Internasional » Kesehatan

PBB: Jutaan Orang Afrika Berisiko Kelaparan Diperparah Kehadiran Boko Haram

Sabtu, 25 Februari 2017

My24hours.net, Norwegia – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (24/2/2017), mengatakan setidaknya ada 3 juta orang berisiko alami kelaparan hingga Juli yang harus mendapatkan bantuan dari lembaga-lemabaga kemanusiaan.

Anak-anak Afrika di sekolah di Muna Garage IDP, Maiduguri, Nigeria 7 November 2016.
Anak-anak Afrika di sekolah di Muna Garage IDP, Maiduguri, Nigeria 7 November 2016. Foto: UNICEF/Naftalin/Handout via REUTERS

Potensi kelaparan yang terjadi di wilayah Danau Chad, Afrika disebabkan karena kekeringan, kemiskinan kronis dan pemberontak Islamis Boko Haram, demikian yang dikatakan organisasi dunia tersebut saat peluncuran program permohonan dana bantuan.

PBB mengatakan wilayah tersebut membutuhkan bantuan kemanusiaan senilai 1,5 miliar dolar AS untuk tahun ini.

Menurut para pakar bantuan kemanusiaan, kehadiran militan Boko Haram telah mencegah para petani menanam tanaman atau mengakses Danau Chad untuk menyediakan air bagi hewan mereka. Nelayan juga telah dicegah mengakses danau yang dibagi antara Kamerun, Nigeria, Nigeria dan Chad.

Militan Boko Haram telah menewaskan sekitar 15.000 orang dan memaksa lebih dari 2 juta ornag keluar dari rumah mereka selama pemberontakan yang terjadi selama tujuh tahun.

Meskipun telah didesak keluar dari petak-petak wilayah yang mereka dikendalikan pada tahun 2014, serangan mereka dan operasi kontra oleh otoritas Nigeria masih mengganggu kegiatan ekonomi yang penting, kata para pejabat.

Kebutuhan yang paling mendesak adalah untuk menjangkau dan memberikan nasi atau sorgum, atau uang tunai untuk membeli persediaan kepada 2,8 juta orang, pada bulan Juli, kata organisasi Program Pangan Dunia PBB (WFP).

“Kita berada dalam musim paceklik dan persediaan masyarakat menipis. Kita harus menghindari bencana kelaparan,” kata Abdou Dieng, direktur WFP untuk Afrika Barat dan Tengah, seperti yang dilansir Reuters, Jumat (24/2/2017).

Manuel Fontaine, kepala program darurat organisasi untuk pendanaan anak UNICEF, mengatakan satu dari lima anak bisa mati dan yang lainnya bisa menderita dampak jangka panjang yang berat, seperti pengerdilan.[My24]


Kata kunci: