Travel

6 Tip Menghemat dalam Perjalanan Liburan ke Tokyo

Rabu, 16 Mei 2018

My24hours.net, Jepang – Perjalanan liburan ke Tokyo, Jepang biasanya bukan tujuan bagi para wisatawan yang memiliki anggaran terbatas.

Kota Tokyo di malam hari. Foto: wikipedia
Kota Tokyo di malam hari. Foto: wikipedia

“Hotel, makan di luar dan transportasi semua cukup mahal di dalam kota, tetapi Anda tidak perlu meroggoh kantong yang dalam untuk memiliki sebuah perjalanan kelas atas,” kata Jonathan Alder, agen perjalanan dan pakar Tokyo.

Ia memberikan sejumlah tip terbaiknya untuk menikmati menikmati liburan mewah di Tokyo dengan harga lebih murah.

Berikut 6 tip menghemat dalam perjalanan liburan ke Tokyo.
1. Berkunjung Selama Musim Dingin.

Alder merekomendasikan untuk mengunjungi Tokyo dari November hingga Februari, ketika tarif hotel berada di titik terendah dan cuacanya ringan hingga dingin. Musim panas membuat tarif hotel lebih tinggi, belum lagi suhu bisa sangat panas dan udara sangat lembab.

Hindari untuk pergi pada bulan Maret dan April. Musim semi adalah musim sakura, dan saat bunga-bunga indah dan festival sama berharganya, harga kamar hotel berada di puncaknya dan tingkat huniannya rendah.

2. Menginap di Pusat Kota.

Kuncinya, pilihlah akomodasi di dekat Stasiun Tokyo dan Istana Kekaisaran Tokyo. Keduanya terletak dekat satu sama lain, dan daerah ini adalah jantung kota. Dari sini bagian lain kota mudah diakses.

Harga untuk hotel mewah lebih tinggi, dibandingkan dengan di bagian lain di kota Tokyo, tetapi Alder mengatakan bahwa itu layak untuk dibayar. “Anda berada dalam jarak berjalan kaki dari banyak tempat wisata utama dan pada akhirnya dapat menghemat uang dalam jangka panjang dalam biaya transportasi,” katanya.

3. Beli Makanan Mewah Sepantasnya.

Tokyo adalah rumah bagi beberapa restoran terkenal di dunia, dan pelancong yang tinggal untuk makan harus mencari setidaknya satu makanan mewah. Pilihan utama Alder adalah Sushi Bar Yasuda untuk sushi, dan GO yang terletak di Palace Hotel untuk teppanyaki.

Dengan mengunjungi banyak restoran cepat saji murah di kota dapat sangat menghemat biaya makan Anda selanjutnya. Dapatkan nama tempat makan murah kepada pramutamu hotel Anda, TripAdvisor atau Time Out Tokyo. Anda dapat menikmati masakan Jepang yang unik tanpa mengosongkan dompet Anda. Carilah toko ramen lokal, toko roti, bar yang nyaman (disebut izakaya) dan bahkan toserba, yang membawa makanan berkualitas jauh lebih tinggi daripada yang Anda temukan di negara Anda. Satu tip yang bagus: jika ada antrian di depan restoran yang belum dibuka, mungkin makanan restoran itu lezat.

Tujuan tempat makan Alder di kota adalah Stasiun Tokyo, yang penuh dengan banyak restoran murah. “Kualitas makanannya luar biasa, dan Anda bisa mendapatkan makanan enak dengan bir di bawah $ 25 per orang,” katanya.

4. Andalkan Subway.

Kereta bawah tanah Tokyo adalah cara tercepat dan termurah untuk berkeliling dan melihat semua area utama, lingkungan, dan atraksi kota. Harga untuk perjalanan mulai dari sekitar 1,50 dolar AS (21 ribu rupiah). Tetapi tergantung pada seberapa banyak Anda akan melakukan perjalanan. Melihat pada kereta lokal dan regional sebelum perjalanan Anda, dapat menghemat banyak uang.

Alder mengatakan bahwa keretanya juga sangat bersih, tepat waktu (dalam hitungan menit), tenang dan menyenangkan untuk digunakan. “Klien saya yang paling kaya mengandalkan kereta bawah tanah saat mereka di Tokyo karena sangat efisien,” katanya.

5. Manfaatkan Pemandangan Gratis dan Terjangkau.

Banyak tempat wisata terbaik di Tokyo yang gratis atau murah untuk dikunjungi. Ueno, misalnya, adalah sebuah distrik dengan taman indah yang terbuka bagi siapa saja (dan rumah bagi rusa yang sangat mudah didekati) dan Museum Nasional yang memiliki biaya masuk yang kurang dari 10 dolar AS (140 ribu rupiah).

Di daerah Minato City, museum Nezu adalah suatu keharusan untuk taman Jepang yang spektakuler dan harganya kurang dari 13 dolar AS (182 ribu rupiah). Istana Kekaisaran gratis, tetapi wisatawan perlu memesan kunjungan mereka di terlebih dulu, yang dapat Anda lakukan online pada hari pertama bulan sebelum perjalanan Anda (untuk kunjungan November, misalnya, Anda harus memesan pada 1 Oktober). Perlu diingat bahwa kunjungan ke istana yang datang pertama yang pertama dilayani.

6. Belanja Merek Jepang yang Bebas Pajak.

Bawa paspor Anda ketika Anda pergi berbelanja karena akan memungkinkan Anda untuk membeli barang bebas pajak di banyak toko. “Tidak ada pengembalian uang nanti,” kata Alder. “Anda hanya tidak ditagih (pajak).” Dan tetaplah membeli merek Jepang, yang lebih murah daripada label mewah luar negeri. Cobalah Shibuya 109 untuk pakaian dan Bic Camera untuk elektronik, atau singgah di Don Quixote untuk mendapatkan barang-barang dan suvenir khas Jepang yang benar-benar unik dan menarik.[My24]

Sumber: The New York Time

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...