Kesehatan

8 Alasan Berat Badan Tidak Berkurang Saat Diet Keto

My24hours.net, Indonesia – Mengapa berat badan tidak berkurang saat melakukan diet Keto? Mengapa hal itu terjadi pada diri Anda?

Anda telah mengurangi karbohidrat dan makan dengan bacon, keju, dan alpukat, tetapi timbangannya masih belum turun, apa penyebabnya?

Ternyata, ada banyak alasan mengapa Anda mungkin tidak melihat timbangan bergerak turun saat melakukan diet Keto. Artikel berikut membahas mengenai mengapa berat badan tidak berkurang sebanyak yang Anda inginkan saat diet keto dan bagaimana cara mendapatkan angka-angka itu bergerak ke arah yang benar lagi.

8 Alasan Berat Badan Tidak Berkurang Saat Diet Keto
1. Makan Terlalu Banyak Kalori

Benar, diet Keto memungkinkan Anda makan daging, keju, dan mentega, tetapi itu tidak berarti Anda boleh makan sebanyak yang Anda mau.

“Mendapatkan lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan tubuh Anda dari makanan dapat menghambat upaya penurunan berat badan, tidak peduli jenis makanan yang dimakan atau rasio makanan,” kata Rahaf Al Bochi, RD, LD, juru bicara untuk Akademi Nutrisi dan Diet di Amerika Serikat.

Pada dasarnya, diet keto tetap sebuah diet, dan menurunkan berat badan biasanya terjadi ketika ada defisit kalori (1.200 hingga 1.500 kalori per hari adalah titik baik untuk menurunkan berat badan). Teruskan dan kurangi karbohidrat hingga di bawah 50 gram sehari dan tingkatkan lemak Anda. Tetapi jika Anda ingin menurunkan berat badan, pastikan Anda juga mengawasi kalori.

2. Tidak Cukup Makan Kalori

Meskipun Anda dapat mengonsumsi beberapa makanan diet yang tidak biasa tersebut, diet Keto mungkin menghilangkan selera Anda untuk sementara waktu ketika Anda pertama kali memulainya. “Keton dapat membantu menghilangkan rasa lapar pada awalnya, tetapi efek ini luntur seiring waktu,” kata Sonya Angelone, R.D.N., yang juga juru bicara untuk Akademi Nutrisi dan Diet.

Itu bisa berarti Anda tidak cukup makan kalori, dan ketika itu terjadi, tubuh Anda bisa masuk ke mode kelaparan. Akhirnya akan memperlambat metabolisme Anda dan menghambat upaya penurunan berat badan Anda. Kurangnya nafsu makan ini seharusnya hilang dalam beberapa minggu, tetapi jika Anda sudah menjalani diet Keto untuk sementara waktu dan Anda masih belum merasa lapar, mungkin sudah waktunya untuk beralih diet atau berbicara dengan pakar diet tentang memodifikasi Keto Anda.

3. Berhenti Berolahraga

Flu Keto itu nyata, dan itu mungkin membuat Anda melewati olahraga lagi dan lagi. “Ketika Anda memulai diet keto, Anda mungkin akan merasa kesal, murung, dan lelah karena otak tidak memiliki sumber utama bahan bakar dari glukosa — yaitu karbohidrat,” kata Angelone.

Perasaan lesu itu bisa membuat enggan berolahraga, yang kemudian dapat menghambat upaya Anda menurunkan berat badan. Banyak gerak saat diet yang sehat adalah kunci untuk menurunkan berat badan.

Jika Anda ingin kembali berolahraga, mungkin ada baiknya untuk mencoba siklus Keto. Konsep siklus Keto adalah Anda mengikuti diet Keto ketat pada hari-hari Anda tidak berolahraga, dan memberi tubuh Anda beberapa karbohidrat lagi pada hari-hari Anda berolahraga untuk ledakan ekstra energi.

4. Tidak Cukup Makan Serat

Karena diet Keto berfokus pada gaya hidup super rendah karbohidrat, Anda mungkin tidak makan serat sebanyak seperti sebelumnya. Ada banyak serat dalam buah-buahan dan biji-bijian, dua hal yang tidak bisa Anda miliki pada Keto.

“Serat sangat penting untuk membantu mengatur isyarat lapar dan kenyang, dan untuk menyediakan energi jangka panjang dan tingkat glukosa darah yang stabil,” kata Angelone. “Diet rendah serat kurang memuaskan, yang dapat menyebabkan nantinya makan terlalu banyak.”

Hal lain tentang diet rendah serat, Anda mungkin mengacaukan bakteri usus Anda. “Diet rendah serat akan memiliki keragaman bakteri baik yang lebih rendah, yang juga dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan,” kata Al Bochi.

5. Masih Makan Karbohidrat Terlalu Banyak

Rasio diet Keto sangat penting: “Umumnya, 70 hingga 80 persen kalori berasal dari lemak, 10 hingga 20 persen berasal dari protein, dan 5 hingga 10 persen berasal dari karbohidrat,” kata Al Bochi. Ini biasanya berarti Anda harus makan 20 hingga 50 gram karbohidrat per hari.

Tapi inilah masalahnya. “Banyak orang mungkin tidak menyadari betapa banyak karbohidrat dalam makanan umum,” kata Al Bochi. Itulah mengapa sangat penting untuk melacak asupan harian Anda. Jika Anda akhirnya makan terlalu banyak karbohidrat pada diet Keto, Anda mungkin tidak pernah masuk ke kondisi ketosis (yaitu ketika tubuh Anda membakar lemak untuk bahan bakar, alih-alih karbohidrat), yang dapat menghambat penurunan berat badan Anda.

6. Terlalu Banyak Makan Protein

Keto rasio juga ikut berperan lagi di sini. “Ketika tubuh kita mencerna protein, persentase kecilnya diubah menjadi glukosa,” kata Al Bochi. Perubahan dari protei menjadi glukosa kemudian dapat menghambat kemampuan tubuh Anda untuk masuk ke kodisi ketosis. Glukosa adalah gula, yang merupakan karbohidrat.

Alih-alih menggunakan diet Keto sebagai tiket gratis untuk makan steak dan bacon sebanyak yang Anda suka, ingatlah bahwa fokus utama Anda pada Keto adalah mengonsumsi lemak sehat (alpukat, minyak zaitun, mentega kacang). Jadi kurangi sedikit protein dan pastikan untuk makan beberapa bentuk lemak sehat setiap kali makan.

7. Diet Keto Yo-Yo

Kenyataannya, diet Keto benar-benar sulit untuk dipertahankan. Tetapi jika Anda terus-menerus melakukan Keto selama beberapa hari dan kemudian berhenti selama beberapa hari, Anda mungkin tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan, kata Al Bochi.

Hal itu karena tubuh Anda mungkin masuk dan keluar dari kondisi ketosis, sehingga tidak pernah cukup lama untuk menunjukkan hasil apa pun. Jika Anda kesulitan dalam Keto, mulai lakukan perlahan-lahan. Mulai perlahan (secara bertahap membatasi karbohidrat sampai Anda mencapai 20 hingga 50 gram per hari) dapat membantu Anda tetap melakukan diet tersebut untuk jangka panjang.

8. Anda Tidak Mendapatkan Cukup Vitamin B

“Vitamin B ditemukan dalam biji-bijian utuh, lentil dan beras dan membantu pengembangan sel darah merah,” kata Al Bochi. Kekurangan vitamin tersebut dapat membuat Anda merasa lelah, yang kemudian dapat membatasi aktivitas Anda, dan berat badan tidak berkurang.

Untungnya, Anda masih bisa mendapatkan banyak vitamin B dari makanan yang ramah Keto seperti daging, telur dan produk susu, dan sayuran berdaun gelap seperti brokoli dan bayam. Jika Anda masih merasa lesu, bicarakan dengan dokter Anda tentang mengonsumsi suplemen vitamin B untuk meningkatkan stamina Anda.[My24]

Sumber: Womens Health Mag

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...