Bagaimana Cara Meningkatkan Ingatan Anda dalam 15 Menit
My24hours.net, Amerika Serikat – Dapatkah latihan fisik seperti olahraga meningkatkan ingatan kita?

Jika bisa, kapan waktu terbaik untuk melakukannya: sebelum, saat, atau setelah belajar? Berdasarkan penelitian terbaru oleh Haynes dan timnya dari Universitas Mississippi, olahraga singkat sebelum proses belajar terbukti dapat meningkatkan memori jangka pendek maupun jangka panjang.
Riset sebelumnya telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik tidak hanya berdampak positif pada kesehatan, tetapi juga pada fungsi kognitif. Sebagai contoh, tinjauan sistematis pada tahun 2010 terhadap orang dewasa lanjut usia menemukan bahwa 71% studi yang ditinjau melaporkan hubungan positif antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif, termasuk penurunan risiko demensia. Tinjauan pada 2013 juga menemukan bahwa latihan kardiovaskular berkaitan dengan peningkatan memori.
Rancangan penelitian
Melanjutkan riset mereka sebelumnya mengenai pengaruh waktu pelaksanaan olahraga, Haynes dan koleganya ingin mengetahui kapan aktivitas fisik dilakukan agar paling efektif dalam meningkatkan daya ingat.
Penelitian ini menggunakan desain counterbalanced within-subjects, artinya semua peserta mengalami seluruh kondisi penelitian, tetapi urutannya dibuat berbeda antarindividu untuk meminimalkan bias.
Sebanyak 24 mahasiswa (usia 18–35 tahun, rata-rata 21; 67% perempuan; 79% Hispanik kulit putih) menjadi sampel penelitian. Calon peserta tidak diikutsertakan jika mereka merokok, sedang hamil, pernah mengalami gegar otak baru-baru ini, memiliki diagnosis ADHD atau kesulitan belajar, mengonsumsi obat psikiatri, atau baru saja melakukan aktivitas fisik, minum kopi, memakai ganja, atau obat terlarang lainnya.
Prosedur eksperimen
Mahasiswa mengikuti empat sesi laboratorium. Satu sesi merupakan kontrol tanpa aktivitas fisik, sementara tiga sesi lainnya melibatkan olahraga: sebelum, saat, atau setelah tugas menghafal.
Intervensi berupa berjalan di treadmill selama 15 menit. Peserta diminta memilih kecepatan dengan instruksi: “Pilih kecepatan seperti ketika Anda terlambat ke kelas—bukan jalan santai dan bukan berlari.” Kecepatan rata-rata yang dipilih adalah 3,4 mph dan dipertahankan sepanjang sesi. Pada kondisi kontrol, peserta hanya beristirahat lima menit sebelum mengerjakan tugas memori.
Pada tiga kondisi latihan, tugas belajar dilakukan sebelum, selama, atau sesudah treadmill. Tes yang digunakan adalah Rey Auditory-Verbal Learning Test (RAVLT), yakni tes memori jangka pendek dan jangka panjang dengan dua daftar kata (Daftar A dan B), masing-masing berisi 15 kata yang dibacakan beberapa kali untuk diingat peserta.
Setelah menyelesaikan RAVLT di setiap sesi, peserta menonton episode The Office selama 20 menit sebagai jeda. Kemudian, mereka diminta mengingat kembali kata-kata dari Daftar A.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pembelajaran di semua kondisi. Namun, efek paling besar terlihat saat olahraga dilakukan sebelum belajar. Kondisi tersebut juga menghasilkan performa memori jangka panjang terbaik.
Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya oleh tim yang sama (dengan metode berbeda), yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi sebelum tugas kognitif lebih menguntungkan dibanding saat atau sesudahnya.
Peluang meningkatkan daya ingat
Jadi, lain kali Anda harus belajar untuk ujian, menyerap informasi baru terkait pekerjaan, atau menghafal lirik lagu favorit, coba luangkan 15 menit terlebih dahulu untuk aktivitas fisik intensitas sedang—misalnya mengajak anjing berjalan atau memotong rumput.
Selain menyehatkan tubuh dan meningkatkan kesejahteraan, langkah sederhana ini kemungkinan besar akan memperkuat proses belajar sekaligus memperbaiki daya ingat Anda.[MY24]