Kesehatan

Fakta Ilmiah Manfaat Ketumbar bagi Kesehatan dan Risikonya

My24hours.net, Indonesia – Khasiat atau manfaat ketumbar bagi kesehatan telah dipercaya oleh nenek moyang sejak zaman dahulu.

Salah satu manfaat ketumbar bagi kesehatan di anatranya sebagai antikanker.
Daun ketumbar. Salah satu manfaat ketumbar bagi kesehatan di anatranya sebagai antikanker.

Ketumbar adalah tumbuhan rempah yang terkait dengan peterseli. Ketumbar adalah tumbuhan yang lezat untuk sup dan hidangan lainnya, dan manfaat ketumbar dari nutrisi yang dikandungnya dapat digunakan untuk kesehatan.

Seperti pada banyak buah dan sayuran, ketumbar adalah sumber antioksidan yang baik. Menggunakan ketumbar untuk membumbui makanan juga dapat membantu mengurangi asupan natrium.

Simak artikel berikut mengenai sejarah singkat tentang ketumbar, kandungan nutrisinya, dan membahas manfaat ketumbar bagi kesehatan.

Fakta Singkat tentang Ketumbar

Berikut adalah beberapa hal penting tentang ketumbar.

  • Ada bukti arkeologis bahwa ketumbar telah dinikmati selama ribuan tahun.
  • Ketumbar mengandung bahan kimia yang membantu makanan tetap segar lebih lama.
  • Manfaat ketumbar bagi kesehatan yang potensial di dalamnya termasuk efek antikanker dan peningkatan kesehatan kulit.
  • Seperempat cangkir ketumbar mengandung 5 persen dari nilai harian vitamin A.
Apa Itu Ketumbar?

Ketumbar adalah ramuan tahunan dari keluarga Apiaceae, yang berisi 3.700 spesies termasuk wortel, seledri, dan peterseli.

Semua bagian tanaman dapat dimakan, tetapi daun segar dan biji kering paling sering digunakan dalam memasak.

Sering dikenal di Inggris sebagai coriander, ketumbar berasal dari tanaman Coriandrum sativum. Di Amerika Serikat, daun tanaman dikenal sebagai cilantro (terjemahan bahasa Spanyol) dan bijinya disebut coriander. Ketumbar juga dikenal sebagai peterseli Tionghoa.

Ketumbar telah menjadi bagian dari masakan manusia sejak lama. Jejak ketumbar kering ditemukan di sebuah gua di Israel yang berasal dari sekitar 6.000 SM. Sisa-sisanya juga telah ditemukan di Mesir kuno, menunjukkan bahwa penggunaannya tersebar luas bahkan di peradaban kuno.

Bergerak maju beberapa ribu tahun, ketumbar dibawa ke koloni Inggris awal di Amerika Utara pada tahun 1670, menjadikannya salah satu rempah pertama yang dibudidayakan oleh pemukim awal.

Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu berupa biji ketumbar. Dengan tambahan bumbu tersebut, aroma masakan akan lebih tercium.

Manfaat Ketumbar bagi Kesehatan

Mengonsumsi makanan nabati dari semua jenis dikaitkan dengan pengurangan risiko dari banyak kondisi kesehatan yang berhubungan dengan gaya hidup.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan nabati seperti ketumbar dapat menurunkan risiko obesitas, kematian secara keseluruhan, diabetes, dan penyakit jantung hingg mendorong kesehatan kulit dan rambut, meningkatkan energi, dan menurunkan berat badan.

Manfaat Ketumbar Sebagai Efek Antikanker

Sebuah penelitian, yang dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan bahwa beberapa rempah-rempah, termasuk ketumbar, dapat mencegah pembentukan heterosiklik amina (HCA) dalam daging selama memasak.

Institur Kanjer National Amerika Serikat mendefinisikan HCA sebagai bahan kimia yang terbentuk ketika daging dimasak pada suhu tinggi. Konsumsi tinggi makanan yang mengandung HCA dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Food Science mengamati penggunaan lima rempah-rempah Asia, termasuk Coriandrum sativum (C. sativum), atau ketumbar, dalam memasak daging. Pada daging yang dimasak dengan rempah-rempah itu, pembentukan HCA secara signifikan lebih rendah.

Manfaat Ketumbar untuk Nyeri dan Peradangan

Manfaat ketumbar bagi kesehatan lainnya adalah untuk nyeri dan peradangan. Ada semakin banyak bukti bahwa ketumbar suatu hari nanti bisa berguna sebagai obat analgesik dan antiinflamasi.

Sebuah penelitian yang menyelidiki potensi aktivitas anti-inflamasi (peradangan) ekstrak biji ketumbar terhadap peradangan dan rasa sakit pada tikus menyimpulkan:

“Ekstrak berair dan etanol dari biji C.sativum (ketumbar) menunjukkan aktivitas analgesik dan anti-inflamasi yang signifikan.”

“Namun, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk analisis konstituen fitokimia yang terlibat dalam kegiatan ini.”

Sebuah penelitian serupa, yang diterbitkan pada tahun 2015, menyelidiki sifat analgesik ketumbar pada tikus. Mereka juga menemukan efek analgesik yang terkait dengan ekstrak ketumbar.

Mereka mencatat bahwa nalokson, obat yang menghambat efek opioid, menghambat pengurangan rasa sakit ini. Mereka menyimpulkan, ini bisa berarti ketumbar bekerja melalui sistem opioid.

Ketumbar sebagai Karotenoid

Sebagai antioksidan, makanan mengandung karotenoid dapat menurunkan risiko berbagai kondisi, termasuk beberapa jenis kanker dan penyakit mata.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Plant Foods for Human Nutrition menunjukkan bahwa basil dan ketumbar mengandung kadar karoten beta-karoten dan beta-cryptoxanthin, serta lutein dan zeaxanthin, yang semuanya dikenal karena sifat antioksidannya.

Ketumbar untuk Kesehatan Kulit

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food pada 2015 meneliti kemampuan ekstrak daun ketumbar, atau cilantro, untuk melindungi kulit terhadap kerusakan yang disebabkan oleh radiasi Ultra Violet (UV) B.

Mereka menguji suspensi alkohol ketumbar pada kedua sel kulit manusia dalam sebuah piringan laboratorium, dan sel-sel kulit pada tikus laboratorium yang tidak berbulu. Hasilnya mendukung potensi C. sativum untuk mencegah photoaging (kerusakan akibat UV) pada kulit.

Ketumbar sebagai Sifat Antijamur

Meskipun ada sejumlah perawatan untuk infeksi jamur, seperti kandidiasis oral (sariawan), mereka sering menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan. Untuk alasan ini, ada perhatian dalam mengembangkan senyawa berdasarkan bahan-bahan alami yang dapat melawan infeksi jamur.

Sebuah penelitian, yang diterbitkan dalam PLOS One, menguji minyak esensial berbasis ketumbar terhadap Candida albicans (spesies cendawan patogen). Para peneliti menyimpulkan bahwa minyak, yang dihasilkan dari daun ketumbar, memang memiliki sifat antijamur dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut.

Ketumbar sebagai Pengawet Alami

Karena kandungan antioksidannya yang tinggi, minyak yang diekstrak dari daun ketumbar telah terbukti menghambat oksidasi yang tidak diinginkan ketika ditambahkan ke makanan lain, menunda atau mencegah pembusukan.

Senyawa yang ditemukan dalam daun dan biji ketumbar – dodecanal – juga telah ditemukan memiliki efek antibakteri terhadap Salmonella. Dalam tes laboratorium, dodecanal dua kali lebih efisien dalam membunuh Salmonella daripada gentamisin obat antibiotik yang umum digunakan.

Ketumbar untuk Detoksifikasi Timbal

Ketumbar telah diketahui untuk menekan akumulasi timbal pada tikus, yang memberi harapan untuk penggunaan daun ketumbar untuk memerangi timbal dan toksisitas logam berat lainnya. Karena kemampuannya untuk chelate (mengikat bahan kimia bersama-sama), ketumbar juga sedang dipelajari sebagai pemurni air alami. Dengan kata lain manfaat ketumbar bagi kesehatan adalah untuk mengeluarkan zat beracun dalm hal ini timbal.

