Kesehatan

Bunda, Ini Ragam Olahraga untuk Bayi Batita dan Manfaatnya

Banyak ragam olah raga untuk bayi batita yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatannya.
Banyak ragam olah raga untuk bayi batita yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatannya. Foto: Youtube

My24hours.net, Singapura – Kenalkan bayi batita (bawah tiga tahun) Anda dengan olahraga untuk bayi agar tetap aktif sehingga ia tetap sehat.

Batita Anda, mulai merangkak berusia sekitar 7 bulan dan berjalan pada usia 1, sekarang mulai menjelajah rumah, berlari, memanjat, dan melompat. Mungkin ini saatnya memperkenalkan beberapa olahraga untuk bayi batita kepadanya.

Anda mungkin sangat meragukan batita Anda akan dapat memahami aturan olahraga apa pun, tetapi itu tidak berarti bahwa Anda tidak dapat memperkenalkan kepadanya sejumlah keterampilan fisik yang akan membantunya ketika ia melakukan olahraga di masa depan.

Kuncinya adalah untuk memperkenalkan batita Anda gerakan yang menantang tetapi menyenangkan, dan tidak melampaui kemampuan alamiahnya. Beberapa contoh melompat, menyeimbangkan dengan satu kaki, menendang atau melempar bola.

Mengapa bermain olahraga?

Olahraga penting untuk perkembangan fisik dan emosional anak Anda. Untuk anak-anak prasekolah, ini berarti mengembangkan Keterampilan Gerakan Mendasar mereka, atau pondasi bangunan gerakan mereka, yang di antaranya termasuk berlari, melompat, melompat, melempar dan menangkap.

Perkembangan emosional anak Anda juga akan meningkat. Melalui olahraga, anak belajar bagaimana bermain dengan orang lain dan memahami berbagai emosi yang mereka rasakan. Mereka juga akan belajar tentang kerja tim, sportifitas, dan nilai melakukan sesuatu lagi dan lagi sampai mereka mampu melakukannya dengan baik.

Kelola harapan Anda

Pada usia ini, Anda tidak akan bisa membuat anak Anda bermain olahraga yang sebenarnya, termasuk aturan. Tetapi membiarkannya mencoba gerakan dan tindakan sederhana dapat membantunya mendapatkan minat dasar dalam olahraga dan mengembangkan keterampilan motoriknya.

Meskipun penting untuk membuat batita Anda bergerak dan aktif, penting untuk memiliki elemen permainan dan kesenangan (bukan menang atau unggul). Khusus untuk mereka yang berusia 2 hingga 3 tahun, fokuskan pada permainan dan bermain. Perkenalkan berbagai olahraga kepada mereka, jadi itu bersifat holistik dan bukan satu dimensi.

Anak-anak meniru dengan baik dan mengambil kebiasaan dari orang tua mereka di usia muda. Jadi jika Anda aktif dan membawa mereka keluar secara teratur untuk aktif, mereka akan menyukainya.

Ragam Olahraga untuk Bayi Batita dan Manfaatnya
1. Sepak Bola.

Manfaat:
Jika suami Anda menyukai olahraga, ia akan suka bermain sepak bola dengan anak. Selain itu, sepakbola mendorong daya tahan, kecepatan, dan kekuatan. Sepak bola juga membangun stamina dan mendorong kerja sama tim, saat Anda harus mengoper bola ke rekan setim Anda.

Apa yang dapat Anda lakukan:
– Apa pun bisa digunakan sebagai “bola”. Gunakan dua sepatu, atau tandai tanah dengan kapur untuk menunjukkan di mana bola harus “masuk”. Batita Anda akan bersenang-senang mencoba untuk mencetak gol.
– Giring bola dalam jarak tertentu dan biarkan anak Anda untuk mencoba “mencuri” bola dari Anda tanpa menggunakan tangannya.
– Beri anak kesempatan untuk menjadi penjaga gawang, ini adalah gilirannya untuk mencegah Anda mencetak gol!

2. Tenis.

Manfaat:
Olahraga raket memerlukan banyak koordinasi tangan dan mata dan refleks yang cepat. Olahraga ini melibatkan penggunaan seluruh tubuh anak Anda, dan pemikiran strategis, sehingga meningkatkan otaknya. olahraga ini adalah latihan kardiovaskular yang baik yang membutuhkan kerja tim, yang juga membuat olahraga ini menjadi aktivitas sosial yang baik.

Apa yang dapat Anda lakukan:
– Mulailah dengan mengajari anak Anda tentang berbagai bagian lapangan dan garis di tanah. Ada garis servis, garis utama, garis servis tunggal, dan garis servis ganda.
– Mainkan permainan sederhana saat Anda memnyebut nama garis, dan si kecil harus berlari ke sana dan menginjaknya.

3. Bola Basket.

Manfaat:
Basket adalah olahraga untuk bayi dengan intensitas tinggi yang membutuhkan stamina, kelincahan dan koordinasi tangan dan mata. Dengan berlari di sekitar lapangan akan membangun daya tahan anak Anda, dan menggiring bola, mengoper bola dan memasukkan bola membutuhkan ketepatan dan refleks yang cepat. Olahraga ini juga melatih konsentrasi anak Anda saat ia perlu mencari tahu di mana teman-teman tim dan lawannya berada di lapangan, sambil mempertahankan kepemilikan bola.

Apa yang dapat Anda lakukan:
– Berikan bola karet pada anak Anda. Biarkan dia melemparkannya pada Anda, atau pada target tertentu, seperti keranjang cucian besar. Semakin muda usia anak, harus semakin dekat keranjang dari dirinya.

– Ajari anak Anda untuk memantulkannya sekali, lalu dua kali dan tiga kali. Jangan khawatir jika dia tidak dapat menangkapnya setelah dia memantulnya. Hanya dengan mencoba saja akan membantu meningkatkan koordinasi tangan dan matanya. Perkenalkan dia dengan istilah “dribel”. Tunjukkan padanya apa arti dribel, dan minta dia untuk mencoba mengambil bola dari Anda saat Anda menggiring bola.

4. Senam.

Manfaat:
Senam sangat bagus untuk meningkatkan fleksibilitas, kelincahan dan keseimbangan anak Anda. Senam secara rutin juga meningkatkan kekuatan otot dan memberi si kecil kesadaran yang lebih besar terhadap tubuhnya.

Apa yang dapat Anda lakukan:
– Letakkan seutas tali atau pita sepanjang 1,5m di atas tanah. Minta anak Anda untuk berdiri di salah satu ujung tali dengan merentangkan tangan di sisi tubuhnya, telapak tangan menghadap ke bawah. Biarkan dia berjalan di sepanjang tali, mengikutinya sedekat mungkin. Ini melatih keseimbangannya.

– Ajari pesenam kecil Anda bagaimana melakukan lompat kelinci. Dia harus dalam posisi jongkok, dengan telapak tangannya di tanah. Ketika dia melompat, dia memindahkan berat badannya dari kakinya ke tangannya. Ini mempersiapkan anak-anak untuk mempelajari jungkir balik.

– Perkenalkan berbagai gerakan lantai, seperti merayap di lantai seperti ular, berguling di satu sisi, atau lompatan bintang. Kemudian, nyalakan musik dan gerakkan anak Anda, menggunakan semua gerakan yang baru dipelajari ini.

5. Berenang.

Manfaat:
Olahraga untuk bayi yang lain adalah berenang. Bisa berenang memberikan banyak keuntungan. Berenang mengurangi risiko keadaan darurat, jika anak Anda jatuh ke kolam karena kecelakaan. Berenang juga merupakan latihan yang bagus untuk otot anak. Berenang membantu koordinasi dan keseimbangan, dan mengembangkan jantung, paru-paru dan otaknya. Berada di air juga membuat rileks dan membantu menjernihkan pikirannya. Pastikan untuk selalu mengawasi batita Anda, tidak peduli seberapa dangkal airnya.

Apa yang dapat Anda lakukan:
– Sekitar usia 3 tahun, anak Anda akan bisa memahami cara meniup gelembung di air. Dia bahkan mungkin mengerti apa artinya bernapas, menahan nafas selama tiga detik dan kemudian menghembuskan nafas. Latih urutan pernapasan ini bersamanya.

– Jika Anda memiliki akses ke kolam dangkal, masukkan beberapa mainan berwarna cerah ke dalam air. Anda bisa mengajari dia bagaimana beberapa benda melayang dan sebagian tenggelam. Biarkan dia untuk mengambil benda-benda itu untuk Anda. Dorong dia untuk mencoba menahan nafasnya dan taruh kepalanya ke dalam air, sehingga dia bisa meraih lebih dalam untuk benda-benda yang tenggelam.

– Biarkan junior duduk di tepi kolam dan tunjukkan padanya bagaimana menendang air. Jaga kakinya selurus mungkin, dengan lututnya sedikit tertekuk, karena ini adalah bagaimana dia akan menendang ketika dia mulai berenang.

6. Bersepeda.

Manfaat:
Olah raga untuk bayi berikutnya adalah bersepeda. Bersepeda adalah aktivitas luar ruangan yang fantastis yang dapat dinikmati oleh semua anggota keluarga. Bahkan anak yang paling kecil pun dapat naik di kursi bayi yang melekat pada sepeda orang dewasa. Bersepeda adalah latihan yang memperkuat otot-otot inti (core) dan tungkai anak-anak Anda, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi serta meningkatkan laju metaboliknya. Selain itu, bersepeda adalah cara untuk mengurangi kecemasan dan stres, dan dia akan menikmati udara segar dan ruang terbuka.

Apa yang dapat Anda lakukan:
– Mulai usia 2 tahun, Anda dapat memperkenalkan sepeda keseimbangan (balance bike). Sepeda ini cukup ringan untuk ditangani oleh seorang anak kecil, dan memberinya cara untuk menjaga agar sepeda tetap seimbang, tegak, dan mantap saat dia bergerak. Anak Anda juga akan mempelajari dasar-dasar bersandar dan kemudi.

– Biarkan anak mulai bersepeda di rumput. Tahanan di permukaan rumput memungkinkannya untuk lebih mudah menyeimbangkan. Selain itu akan membuat pikiran Anda nyaman karena rasa sakit jatuh di rumput jauh lebih sedikit daripada jatuh pada beton.

– Setelah dia merasa nyaman dengan sepeda keseimbangan, izinkan dia untuk menuruni jalan menurun. Jalan menurun lebih mudah daripada harus memulai dari jalan yang rata, yang dapat dia pelajari nanti.[My24]

Sumber: smartparents

Kata kunci: ,
Penulis:
Sabtu, 24 November 2018
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...