Internasional » Teknologi

Geger, Jutaan Data Pengguna Ponsel Malaysia Dicuri

Rabu, 1 November 2017

My24hours.net, Malaysia – Rincian data pribadi dari sekitar 46,2 juta pelanggan telepon seluler di Malaysia telah dicuri, media setempat melaporkan Selasa (31/10/2017).

Ilustrasi. Data ponsel
Ilustrasi. Data ponsel

Situs teknologi online lowyat.net mengatakan bahwa peretas memiliki alamat rumah, nomor kartu identitas, informasi kartu SIM dan data pribadi hampir seluruh populasi Malaysia yang berjumlah 32 juta. Banyak warga Malaysia yang memiliki beberapa nomor ponsel.

Dalam apa yang diyakini sebagai kejahatan pencurian data terbesar di negara jiran tersebut, situs tersebut pada Senin (30/10/2017) “mengonfirmasi” bahwa 46,2 juta nomor ponsel dibocorkan secara online.

Dalam sebuah laporan tindak lanjut dalam peringatan pada tanggal 19 Oktober mengatakan bahwa seseorang telah mencoba untuk menjual data dari pencurian data besar pada tahun 2014.

Selain itu, menurut situs teknologi tersebut, 81.309 catatan dari Malaysian Medical Council, Malaysian Medical Association dan Malaysian Dental Association juga terkena peretasan.

Catatan tersebut berisi informasi pribadi seperti alamat tempat tinggal beserta nomor KTP dan telepon genggam.

Regulator komunikasi dan internet, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC), mengatakan pihaknya bersama dengan kepolisian sedang menyelidiki kejahatan tersebut.

Polisi mengatakan penyelidikan tersebut dipimpin oleh Departemen Perlindungan Data Pribadi, sebuah badan di bawah Kementerian Komunikasi dan Multimedia.

Seperti yang dilansir The Straits Times, Rabu (1/11/2017), pendiri lowyat.net Vijandren Ramadass mengatakan kepada bahwa tim situs tersebut mengikuti jejak online yang ditinggalkan oleh individu yang mencoba menjual data-data tersebut dan menemukan bahwa informasi tersebuttelah tersedia untuk diunduh secara gratis.

“Kami telah mengungkapkan rincian lengkap ke MCMC,” katanya, menambahkan bahwa dia yakin para penyedia layanan telokomunikasi harus mengakui peretasan tersebut telah terjadi dan selanjutnya memberi tahu pelanggan mereka.

MCMC telah mengadakan pertemuan dengan para penyedia layanan telekomunikasi lokal untuk memastikan bahwa mereka mengetahui kebocoran tersebut dan akan bekerja sama penuh dengan para penyelidik.

Analis keamanan siber mengatakan bahwa para peretas bisa membuat Malaysia rentan terhadap serangan pada telepon.

“Para penipu (bisa) berpura-pura menjadi seseorang yang menelepon atau mengirim SMS dari penyedia telekomunikasi karena mereka dapat membuktikan bahwa mereka memiliki rincian pribadi targetnya,” kata pakar strategi jaringan dan keamanan Gavin Chow.

Chow mengatakan pengguna harus waspada saat menerima panggilan dan pesan dari orang asing. “Jangan tertipu untuk berbagi lebih banyak detail pribadi, mentransfer dana atau memasang aplikasi.”[My24]

Kata kunci:
Penulis: