Gaya Hidup

5 Elemen Arsitektur Jepang untuk Mendekor Rumah

My24hours.net, Indonesia – Ingin memiliki rumah dengan nuansa Jepang? Berikut elemen arsitektur Jepang yang dapat Anda gunakan untuk mendekorasi rumah Anda.

5 Elemen Arsitektur Jepang untuk Mendekor Rumah
Foto: YouTube

Kita semua telah melihat arsitektur Jepang, baik itu melalui film atau acara travel. Dan kita mengagumi keindahan estetika rumah ibadah dan rumahnya. Seseorang dapat dengan mudah mengidentifikasi struktur khas Jepang karena desainnya yang unik. Tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki kegunaan dan berkelanjutan.

Beberapa aspeknya dapat diterapkan di negara seperti Indonesia. Berikut elemen arsitektur Jepang yang dapat Anda gunakan untuk menciptakan nuansa Jepang di rumah Anda.

5 Elemen Arsitektur Jepang untuk Mendekor Rumah

1. Tatami

Foto: YouTube

Sebagian besar dari kita telah melihat salah satu fitur umum dari Rumah Jepang mana pun, yaitu tkar Tatami. Ini adalah tikar anyaman jerami tebal yang berukuran sekitar satu kali dua meter dan secara tradisional digunakan secara eksklusif oleh orang-orang kaya dan bangsawan Jepang. Aroma halus dari tatami berpadu dengan kayu, menciptakan bau unik yang merupakan elemen penting lainnya dari arsitektur tradisional Jepang.

Perasaan terbuka ruang Tatami menciptakan lingkungan yang bagus untuk meditasi dan mendapatkan ketenangan pikiran. Dalam budaya tradisional Jepang, ruang tatami sering digunakan sebagai tempat untuk mengadakan upacara minum teh, menghibur pengunjung, atau menjadi tempat altar keagamaan.

Jika Anda memiliki gagasan tentang rumah dengan tempat duduk rendah di atas tikar, tikar Tatami adalah elemen arsitektur Jepang yang dapat Anda gunakan.

2. Partisi dan pintu geser kertas

Foto: YouTube

Elemen umum di sebagian besar rumah Jepang adalah partisi kertas beras, atau partisi shoji. Jenis partisi ini dapat dengan mudah diimplementasikan dalam desain Indonesia. Paerisi Shoji berfungsi seperti pembatas sekaligus menjaga keterbukaan di dalam ruangan. Dapat juga digunakan dengan mengaplikasikan kaca di bagian luar dan kertas beras di bagian dalam yang meningkatkan daya tahannya.

Ikatan dengan alam adalah sesuatu yang sangat menyatu dengan arsitektur Jepang. Dan alam adalah sesuatu yang dirindukan kebanyakan orang Indonesia, terutama orang-orang dari daerah perkotaan. Dengan menggunakan beberapa elemen dari arsitektur Jepang kita tidak hanya dapat menciptakan rumah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan tetapi juga dapat selangkah lebih dekat dengan alam.

3. Engawa

Foto: wikipedia

Di rumah tradisional Jepang, beranda, yang disebut engawa dalam bahasa Jepang, membentang di sepanjang sekeliling rumah. Perannya adalah menghubungkan interior dengan eksterior, menyatukan manusia dan alam. Beranda adalah konsep yang lazim di rumah-rumah Indonesia juga, tetapi sayangnya dengan munculnya apartemen modern, konsep tersebut semakin hilang. Arsitek pasti harus mencoba dan menghidupkan kembali elemen kuno ini.

4. Penggunaan kayu dan bambu

Foto: YouTube

Material yang paling menonjol dalam elemen arsitektur Jepang tradisional adalah kayu. Tidak seperti arsitektur Barat, kayu lebih disukai daripada batu kecuali untuk mimbar rumah ibadah dan pondasi pagoda, karena Jepang terletak di zona rawan gempa. Salah satu ciri unik yang ditemukan di Jepang adalah papan kayu yang tidak menggunakan paku atau sekrup. Sebaliknya, mereka dilengkapi dengan alur yang dapat dipertahankan dengan mudah selama beberapa dekade.

Bambu adalah bahan utama lainnya yang terlihat di sebagian besar arsitektur Jepang dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah bahan yang berkelanjutan, serta menyenangkan secara estetika. Bambu adalah bahan yang berpimpah di Indonesia, dan aspek bambu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, bambu sering digunakan di lebih banyak rumah.

5. Taman Zen Jepang

Foto: YouTube

Taman kering Jepang, juga dikenal sebagai taman zen, terdiri dari bebatuan pasir dan lumut daunm dalam berbagai komposisi, dengan setiap elemen mewakili makna baru. Bergantung pada penempatannya, batu yang disusun dalam berbagai panjang dapat mewakili air terjun sementara kerikil yang ditempatkan di sepanjang bebatuan mewakili aliran air. Ruang-ruang ini menonjolkan keindahan kehampaan dan sekali lagi merupakan tempat yang bagus untuk bermeditasi.

Taman kering Jepang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk rumah tangga Indonesia yang benar-benar tertarik untuk memiliki ruang seperti zen di dalam ruangan tetapi khawatir dengan serangga dan lalat yang menarik tanaman.[MY24]

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA