Teknologi

Layang-Layang Bawah Air Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut

Selasa, 30 Mei 2017

My24hours.net, Inggris Raya – Ini bukanlah layang-layang biasa yang terbuat dari kertas untuk diterbangkan di udara, tetapi sebuah teknologi yang dirancang untuk menghasilkan energi dari arus pasang surut.

Layang-layang bawah air, Deep Green. Foto: minesto
Layang-layang bawah air, Deep Green. Foto: minesto

Purwarupa layang-layang bawah air ini sangat berbeda dengan yang digunakan untuk terbang. Desainnya memungkinkannya meluncur di bawah air dengan kecepatan hingga sepuluh kali lebih cepat dari pada arus pasang surutnya itu sendiri.

Teknologi ini berawal dari sejumlah peneliti asal Eropa yang berkerja sama dalam upaya memanfaatkan arus pasang surut yang mencetuskan ide proyek teknologi energi arus pasang surut Deep Green.

Sampai saat ini, lima purwarupa layang-layang bawah air yang diproduksi oleh Minesto, perusahanan pengembang teknologi berbasis di Swedia ini, telah dibuat serta diuji, dan listrik pertamanya dihasilkan pada tahun 2009.

“Ini sebuah layang-layang, dan ini ditambatkan ke dasar laut. Pada saat air pasang kita memiliki kekuatan angkat: air mendorong. Sayap membuatnya terbang maju; tapi sebenarnya berakselerasi, sehingga membuat turbin berputar. Dan saat turbin berputar, Anda menghasilkan listrik,” jelas Heije Westberg, kepala petugas teknisi Minesto seperti yang dilansir Euronews Senin pekan lalu (22/5/2017).

Kali ini tim ilmuwan dari sebuah proyek penelitian Eropa melakukan tes untuk menilai desain dan kecepatan dan kedalaman terbaiknya di bawah air di mana layang-layang tersebut dapat menghasilkan energi dengan cara yang lebih efisien.

Lokasi tempat pengujian tersebut berada di terowongan laut Strangford Lough, Irlandia Utara, Inggris Raya, yang arus pasang surutnya secara teratur naik ke amplitudo empat meter dengan kecepatan rata-rata 1,4 meter per detik.

“Kecepatan aliran (arus pasang surut) berbeda saat Anda melihat melalui kedalaman yang berbeda di kolom air,” kata Neil Laughlin, Software Engineer, Minesto.

“Dan kita bisa memanfaatkannya; Layang-layang tersebut memiliki fleksibilitas yang dapat kita ubah beberapa parameternya dan menyuruhnya untuk terbang dengan ketinggian yang berbeda tergantung pada kecepatan arus pasang surut yang paling baik,” jelasnya.

Berbahan ringan namun tahan dan sepenuhnya berdesain hidro-dinamis, memungkinkan layang-layang tersebut melakukan perjalanan di bawah air dalam keselarasan yang baik dengan arus pasang surut dengan kecepatan yang bervariasi.

Layang-layang bawah air Deep Green ini menghasilkan listrik dengan prinsip unik yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

Cara kerja layang-layang bawah air pembangkit listrik tenaga arus pasang surut.
Cara kerja layang-layang bawah air pembangkit listrik tenaga arus pasang surut. Foto: minesto

(1) Arus air menciptakan gaya angkat hidrodinamik pada sayap yang mendorong layang-layang ke depan.
(2) Lengan layang dikendarai dalam lintasan berbentuk delapan oleh kemudi dan mencapai kecepatan hingga sepuluh kali kecepatan arus air.
(3) Saat layang-layang terbang di arus, air mengalir melalui turbin pada kecepatan yang sama dan listrik dihasilkan di generator.
(4) Listrik disalurkan melalui kabel di tambatan yang menempel pada sayap.
(5) Listrik mengalir melalui kabel di dasar laut ke jaringan listrik di pantai.

Rencananya sekarang adalah untuk membangun dan memasang layang-layang yang jauh lebih besar dengan bentang 12 meter, masing-masing dirancang untuk menghasilkan listrik hingga 1,6 gigawatt per tahun.

Indonesia yang merupakan negara maritim yang dikelilingi oleh lautan yang secara jelas banyak menyediakan bahan utama berupa arus pasang surut, diharapkan dapat mengadopsi teknologi ini untuk menyediakan pasokan listrik.[My24]

Kata kunci:
Penulis:

 
loading...