Gaya Hidup

8 Cara Mengatasi Orang Kepo yang Ingin Tahu Mendetail Tentang Kita

My24hours.net, Indonesia – Bagaimana cara mengatasi orang kepo yang ingin tahu secara mendetail segala sesuatu mengenai diri kita?


Sebelum membahasnya kita perlu mengetahui apa arti dari kata kepo sebenarnya.

Arti Kata Kepo

Istilah kepo awalnya muncul dari percakapan sehari-hari warga keturunan Tionghoa terutama yang mengunakan bahasa Hokkien (Hokkian) dari daerah Minnan, Tiongkok.

Kata kepo berasal dari kata dalam bahasa Hokkian yaitu ke-pô (Mandarin: jī-pó). Kata ke-pô memiliki sejumlah arti, antara lain: ayam betina tua, tante-tante penjaja PSK, perempuan cerewet, banyak mulut (cerewet).

Kata kepo berarti keingintahuan yang dilakukan dengan mengucapkan atau bersuara atau berkata-kata terus-menerus. Jadi seseorang yang kepo berarti seseorang yang ingin tahu saja dengan terus berbicara ibarat seekor ayam betina tua yang berkotek terus atau seperti perempuan cerewet.

Pertanyaan Kepo

Kita semua menghadapi pertanyaan-pertanyaan ingin tahu (kepo) karena berbagai alasan. Mungkin saat berbasa-basi dengan kenalan, Anda secara tidak sengaja mengahadapi topik yang tidak ingin Anda diskusikan.

Pertanyaan kepo bisa menjadi pertanyaan yang sederhana seperti: “Dari daerah mana asal kekasih kamu?” “Gaji suami kamu berapa?” Atau, pertanyaannya Anda dapat menyinggung beberapa fakta tentang diri Anda yang lebih suka Anda simpan sendiri: “Kamu pernah mencium kekasihmu?” Anda merasa itu bukan urusan orang lain.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kita anggap terlalu pribadi yang seharusnya tidak berasal dari orang asing. Terkadang teman atau rekan kerja menemukan sesuatu tentang Anda yang tidak mereka ketahui sebelumnya, seperti bagaimana Anda menghabiskan waktu lima tahun untuk menyelesaikan kuliah. Alasannya mungkin sesuatu yang sangat pribadi, bahwa Anda lebih suka tidak ada yang tahu. Anda merasa berkewajiban untuk menjelaskan, bagaimanapun, karena si penanya tampaknya benar-benar tertarik.

Dalam situasi seperti ini, seseorang biasanya membuat sesuatu yang tidak sepenuhnya benar yang dapat memuaskan dan percakapan pun berlanjut. Namun, jika kebenarannya muncul strategi ini mungkin akan menghantui Anda nanti. Jika rekan Anda mengingatnya, Anda harus melanjutkan kepura-puraan itu sejak saat itu.

Atau, Anda mungkin berbicara dengan orang yang melakukan suatu layanan untuk Anda, seperti penata rambut atau pergi ke dokter gigi. Penyedia layanan Anda mungkin berbicara ke wilayah yang terasa terlalu pribadi. Anda tidak dapat pindah dan dihadapkan dengan serangan pertanyaan penggeledahan, yang dapat Anda lakukan hanyalah menggeliat atau berpura-pura tidur.

Secara umumnya, psikolog tidak mempelajari masalah ke-kepo-an atau keingintahuan ini. Meskipun tidak ada resep yang diujikan secara empiris untuk memahami dan mengatasi orang kepo kepaa kita, psikologi komunikasi dapat membantu. Berikut sejumlah poin penting mengatasi orang kepo yang dikutip dari Psychology Today.

8 Cara Mengatasi Orang Kepo yang Mengganggu
1. Perhatikan Isyarat Datangnya Kepo.

Jika Anda takut orang di sebelah Anda di bus, pesawat terbang, atau ruang tunggu akan mengorek Anda, maka atur situasinya sehingga Anda tidak perlu masuk lebih dalam ke percakapan. Pertimbangkan untuk membaca atau bermain-main dengan ponsel Anda. Jika itu gagal, jawab dengan sopan beberapa pertanyaan dan alihkan perhatian Anda ke tempat lain.

2. Katakan yang Sebenarnya.

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, setelah Anda mulai berbohong, Anda mungkin menemukan diri Anda terikat dengan fakta yang nantinya tidak dapat mendukung percakapan. Anda tidak harus memberikan semua fakta, tetapi jujurlah tentang apa (jika ada) yang Anda putuskan untuk dibagikan.

3. Putuskan Apa yang Membuat Pertanyaannya “Kepo”.

Si penanya mungkin tidak memiliki niat buruk dalam pikirannya, tetapi hanya mengajukan sebuah pertanyaan biasa. Mungkin hanya terasa kepo karena pertanyaannya berkaitan dengan sesuatu yang peka dalam hidup Anda. Jika demikian, perasaan diserang mungkin membantu Anda memahami beberapa ketidaknyamanan dan kekhawatiran pribadi Anda sendiri.

4. Berlatih Cara Menjawab Sesuai Kesantunan.

Jika Anda berulang kali mendapatkan pertanyaan yang sama, siapkan jawaban yang digunakan untuk membantu Anda menghindari apa pun yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

5. Gunakan Pengalihan.

Daripada tidak jujur, ubah pokok pembicaraan. Si penanya mungkin tidak senang, tetapi jika Anda merasa hal-hal menjadi terlalu pribadi, alihkan fokusnya. Jika Anda berada di pertemuan sosial, cari cara untuk beralih ke orang lain (“Saya perlu mengisi ulang piring saya”) atau melibatkan seseorang di dekat percakapan dan kemudian secara pergi diam-diam.

6. Nyatakan Ketidaknyamanan Anda.

Mengatasi orang kepo seperti ini mungkin tidak diterima secara sosial karena membiarkan seseorang tahu bahwa Anda merasa “diserang”. Tetapi, dengan membuat keinginan Anda diketahui, Anda membantu kalian berdua. Karena orang mungkin tidak menyadari bahwa pertanyaan “tidak berdosa” tersebut terlalu pribadi sifatnya. Sebagian besar akan menghormati keinginan Anda untuk menjaga jarak dan menghargai kejujuran Anda dalam mengomunikasikan hal ini.

7. Sadarilah, Beberapa Orang adalah Seorang Pemaksa.

Beberapa individu tidak bisa berhenti bicara. Sebuah makalah tahun 2015 oleh Robert Sidelinger dari Oakland University dan Derek Bolen dari Angelo State menggambarkan bagaimana beberapa siswa tidak dapat berhenti berbicara di kelas, dan beberapa seorang instruktur tidak tahu kapan memberi siswa kesempatan untuk berpartisipasi. Beberapa penata rambut dan dokter gigi berulang kali mempertanyakan klien atau pasien mereka karena mereka tidak tahu cara lain untuk berinteraksi. Anda tidak perlu dipaksa untuk mendengarkan obrolan mereka jika itu menjadi beban. Melalui isyarat nonverbal (tanpa bicara), biarkan mereka tahu Anda lebih suka sedikit kedamaian dan ketenangan.

8. Jangan Menjadi Orang yang Kepo.

Kita lebih sering mengenali kesalahan orang lain daripada kesalahan kita sendiri. Mungkin rekan bicara Anda membalas umpan yang Anda berikan melalui pertanyaan Anda sendiri. Hentikan dan pertimbangkan apakah Anda terlalu banyak bertanya sebelumnya. Jika ya, kurangi hal itu pada Anda untuk membantu mempertahankan batas percakapan.[My24]

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA