Gaya Hidup

Begini Cara Atasi Anak yang Suka Menunda Tugas Sekolah

My24hours.net, Singapura – Apakah anak Anda suka menunda tugas sekolah atau hanya mengerjakan pekerjaan rumah pada menit terakhir?

Baik karena manajemen waktu yang buruk, kemalasan murni, atau tidak termotivasi, tetapi apa pun penyebabnya, penundaan yang dilakukan anak Anda dapat menyebabkan Anda, dan dia, memiliki banyak stres, kecemasan, dan frustrasi.

lalu mengapa anak Anda menunda melakukan sesuatu yang penting sampai detik terakhir? Mengapa tugas sekolah hanya ditangani sehari sebelum tanggal jatuh tempo, mesikpun mereka ditugaskan beberapa minggu yang lalu?

Psikolog dari Insights Mind Centre Singapura, Daniel Koh mengatakan bahwa alasannya bisa seputar dari anak yang sedang stres dan cemas karena tidak melakukan dengan baik atau gagal, ingin menunda kebosanan atau ketidaktertarikannya.

“Dia mungkin tidak termotivasi untuk melakukan hal-hal ini ketika hal-hal lain tampak jauh lebih menarik. Dia mungkin merasa lelah, dia mungkin tidak mengerti bagaimana melakukan tugas tersebut, atau salah menilai waktu dan upaya yang diperlukan untuk menyelesaikannya,” tambah Koh.

Meski tergoda untuk memarahi anak Anda karena malas, Anda memiliki cara yang lebih konstruktif untuk membantu anak Anda.

Berikut cara atasi anak yang suka menunda tugas sekolah.
1.Uraikan tugas-tugasnya.

Tugas-tugas besar bisa mengintimidasi dan membuat kewalahan. Anak Anda mungkin merasa cemas dan stres bahkan sebelum dia mulai. Jadi, bagi mereka yang mengalami kesulitan emosional, yang terbaik adalah menguraikan tugasnya menjadi lebih kecil dan mudah dikelola, dengan jeda di antaranya, kata Koh menyarankan.

“Tinjau kembali tugasnya dan biarkan anak itu melakukannya. Ingatkan dia jika diperlukan. Ini menunjukkan dukungan dan kepastian Anda, yang baik untuk kepercayaan dirinya dan membuatnya termotivasi,” kata Koh. Ketika anak Anda mulai melihat hasilnya, ia akan melakukan lebih banyak lagi sendiri. “Pantau area di mana dia mungkin membutuhkan lebih banyak dukungan. Dengan memberinya pemahaman Anda, dia akan melakukan lebih banyak lagi.”

2. Jangan menawarkan suap.

Memberikan hadiah jangan sama seperti menyuap. “Jika tidak, setelah nilainya tercapai, anak tidak akan mau melakukan tugas lagi,” kata Koh menjelaskan. “Juga, Anda perlu terlibat dalam sebuah perebutan kekuasaan.”

3. Singkirkan gangguan.

Lingkungan yang kondusif adalah kunci untuk membuat anak Anda fokus pada tugasnya. Misalnya, buat ruang kerja yang disisihkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Keluarkan gadget dan mainan dari area tersebut, dan siapkan pencahayaan dan ventilasi yang baik. Kenali apa yang memicu penundaan – hal itu bisa termasuk acara TV favorit, iPad-nya, atau bahkan adik kandung di rumah.

Memiliki kebiasaan tidur dan makan yang sehat juga akan membantunya untuk fokus pada tugasnya yang ada . Rutinitas tidur yang teratur penting dan pastikan anak Anda mendapat nutrisi yang cukup dari makanan sehat.

4. Tentukan jangka waktu.

Manajemen waktu adalah penting saat anak Anda bertambah dewasa, jadi ia akan mendapatkan lebih banyak lagi tugas sekolah, ujian, proyek, dan lainnya. Setelah Anda mengumpulkan hal-hal yang perlu diselesaikannya, dan menguraikannya menjadi tugas yang lebih kecil, pisahkan hari ke dalam batas waktu tertentu untuk mengerjakan tugas sekolah, serta waktu untuk beristirahat atau bermain. Mengatur tanggal jatuh tempo yang kecil dapat membantu memotivasi anak Anda untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu.

5. Buat tugasnya menjadi bermakna.

Sangat mudah untuk menyelesaikan tugas atau membiarkannya sampai menit terakhir jika Anda tidak berikut serta di dalamnya. Temukan cara untuk membuat tugasnya itu bermakna dan relevan bagi anak Anda. Contoh, jika anak Anda mengagumi hubungannya dengan planet dan tata surya, ingatkan kepadanya bahwa matematika itu penting dalam astronomi. Dengan demikian ia akan mersemangat untuk mengerjakannya.

6. Biarkan anak menghadapi konsekuensinya.

Jika anak Anda terus menolak untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih awal, bukan hal yang kejam untuk menunjukkan kepadanya apa yang terjadi ketika dia tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu. Jangan membantu tugas sekolahnya ketika dia tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu untuk diserahkan pada hari berikutnya. Dia akan segera mengetahui bahwa dia perlu menghadapi konsekuensi dari gurunya.

Anda juga dapat menunjukkan konsekuensi lain – “seperti harus kehilangan kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan ketika dia tidak memenuhi sasaran,” kata Koh.

7. Beri hadiah dengan bijak.

Beberapa anak mungkin termotivasi oleh imbalan kecil ketika mereka menyelesaikan tugas. Jadi, bantu dia untuk menetapkan tujuan yang jelas dan realistis. Ini akan membantu mengelola harapannya dan melacak kemajuannya. Ketika sebuah tujuan tercapai, tawarkan hadiah yang berarti.

“Hadiah tidak boleh terlalu besar – atau anak hanya akan bekerja untuk itu. Kegiatan keluarga, camilan favorit adalah contoh penghargaan yang dapat membangun ikatan antara orang tua dan anak,” kata Koh.

8. Jadilah realistis.

Perubahan tidak terjadi dalam semalam – jadi, beri waktu junior untuk beradaptasi dengan rutinitas dan jadwal baru. Rayakan kemenangan kecil, bersikap positif dan terus dorong dirinya.[My24]

Sumber: Smartparents

Kata kunci:
Penulis:
Selasa, 2 Oktober 2018
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...