan takaran yang tepat dapat juga memberikan dampak positif.[MY24]

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA