Teknologi

Cara Mengaktifkan Perlindungan Ransomware Windows 10

My24hours.net, Indonesia – Kini Anda dapat mengaktifkan perlindungan ransomware Windows 10 agar terhindar dari kejahatan pemerasan.

Cara Mengaktifkan Perlindungan Ransomware Windows 10

Perlindungan ransomware Windows 10 tetap menjadi garis pertahanan pertama bagi konsumen yang menggunakan Windows pada tahun 2021.

Ransomware atau perangkat pemeras adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga Anda melakukan pembayaran sebagai tebusannya.

Ransomware tidak hanya menolak akses ke data Anda tetapi juga meminta uang tebusan dibayarkan. Dan penjahat semakin beralih ke apa yang disebut “pemerasan ganda”, ketika mereka mengancam akan mengekspos data sensitif pengguna jika uang tebusan terpisah tidak dibayarkan.

Dan harga pembayarannya terus meningkat. Pada tahun 2020, biaya rata-rata ransomware hampir tiga kali lipat menjadi 312.493 dolar AS pada tahun 2020 dan ‘jumlah tertinggi yang dibayarkan’ dua kali lipat menjadi 10 juta dolar AS, menurut Palo Alto Networks.

Cara Mengaktifkan Perlindungan Ransomware Windows 10

Apakah Anda terlindungi? Dasar-dasar perlindungan ransomware Windows

Tanpa sepengetahuan banyak konsumen pengguna Windows, Microsoft memberikan perlindungan ransomware bawaan sebagai bagian dari Windows Defender, yang dapat Anda temukan di bawah Virus & Threat Protection.

Dasar-dasar untuk mengaktifkannya tidak rumit: ketik “Ransomware Protection” di bilah pencarian Windows 10 Cortana (biasanya di kiri bawah bawah layar) lalu buka layar “Ransomware Protection“.

Anda diberi pilihan untuk memilih Controlled folder access. Kemudian Anda memiliki opsi untuk memilih folder mana yang ingin Anda lindungi.

Taktik untuk menangkis ransomware

Sangat disarankan oleh profesional keamanan siber agar Anda menggunakan layanan hosting file berbasis awan (cloud) dengan pencadangan otomatis, seperti Microsoft OneDrive, sehingga Anda mencadangkan file secara teratur.

Pertahanan bagus lainnya adalah apa yang disebut strategi “celah udara” di mana perangkat penyimpanan eksternal benar-benar terputus (yaitu, offline) dari komputer dan internet Anda. Cadangkan file Anda, lalu lepaskan perangkat penyimpanan.

Nasihat lainnya adalah memisahkan perangkat kerja dan pribadi. Sementara ini penyerang cenderung menargetkan perusahaan, sekolah, dan rumah sakit, karena melihat banyak yang bekerja dari rumah dan berbelanja di perangkat kerja mereka.[MY24]

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA