Internasional

Negara Islam Klaim Penembakan Massal di Las Vegas

Senin, 2 Oktober 2017

My24hours.net, Amerika Serikat – Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan massal di Las Vegas pada Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat.

Petugas polisi berdiri di lokasi penembakan di dekat resor dan kasino Mandalay Bay di Las Vegas, Minggu, 1 Oktober 2017. Beberapa korban dibawa ke rumah sakit setelah syuting pada hari Minggu di sebuah festival musik di Las Vegas Strip. Foto: AP / John Locher
Petugas polisi berdiri di lokasi penembakan di dekat resor dan kasino Mandalay Bay di Las Vegas, Minggu, 1 Oktober 2017. Beberapa korban dibawa ke rumah sakit setelah syuting pada hari Minggu di sebuah festival musik di Las Vegas Strip. Foto: AP / John Locher

Seperti yang dilansir Associated Press, Senin (2/10/2017), ISIS mengklaim pelaku adalah “seorang tentara” yang telah memeluk Islam beberapa bulan yang lalu.

Kelompok teroris Islamis tersebut merilis dua pernyataan di kantor berita Aamaq pada hari Senin, beberapa jam setelah penembakan di sebuah konser musik country yang menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai sedikitnya 400 orang.

Tidak disebutkan oleh ISIS nama penembak yang diidentifikasi oleh polisi Las Vegas bernama Stephen Paddock berusia 64 tahun. Namun ISIS mengatakan bahwa pelaku telah “melaksanakan operasi tersebut sebagai tanggapan atas seruan menargetkan negara-negara koalisi” yang melawan kelompok teroris Islamis di Irak dan Suriah tersebut.

Menurut Kepolisian Las Vegas, Amerika Serikat (AS), menyatakan pelaku penembakan tersebut, Stephen Paddock, melakukan bunuh diri ke kamar hotelnya yang ada di lantai 32 Hotel dan Kasino Mandalay Bay.

Sebelumnya, laporan menyebutkan Paddock tewas ditembak polisi. Namun dalam pernyataan terbaru Kepolisian Las Vegas juga Sheriff Clark County, Joseph Lombardo, menegaskan Paddock menghabisi nyawanya sendiri.

“Kami meyakini pelaku menembak dirinya sendiri sebelum kami masuk (ke kamar hotel),” kata Lombardo dalam konferensi pers.

Presiden AS Donald Trump mengatakan negara harus tetap bersatu. Dia mengatakan bahwa meskipun “merasakan kemarahan yang begitu besar atas pembunuhan tanpa alasan terhadap sesama warga kita, cinta kitalah yang mengikat kita hari ini dan akan selalu demikian.”[My24]

Kata kunci: ,
Penulis:

 
loading...