Faktor khelasi antimikroba dan logam berat dari ketumbar telah menyebabkan penggunaannya baru-baru ini dalam banyak jus dan minuman “detoksifikasi”.

penggunaannya baru-baru ini dalam banyak jus dan minuman “detoksifikasi”.

Nutrisi Ketumbar

Seperempat cangkir daun ketumbar (sekitar 4 gram) mengandung:

1 kalori
0 gram lemak
0 gram karbohidrat
0 gram protein
2 persen nilai harian vitamin C
5 persen nilai harian vitamin A

Ketumbar juga mengandung vitamin K dan sejumlah kecil folat, kalium, mangan, dan kolin, serta antioksidan beta-karoten, beta-cryptoxanthin, lutein, dan zeaxanthin.

Tip Mengonsumsi Ketumbar

Menambahkan ketumbar adalah cara yang bagus untuk menambahkan rasa ke hidangan atau minuman tanpa menambahkan kalori, lemak, atau natrium ekstra.

Ketumbar adalah ramuan lembut (bersama dengan mint dan basil) yang memiliki daun lembut yang terbaik untuk ditambahkan baik mentah atau mendekati akhir masakan untuk mempertahankan rasa dan teksturnya yang lembut.

ketumbar relatif mudah tumbuh dan dapat tumbuh dalam pot kecil di ambang jendela yang terkena cahaya matahari.

Saat menyiapkan daun ketumbar, pisahkan daun dari batangnya dan gunakan daunnya saja. Gunakan pisau tajam atau gunting ramuan dan potong dengan lembut.

Memotong dengan pisau tumpul atau terlalu halus mencincang akan merusak tanaman tersebut, dan sebagian besar rasanya akan pindah ke permukaan talenan.

Ketumbar berpasangan dengan banyak hidangan, terutama masakan Indonesia, Thailand atau Meksiko dengan kacang, keju, telur, dan ikan. Ketumbar juga lezat dengan saus sayuran dan sebagai topping atau hiasan untuk sup dan salad.

Tidak apa-apa untuk menggunakan juga ketumbar kering atau bubuk. Satu penelitian dari Fakultas Kedokteran UCLA melaporkan bahwa sembilan bumbu dan rempah-rempah populer, termasuk daun ketumbar, dill, bawang putih, jahe, serai, oregano, dan peterseli, mampu mempertahankan kapasitas antioksidannya selama proses pengeringan.

Risiko Mengonsumsi Ketumbar

Salmonella adalah risiko kesehatan potensial ketika mengonsumsi ketumbar. Dalam sebuah studi lebih dari 20.000 pengiriman makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan bahwa 15 persen impor ketumbar terkontaminasi dengan Salmonella. Lebih dari 80 persen pasokan rempah-rempah AS diimpor.

Pengujian untuk Salmonella dilakukan pada saat impor. Pada tingkat ritel, risikonya lebih kecil, terutama dengan perusahaan rempah-rempah besar dan lebih terkemuka. Memanaskan makanan hingga 65 hingga 76 derajat Celcius akan membunuh bakteri, termasuk Salmonella.

Namun, pada 2015, FDA menerbitkan penarikan merek rempah ketumbar yang berpotensi mengandung Salmonella.

Ketumbar mungkin merupakan alergen (pemicu alergi), dan karena sering digunakan dalam kombinasi dengan rempah-rempah, ketumbar sulit dideteksi.

Menurut ahli diet ketumbar ada dalam keluarga rempah-rempah yang mencakup jintan, adas, dan seledri, yang semuanya terlibat dalam reaksi alergi dalam beberapa tahun terakhir.

Orang yang cenderung sensitif terhadap alergen harus menyadari hal ini saat menggunakan ketumbar.

Pola makan keseluruhan adalah hal yang paling penting dalam pencegahan penyakit dan mencapai kesehatan yang baik. Meskipun manfaat ketumbar bagi kesehatan adalah fakta, namun lebih baik makan makanan dengan variasi daripada berkonsentrasi pada makanan individu sebagai kunci kesehatan yang baik.[My24]

Sumber: medicalnewstoday

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...