Panduan

Panduan Menanam Singkong untuk Pemula Agar Tidak Gagal

My24hours.net, Indonesia – Berikut panduan menanam singkong untuk pemula supaya tidak gagal dan mendapatkan hasil yang sesuai.

Panduan Menanam Singkong untuk Pemula Agar Tidak Gagal
Foto: shutterstock

Singkong (cassava) adalah salah satu bahan pangan pokok di Indonesia. Selain rasanya yang enak, singkong juga kaya akan karbohidrat, vitamin, dan mineral. Menanam singkong juga relatif mudah, sehingga cocok untuk pemula.

Menanam singkong dapat menjadi pengalaman yang memuaskan dan menghasilkan hasil panen yang lezat, tetapi bagi pemula, beberapa tantangan mungkin muncul di sepanjang jalan.

Jangan khawatir, karena panduan ini akan membimbing Anda melewati proses menanam singkong dengan cara yang unik dan menarik, serta memberikan tips agar tidak mengalami kegagalan.

Panduan Menanam Singkong untuk Pemula Agar Tidak Gagal

Berikut adalah panduan menanam singkong untuk pemula agar tidak gagal:

1. Pilihlah bibit singkong yang berkualitas

Bibit singkong yang berkualitas adalah bibit yang berasal dari tanaman yang sehat dan berproduksi tinggi. Pilihlah bibit singkong yang berukuran besar, berumbi bulat, dan tidak ada cacat.

2. Siapkan lahan yang sesuai

Lahan yang cocok untuk menanam singkong adalah lahan yang gembur dan subur. Tanah yang terlalu keras atau terlalu asam tidak cocok untuk menanam singkong.

3. Lakukan pengolahan lahan

Olahlah lahan dengan cara dicangkul atau dibajak. Buatlah bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20 cm.

4. Buatlah lubang tanam

Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm. Jarak antar lubang tanam adalah 50 cm x 50 cm.

5. Tanamlah singkong

Tanamlah singkong dengan cara memasukkan bibit ke dalam lubang tanam sedalam 10 cm. Tutup lubang tanam dengan tanah dan padatkan.

6. Berikan perawatan yang tepat

Tanaman singkong membutuhkan perawatan yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik. Perawatan yang perlu diberikan antara lain:

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama saat musim kemarau. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan secara rutin, biasanya setiap 2 minggu sekali. Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang atau pupuk NPK.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.

  • Pengendalian hama dan penyakit

Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman singkong adalah ulat grayak, kutu daun, dan bercak daun. Pengendalian hama dan penyakit dapat Anda lakukan dengan menggunakan pestisida atau cara alami.

7. Panen

Singkong dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Ciri-ciri singkong yang siap panen adalah daunnya mulai menguning dan umbinya sudah cukup besar.

Tips tambahan

  • Jika Anda ingin menanam singkong di pot, gunakan pot yang berukuran besar, minimal 50 liter.
  • Anda dapat menanam singkong di dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun, singkong akan tumbuh lebih optimal di dataran tinggi.
  • Singkong dapat ditanam secara monokultur atau tumpang sari. Tumpang sari dapat dilakukan dengan tanaman lain, seperti jagung, kacang tanah, atau sayuran.

Dengan mengikuti panduan di atas, Anda dapat menanam singkong dengan sukses. Selamat mencoba![MY24]

BAGIKAN ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA: