Gaya Hidup

7 Makanan Tahun Baru Imlek yang Simbolkan Keberuntungan

Minggu, 11 Februari 2018

My24hours.net, Tiongkok – Dalam tradisi Tionghoa, sejumlah makanan Tahun Baru Imlek memiliki makna simbolis keberuntungan.

Makanan yang disajikan selama perayaan Tahun Baru Imlek, terutama Malam Tahun Baru, memiliki simbol keberuntungan untuk tahun depan. Simbolis keberuntungan dari makanan Tahun Baru Imlek ini berdasarkan pada pengucapan atau penampilan mereka.

Berikut 7 makanan Tahun Baru Imlek simbol keberuntungan
1. Ikan
Ikan menjadi salah satu makanan Tahun Baru Imlek, simbol kemakmuran.
Ikan menjadi salah satu makanan Tahun Baru Imlek, simbol kemakmuran.

Ikan merupakan simbol dari kemakmuran. Dalam bahasa Mandarin kata “ikan” adalah Yú (鱼) yang terdengar seperti kata Yú (余) yang berarti “berlebih”. Siapa yang tidak ingin selalu mengalami keberlebihan di akhir tahun? Dengan berhasil memiliki sesuatu yang berlebih di akhir tahun, maka akan dapat menghasilkan lebih banyak di tahun depan. Jenis ikan yang digunakan biasanya ikan bandeng dan ikan emas.

2. Dumpling
Dumpling sebagai simbol kekayaan
Dumpling sebagai simbol kekayaan

Dumpling atau Jiǎozi (饺子) memiliki sejarah lebih dari 1.800 tahun merupakan simbol kekayaan. Dumpling biasanya dibuat agar terlihat seperti batangan perak Tiongkok kuno (bukan berbentuk balok tapi berbentuk kapal, oval, dan mencuat di kedua ujungnya). Legenda mengatakan bahwa semakin banyak Dumpling yang Anda makan selama perayaan Tahun Baru Imlek, semakin banyak uang yang dapat Anda hasilkan di Tahun Baru.

3. Lumpia
Lumpia sebagai simbol kekayaan.
Lumpia sebagai simbol kekayaan.

Lumpia (春卷 Chūnjuǎn) adalah hidangan dim sum berbentuk silinder yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis. Isi dibungkus dalam bungkus adonan tipis, lalu digoreng. Bentuknya yang panjang dan warnanya yang keemasan saat setelah digoreng membuat Lumpia terlihat seperti batangan emas. Inilah mengapa Lumpia dijadikan simbol kekayaan.

4. Kue Keranjang
Kue Keranjang sebagai simbol pendapatan atau kedudukan yang lebih baik lagi.
Kue Keranjang sebagai simbol pendapatan atau kedudukan yang lebih baik lagi.

Nama asli dari kue keranjang adalah Kue Tahunan (年糕 Niángāo) yang dalam bahasa Mandarin terdengar seperti kata Niángāo (年高) yang berarti “tahun yang lebih baik lagi”. Kue ini disebut Kue Tahunan karena hanya dibuat setiap satu tahun sekali yaitu saat perayaan Tahun Baru Imlek. Kue ini dibuat dari tepung ketan dan gula yang kemudian dicetak. Di Indonesia dan Malaysia kue ini disebut Kue Keranjang atau Kuih Bakul karena dicetak menggunakan wadah keranjang atau bakul. Kue Keranjang merupakan simbol pendapatan atau kedudukan yang lebih baik lagi. Sifatnya yang lengket juga menyimbolkan kelengketan atau keeratan hubungan keluarga.

5. Onde
Onde atau ronde menyimbolkan reuni dan kebersamaan
Onde atau ronde menyimbolkan reuni dan kebersamaan

Umumnya, Onde atau Ronde atau Tāngyuán (汤圆) adalah makanan khas saat perayaan Dōngzhì. Tapi bagi etnis di Tiongkok Selatan, makanan ini juga menjadi makanan Tahun Baru Imlek. Pengucapan yang terdengar menyerupai kata Tuányuán (团圆) yang berarti “reuni” dan bentuknya yang bulat dikaitkan dengan simbol reuni dan kebersamaan. Tahun Baru Imlek merupakan saat semua anggota keluarga dan kerabat kembali berkumpul.

6. Mi Panjang Umur
Mi Panjang Umur dengan bentuk yang tidka terputus menyimbolkan harapan umur panjang.
Mi Panjang Umur dengan bentuk yang tidka terputus menyimbolkan harapan umur panjang.

Mi Panjang Umur (长寿面 Chángshòu) menyimbolkan keinginan untuk umur panjang dan kebahagiaan. Bentuknya yang lebih panjang dari mi pada umumnya dan tidak terputus, mi ini digoreng atau direbut dan disajikan dalam mangkuk dengan kuah kaldu.

7. Buah Keberuntungan
Buah jeruk menyimbolkan keberuntungan.
Buah jeruk menyimbolkan keberuntungan.

Beberapa buah berbentuk bulat dan berwarna kuning seperti emas dipilih sebagai simbol kesempurnaan dan kekayaan. Jeruk yang dalam bahasa Mandarin adalah chéng (橙) terdengar seperti kata chéng (成) yang berarti “sukses”. Dan Jeruk Mandarin atau Tangerine (桔 jú) dalam karakter Tionghoanya terdiri dari bentuk karakter jí (吉 jí) yang berarti keberuntungan. Buah yang kini lagi popuer adalah buah Naga. Dengan namanya sebagai hewan mistis terkuat simbol kekuatan dan kekuasaan serta warnanya yang merah menyimbolkan kebahagiaan.[My24]

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...