Kesehatan

Steak yang Dimasak Matang Mungkin Buruk Bagi Tekanan Darah

Kamis, 22 Maret 2018

My24hours.net, Amerika Serikat – Jika Anda membuat atau memesan steak, ada baiknya tidak pilih steak yang dimasak sampai matang.

Penelitian: steak setengah matang lebih baik dari yang matang.
Penelitian: steak setengah matang lebih baik dari yang matang. Foto: Youtube

Menurut sebuah penelitian awal menunjukkan, orang-orang yang menyukai steak yang dimasak matang (well-done) alih-alih setengah matang, memiliki sedikit peningkatan risiko tekanan darah tinggi.

Penelitian terhadap lebih dari 100.000 orang dewasa AS, mendapatkan adanya kemungkinan peningkatan sedikit risiko tekanan darah tinggi di antara orang-orang yang menyukai daging panggang atau bakar, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan metode memasak biasa.

Hal yang sama juga berlaku untuk orang-orang yang menyukai daging yang masak sampai matang. Sebesar 15 persen mereka lebih mungkin terkena tekanan darah tinggi selama 12 hingga 16 tahun, dibandingkan dengan penyuka daging setengah matang.

Kata para peneliti, temuan itu tidak membuktikan adanya hubungan sebab dan akibat.

Tetapi para peneliti menambahkan bukti yang menunjukkan bahwa seseorang seharusnya tidak hanya membatasi jumlah daging dalam makanan mereka, tetapi juga memerhatikan bagaimana mereka memasaknya.

“Hasil kami menyiratkan bahwa baik mengurangi jumlah daging – terutama daging merah – dan menghindari penggunaan metode memasak api terbuka atau suhu tinggi mungkin berpotensi membantu dalam pencegahan tekanan darah tinggi,” kata pemimpin peneliti Gang Liu, dari Sekolah Kesehatan Masyarakat TH Chan Universitas Harvard, seperti yang dilansir UPI, Rabu (1/3/2018).

Ada apa dengan steak panggang?

Penelitian menunjukkan bahwa memasak sampai ke titik “bakar” ada.lah masalah utamanya, kata Linda Van Horn, juru bicara American Heart Association yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Linda menjelaskan, proses tersebut menghasilkan bahan kimia yang biasanya tidak ada di dalam tubuh.

Bahan kimia tersebut termasuk heterocyclic aromatic amines (HAA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).

Menurut Gang Liu, penelitian laboratorium menunjukkan bahan kimia tersebut dapat memicu peradangan di dalam tubuh. Dan peradangan itu yang dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan lainnya.

Sementara itu, penelitian itu telah menemukan bahwa orang yang makan banyak daging yang dimasak matang cenderung menghadapi peningkatan risiko kanker tertentu, serta penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Penelitian baru itu merupakan yang pertama untuk mencari hubungan terhadap tekanan darah tinggi, kata Liu.

Orang yang makan daging yang dibakar atau panggang lebih dari 15 kali sebulan memiliki risiko 17 persen lebih besar terhadap tekanan darah tinggi, dibandingkan yang kurang dari empat kali sebulan. Daging yang dimaksud termasuk daging sapi, unggas dan ikan.

Jadi bagaimana seharusnya orang memasak dagingnya?

Menurut Liu, menumis dan merebus – pada “suhu dan durasi moderat” – tampaknya merupakan pilihan yang lebih sehat.

Kurangi asupan natrium (garam) Anda. Makan banyak buah dan sayuran. Lakukan olahraga teratur. Pertahankan berat badan yang sehat,” kata Linda. ”

“Membatasi daging yang dimasak matang, merupakan salah satu langah dari banyak langkah.” imbuh Linda.[My24]

Sumber: UPI

SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
Kata kunci:
Penulis:
loading...