Gaya Hidup

Bagaimana Cara Membantu Anak yang Sangat Sensitif?

Senin, 30 April 2018

My24hours.net, Singapura – Sifat yang sangat sensitif bisa menjadi salah satu sifat yang dimiliki seorang anak. Bagaimana membantu anak dengan sifat yang sangat sensitif ini?

Ilustrasi.

Jika anak Anda mudah terpengaruh oleh lingkungannya, menangis lebih mudah daripada biasanya dan ekstra sensitif terhadap suasana hati dan emosi orang lain, maka Anda mungkin membesarkan anak yang sangat sensitif.

“Anak-anak yang sangat sensitif memiliki sifat-sifat yang sangat peka terhadap indra mereka seperti pemandangan dan suara, sangat mudah terstimulasi dan bereaksi sangat cepat terhadap rangsangan ini. Ini mungkin merupakan pembentukan kepribadian dan bukan merupakan diagnosis klinis yang sebenarnya,” jelas psikiater Dr. Lim Boon Leng dari Dr BL Lim Center untuk Kesehatan Psikologis Singapura.

Dia menambahkan bahwa kepekaan dan iritabilitas ketika indra mereka kewalahan sudah terlihat bahkan ketika anak itu baru berumur beberapa bulan.

“Ketika anak-anak tumbuh dewasa, mereka cenderung belajar untuk mengatasinya dan menjadi lebih sensitif. Sebagian besar waktu, anak mungkin memiliki kepekaan yang tinggi tetapi tidak sampai menyebabkan kesulitan dalam hidup. Jika demikian, terimalah dan bantulah anak tersebut secara bertahap mengatasi sensorium* yang sulit merupakan cara terbaik untuk maju. Jika sensitivitasnya parah, yang terbaik adalah mencari bantuan dengan profesional kesehatan mental.”

Sesorium adalah bagian otak atau pikiran berkaitan dengan penerimaan dan interpretasi rangsangan indrawi.

Bagaimana Anda bisa membantu anak Anda yang sangat sensitif?

Anak yang sangat sensitif membutuhkan banyak kesabaran, kepedulian dan perhatian. Berikut beberapa cara untuk membantu mereka:

1. Terima dan rangkul

Langkah pertama adalah merangkul dan merayakan perbedaan anak Anda. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda mencintai dan mendukung mereka. Anak-anak yang sangat sensitif tidak dapat mengendalikan apa yang mereka rasakan. Alih-alih mencoba mengubahnya, justru Anda perlu menerimanya. Fokus pada kekuatan mereka. Anak-anak yang sangat sensitif cenderung lebih kreatif, welas asih, empatik, perseptif dan peduli.

2. Memahami pemicu

Apakah anak Anda menemukan suara-suara tertentu yang terlalu berderit? Apakah bahan pakaian tertentu terasa gatal dan menusuk kulit mereka? Kerumunan besar, bertemu orang asing, mencoba makanan yang berbeda, melakukan sesuatu yang baru? Ini adalah contoh dari apa yang dapat memicu anak Anda yang mendorong mereka keluar dari zona nyaman mereka. Amati dan temukan apa yang membuat anak Anda bereaksi dengan kuat. Dengan menghindari pemicu ini, Anda dapat membantu mencegah anak Anda menjadi kewalahan oleh perasaan dan emosinya.

3. Ajarkan anak Anda cara menenangkan diri

Memberitahu anak untuk “berhenti menangis” atau “diam” tidak akan berhasil. Ledakan emosi mungkin tidak terelakkan, tetapi Anda dapat mencoba menenangkan mereka, sehingga reaksi mereka akan menjadi lebih ringan dan lebih pendek.

Ajari anak Anda untuk mengambil napas dalam-dalam ketika mereka mulai merasa kesal atau cemas. Lakukan hitungan sampai 10 ketika mereka merasa ingin menangis atau menjerit. Dan ajari mereka kalimat seperti “Perasaan ini akan segera hilang”, “Saya baik-baik saja” atau “Saya dapat menangani ini” yang digunakan untuk meyakinkan diri mereka bahwa semuanya baik-baik saja atau akan baik-baik saja.

Bekerjasamalah dengan anak Anda untuk mencari tahu apa yang menenangkannya. Musik yang menenangkan, membaca buku, aktivitas tenang seperti mewarnai atau origami. Ini bisa dilakukan ketika anak Anda mulai merasa kewalahan.

4. Bicaralah dengan mereka

Beberapa anak mungkin tidak tahu apa masalahnya atau bagaimana mengungkapkan secara verbal apa yang mereka rasakan. Sehingga mereka menjadi frustrasi dan kembali ke satu-satunya cara yang mereka tahu, yaitu menangis. Ajarkan kata-kata anak Anda yang menggambarkan bagaimana perasaan mereka. Kata-kata perasaan termasuk “bahagia”, “sedih”, “marah”, “takut”, “gila”, “tidak nyaman”, “malu”, “pemalu” dan “kecewa”. Ketika mereka dapat memberi label perasaan mereka, mereka akan lebih memahami dan menghubungkan perasaan mereka dengan mengapa mereka merasa seperti itu.

Selama atau setelah tenang, tanyakan kepada anak Anda mengapa mereka kesal dan bantu anak Anda mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Juga, diskusikan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat diri mereka merasa lebih baik. Dengarkan anak Anda dan pujilah anak mereka atas upaya yang mereka lakukan.

5. Adopsi jenis disiplin yang berbeda

Semua anak, bahkan yang sangat sensitif, perlu diajarkan benar dan salah, apa yang bisa atau tidak bisa mereka lakukan dan apa batasan dan aturan yang harus mereka ikuti. Namun, karena sifat mereka, anak-anak yang sangat sensitif akan merespons kedisiplinan lebih intens daripada anak-anak umumnya.

Disiplin yang keras seperti berteriak, memarahi, memukul, atau menyuruh diam tidak akan berhasil untuk mereka. Jadi, terapkan pendekatan disipliner yang lebih lembut ketika Anda berbicara dengan anak Anda. Jelaskan batasan mereka serta konsekuensi dari tindakan mereka.[My24]

Sumber: Smart Parents

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...