Travel

Ini Alasan Duduk Dekat Jendela agar Hindari Flu di Pesawat

Selasa, 20 Maret 2018

My24hours.net, Amerika Serikat – Apakah Anda ingin hindari flu saat berada di pesawat? Jika ya, duduklah di dekat jendela dan jangan pergi hingga penerbangan selesai.

Anda dapat hindari flu di pesawat dengan duduk dekat jendela
Anda dapat hindari flu di pesawat dengan duduk dekat jendela.

Itulah yang dikatakan beberapa pakar selama bertahun-tahun. Dan mungkin inilah saran terbaik yang muncul dari upaya baru untuk memastikan terkena risiko virus di pesawat terbang.

Hal itu diungkapkan dalam sebuah penelitian tentang risiko terkena pilek atau flu selama perjalanan udara. Beberapa pakar percaya bahwa duduk di kursi dekat jendela akan menjauhkan penumpang dari orang-orang yang menular yang mungkin berada di lorong atau berlalu-lalang.

Studi baru, yang dipublikasikan pada Senin (19/3/2018), menyampaikan kesimpulan yang sama.

Untuk seseorang yang tidak ingin sakit, “duduk di kursi jendela dan jangan berpindah,” kata Vicki Stover Hertzberg peneliti utama penelitian tersebut dari Universitas Emory di Atlanta.

Dalam penelitian tersebut regu peneliti melakukan penjelajahan di seluruh dunia untuk menguji permukaan kabin dan udara terhadap virus. Penelitian tersebut juga mengamati bagaimana orang-orang bersentuhan satu sama lain.

Tapi penelitian itu juga memiliki kekurangan. Dengan total 10 penerbangan, mereka hanya menemukan satu orang batuk. Dan meskipun eksperimen dilakukan selama musim flu lima tahun yang lalu, mereka bahkan tidak menemukan satu dari 18 virus flu dan pilek yang mereka uji.

Menurut Hertzberg, ada kemungkinan bahwa para peneliti tidak beruntung, karena mereka berada di pesawat yang kebetulan tidak memiliki orang sakit.

Penelitian baru ini dimulai dan didanai oleh produsen jet Boeing Co. yang berbasis di Chicago. Penelitian ini juga merekrut salah satu peneliti, Howard Weiss dari Georgia Tech, dan mendapat masukan dalam penulisan hasilnya. “Tetapi tidak ada tekanan khusus untuk mengubah material atau orientasinya dengan cara lain,” kata Hertzberg.

Artikel penelitian tersebut dipublikasikan secara elektronik oleh jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences.

Para peneliti melakukan beberapa pemodelan matematika dan simulasi komputer dalam penelitian itu. Hal itu dilakukan untuk menentukan seberapa besar kemungkinan orang-orang yang duduk di kursi lorong terserang virus. Mereka menyimpulkan bahwa rata-rata, hanya satu orang dengan penerbangan sekitar 150 penumpang yang terinfeksi.

Para peneliti yang tidak terlibat mengatakan akan sulit menggunakan penelitian yang relatif kecil itu untuk membuat kesimpulan umum tentang risiko penumpang pesawat udara yang terkena pilek atau flu, apalagi penyakit lain seperti campak atau tuberkulosis.

Tapi ini adalah penelitian baru tentang subjek yang belum diteliti dengan baik, kata mereka. Sejumlah penelitian telah melihat bagaimana virus pernapasan menyebar di laboratorium dan di rumah. tetapi “ini adalah pertama kalinya saya melihatnya dilakukan untuk pesawat,” kata Seema Lakdawala, seorang ahli biologi Universitas Pittsburgh yang mempelajari bagaimana flu menyebar.

Secara umum, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa jika ingin hindari flu di pesawat ada baiknya duduk di dekat jendela.[My24]

SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
Kata kunci:
Penulis:
loading...