Gaya Hidup

7 Cara Pintar Mengajarkan Feminisme pada Anak

My24hours.net, Indonesia – Jika Anda memutuskan untuk mengajarkan feminisme kepada anak Anda, putra atau putri, itu hal yang bijak.

Mengajarkan Feminisme pada Anak
Foto: shutterstock

Tetapi, untuk sesuatu yang sangat penting, pengondisian perlu dilakukan dengan benar.

Antara usia 3 dan 5, anak-anak dapat menemukan perbedaan gender dan membentuk pendapat mereka sendiri. Selanjutnya mereka dapat membentuk kepribadian mereka.

Karenanya, mengajarkan feminisme kepada putra atau putri, dalam memahami pentingnya kesetaraan, harus dimulai sejak muda. Bahkan perlu diperkenalkan sebelum mereka memahami ABCD dan angka. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang efektif untuk membesarkan anak-anak yang lebih baik dan pintar di tahun ini.

Cara Mengajarkan Feminisme pada Anak

1. Tunjukkan teladan yang baik

Bagaimana anak-anak belajar apa yang benar dan apa yang tidak? Dengan mengamati orang tua, kakek-nenek, dan keluarga mereka terlebih dahulu. Sebagai orang tua, jangan takut melawan stereotip dan melakukan hal yang benar. Pria bisa memasak dan wanita bisa mengelola keluarga. Anak-anak harus diajari bahwa tidak ada pekerjaan yang hanya ‘dikhususkan’ untuk jenis kelamin tertentu.

2. Dorong kegiatan yang bersifat netral gender

Beramal dimulai dari rumah dan begitu juga kesetaraan. Jika Anda benar-benar ingin membesarkan anak yang lebih menerima dan terbuka di dunia yang terus berubah, mulailah dengan menghilangkan peran spesifik gender di rumah. Biarkan anak laki-laki bebas untuk bermain dengan boneka, anak perempuan untuk berperilaku dengan cara tertentu atau bermain olahraga. Dorong mereka untuk menghilangkan stereotip. Melakukan ini pada usia dini akan membantu membuat pilihan yang lebih cerdas.

Cara lain untuk melakukannya adalah dengan mendorong anak laki-laki untuk bermain dengan anak perempuan dan sebaliknya. Jangan membatasi interaksi mereka.

3. Dorong menggunakan bahasa yang tepat

Ketika putra Anda menangis, jangan katakan “Kamu menangis seperti seorang perempuan” atau ketika putri Anda duduk dengan cara tertentu, jangan mengejeknya dan katakan padanya untuk bertindak lebih feminin. Anak-anak di usia muda mengambil apa yang mereka lihat dan menirunya. Karenanya, menanamkan nilai-nilai yang benar dan tepat sangatlah penting.

[Baca juga: 16 Sikap yang Harus Anak Anda Ketahui dan Pelajari]

4. Larangan seksisme – di mana pun Anda melihatnya

Seksisme adalah penggunaan kata atau frasa yang meremehkan atau menghina berkenaan dengan kelompok, gender, ataupun individual. Apakah itu kartun dengan norma gender yang buruk yang Anda lihat atau kategorisasi warna di toko, hentikan dan bantu anak Anda mengidentifikasi kesalahan. Identifikasi apa itu seksis dan apa yang dapat diterima untuk menanamkan nilai-nilai feminis.

5. Ajarkan hak untuk menolak disentuh

Mengajari anak-anak tentang sentuhan yang baik, sentuhan yang buruk dan hak atas tubuh mereka sendiri adalah sesuatu yang sama pentingnya dengan mengajari mereka keterampilan berbahasa. Ajari anak Anda bahwa mereka memegang kendali penuh atas tubuh mereka dan tidak ada yang berhak memberi tahu mereka sebaliknya. Mendorong kepositifan tubuh juga selangkah lebih maju untuk membesarkan anak-anak yang cerdas.

6. Puji putri Anda dengan cara yang benar

Putri Anda mungkin cantik, tetapi juga penting bahwa Anda memujinya atas kualitas lain juga yaitu non-fisik. Catat kecerdasannya, kesadarannya, dan dia akan merasa percaya diri. Itu juga akan membuatnya merasa setara dengan teman-temannya.

7. Ajarkan putra Anda hal ini

Ajarkan anak laki-laki Anda dua kata emas – persetujuan dan rasa hormat. Anak laki-laki harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan dibuat untuk memahami bahwa mereka tidak dapat lolos dari tindakan, perilaku yang tidak pantas atau komentar karena jenis kelamin mereka. Apa pun jenis kelaminnya, mereka harus belajar menghargai semua orang.[MY24]

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA