Panduan

Cara Membuat Presentasi Kerja yang Lebih Baik

My24hours.net, Indonesia – Membuat presentasi kerja yang lebih baik dapat dilakukan oleh siapa pun dengan melakukan langkah-langkah berikut.

Cara Membuat Presentasi Kerja yang Lebih Baik
Foto: pinterest

Membuat presentasi kerja menjadi penting baik Anda menggunakannya untuk mempresentasikan hal-hal yang baru yang penting pada rapat dewan, mendokumentasikan informasi internal untuk buku pegangan karyawan, atau berbagi proposal strategi pemasaran baru.

Saat membuat template presentasi, Anda perlu mengingat keseimbangan antara tampilan dan kegunaan. Sesuatu bisa terlihat sangat bagus, tetapi jika itu tidak memberikan komunikasi pesan dengan baik, maka itu tidak ada artinya meskipun betapa indahnya itu.

Dari keterbacaan hingga penyajian informasi secara efektif, berikut beberapa panduan prinsip dasar dan kiat membuat presentasi agar presentasi kerja menjadi lebih baik.

Cara Membuat Presentasi Kerja yang Lebih Baik

1. Keterbacaan

Pernahkah Anda melihat slide yang dipenuhi dengan begitu banyak konten dan suara latar belakang sehingga Anda bahkan tidak ingin repot-repot membacanya? Presentasi yang terlihat bagus memang bagus, tetapi pemirsa harus dapat dengan mudah membaca slide dan mencerna konten agar bermanfaat. Berikut adalah beberapa tip untuk mendesain presentasi yang dapat dibaca.

Perlunya area kosong

Pastikan ada cukup margin di sekitar teks Anda agar tidak terasa sempit.

Saat menulis, usahakan jelas dan ringkas

Blok teks yang besar bisa mengintimidasi. Jika Anda menulis paragraf, batasi hingga 12 kata per baris agar terbaca optimal (membaca baris teks yang panjang menyebabkan kelelahan).

Perhatikan ketinggian huruf

Jenis huruf dengan x-height (ukuran badan) yang lebih tinggi jauh lebih mudah dibaca, terutama pada ukuran yang lebih kecil.

Ketinggian antar baris yang tepat juga penting

Baris yang terlalu ketat membuat sulit untuk dibaca / sesak. Terlalu longgar membuat paragraf tidak lagi menjadi satu kesatuan yang kompak.

Saat berhadapan dengan keterbacaan, pikirkan tentang bagaimana orang akan melihatnya. Presentasi tidak hanya untuk memberikan ceramah di atas panggung atau di ruang rapat. Saat ini, presentasi sering digunakan untuk berbagi informasi, pembaruan internal, dan dokumentasi perusahaan. Jika Anda tidak berada di sana untuk mempresentasikan secara langsung, tata letak dan struktur yang baik adalah bentuk terbaik komunikasi nonverbal dan efektif Anda.

Membuat presentasi untuk penggunaan internal seringkali lebih mudah karena presentasi ini pada dasarnya digunakan sebagai dokumen. Saat Anda bekerja di layar untuk dilihat di layar, apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan. Namun, jika Anda membuat presentasi untuk konferensi, Anda juga harus mempertimbangkan seperti apa tampilannya di layar lebar.

Apakah salinan Anda dapat dibaca dari jauh dan dari sudut yang berbeda? Adakah kontras yang cukup bagi audiens Anda untuk melihat detail penting tanpa menyipitkan mata? Baik itu untuk layar besar, seluler, atau dimaksudkan untuk dicetak – semua media ini memiliki pertimbangan berbeda yang akan memengaruhi keputusan desain presentasi Anda.

2. Menyajikan informasi secara efektif

Presentasi tidak harus diisi dengan bagan yang rumit dan diagram yang sulit dicerna. Dirancang dengan benar, visual membuat data atau informasi yang kompleks mudah dipahami. Saat ini, ada banyak opsi untuk menyajikan informasi di luar bagan dan grafik: Anda dapat menyematkan video, menggunakan GIFS, atau menautkan ke sumber daya lain untuk memperluas poin Anda.

Memecah informasi menjadi 3 poin utama pada slide

Anda dapat dengan mudah mengubah slide teks yang sempit menjadi visual yang terorganisir dengan baik hanya dengan memecah informasi menjadi tiga poin utama.

Gunakan penekanan dan hierarki untuk poin terpenting

Soroti poin-poin yang tentunya tidak ingin Anda lewatkan secara visual – dengan memperbesar ukuran font, membuatnya berwarna yang berbeda, atau menebalkannya.

Jangan menambahkan visual tambahan tanpa alasan

Visual harus mendukung, bukan mengalihkan, maksud dan tujuan Anda. Terlalu banyak visual menyebabkan slide terlihat berantakan.

3. Menciptakan konsistensi visual dalam presentasi

Saat mendesain presentasi slide demi slide, Anda sering berakhir dengan sekumpulan slide yang berfungsi secara individual, tetapi kekurangan hubungan sebagai satu kesatuan. Hal ini dapat menyebabkan revisi yang menyakitkan pada konten, tata letak, struktur, dan tentu saja, desain. Penting untuk membangun konsistensi visual ke dalam presentasi Anda sejak awal, dan mengingatnya saat Anda mendesain.

Latar belakang dan bingkai slide dapat membantu Anda menciptakan konsistensi di seluruh dek slide Anda. Apakah padat atau gradien, diisi dengan bentuk atau foto atau bahkan pola, menjaga latar belakang Anda tetap sama (atau serupa) di seluruh slide membantu mereka merasa lebih berhubungan saat orang menavigasi. Cara lain untuk mencapai ini adalah dengan membingkai slide Anda dengan bilah atas atau bilah sisi.

4. Pertimbangkan konteksnya

Desain presentasi terbaik selalu bergantung pada konteksnya. Audiens dan tujuan Anda memengaruhi segalanya mulai dari pilihan font hingga warna. Misalnya, jika Anda merancang Laporan Tahunan untuk bank korporat yang sudah lama berdiri, Anda mungkin tidak ingin menggunakan warna merah muda cerah, tetapi sesuatu yang lebih profesional dan serius, seperti biru tua.

Mempertimbangkan konteks adalah penting, tidak hanya pada tahap awal menghasilkan konsep tetapi sepanjang proses mendesain presentasi.

Karena itu, berikut ini ringkasan kiat-kiat dalam merancang dan membuat presentasi kantor maupun untuk keperluan lain, dan hal-hal penting yang perlu diingat saat Anda mendesainnya.

  • Tata letak dan struktur yang baik akan menjadi bentuk komunikasi nonverbal terbaik Anda yang efektif — jaga agar slide Anda tetap tidak terlalu penuh, mudah dicerna, dan diamati.
  • Uji presentasi Anda dalam media yang sebenarnya yang akan dilihat darinya. Ini akan bervariasi dari dokumen yang dicetak hingga layar overhead / layar yang diperbesar.
  • Ingat, desain yang bagus hanyalah sampingan darinya! Konten dan presentasi sama pentingnya.
  • Tanyakan pada diri Anda: Apakah konten Anda mudah amatii? Akankah audiens Anda dapat memahaminya tanpa harus membaca konten berulang kali? Akankah grafik atau diagram membantu?[MY24]
Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA