Kesehatan

Benarkah Kafein dalam Kopi Sebabkan Ketagihan Gula?

Minggu, 3 September 2017

My24hours.net, Amerika Serikat – Jika Anda sering membeli kopi di kedai kopi favorit Anda, penelitian terbaru tentang kafein dalam kopi ini akan membuat Anda lebih berhati-hati dalam meminumnya.

Kafein dalam kopi dapat menumpulkan cita rasa terhadap rasa manis.
Kafein dalam kopi dapat menumpulkan cita rasa terhadap rasa manis.

Sebuah studi baru tentang kopi yang diterbitkan dalam Journal of Food Science telah menemukan bahwa kafein dapat memengaruhi cara kita merasakan manis dan membuat kita menginginkan rasa manis yang lebih kuat.

Kafein memberi kita sentakan energi karena menghambat reseptor di otak kita terhadap adenosin, yaitu bahan kimia yang bisa membuat kita merasa mengantuk. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa adenosin juga membantu kita merasakan rasa manis.

Untuk penelitian ini, tim ilmuwan di Universitas Cornell memberi peserta secangkir kopi manis, dan tidak memberi tahu mereka apakah itu mengandung kafein (cangkir-cangkir kopi yang tanpa kafein mengandung kina, untuk memastikan kedua jenis kopi memiliki tingkat yang sama dalam kepahitan). Para partisipan “tidak dapat memperkirakan kandungan kafein sampel mereka,” kata studi tersebut, yang menegaskan “efek plasebo yang kuat terhadap konsumsi kopi.”

Tetapi meskipun banyak dari para peserta menduga ada jumlah kafein yang normal di cangkir mereka, mereka yang minum kopi berkafein merasa kopi mereka kurang manis daripada mereka yang tanpa sadar minum kopi tanpa kafein.

Ketika para peserta diminta untuk mencicipi dan menilai larutan sukrosa lebih dari 15 menit kemudian, peserta berkafein masih melaporkan mencicipi tingkat kemanisan yang lebih rendah.

Seperti yang dilansir Washington Post, Jumat (29/8/2017), yemuan itu berarti bahwa cita rasa yang tumpul terhadap rasa manis “adalah efek yang nyata, dan itu tetap bertahan setelah Anda selesai mengkonsumsinya,” kata Robin Dando, direktur Cornell Sensory Evaluation Facility dan asisten profesor di Departmen Sains Makanan universitas tersebut, yang merupakan anggota tim peneliti.

Karena banyak orang minum lebih dari satu cangkir kopi, “ini mungkin memiliki efek kumulatif pada hari itu.”

Tim peneliti, yang juga termasuk Ezen Choo dan Benjamin Picket dari Cornell, tidak mengukur berapa lama pengaruhnya berlangsung. Mereka menemukan kafein tidak memiliki efek nyata pada persepsi kita tentang rasa pahit, asam, asin atau guruh.

Penelitian Dando sebelumnya telah menemukan bahwa ketika Anda secara kimia menghalangi kemampuan orang untuk mencicipi rasa manis, itu membuat mereka menginginkan lebih banyak gula dan mencari makanan berkalori tinggi.

Berdasarkan penelitian kolektifnya, sekarang kita tahu bahwa kafein dalam kopi, memiliki efek pemblokiran yang sama, membuat orang menginginkan kue kering atau kue lebih banyak daripada yang seharusnya dilakukan. Efeknya jelas, kadar gula dalam darah akan meningkat setelah memakan banyak kue-kue manis tersebut.[My24]


Kata kunci: ,