Sains

Ngeri, Ritual Kurban Anak Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di Peru

Minggu, 29 April 2018

My24hours.net, Peru – Ilmuwan telah menemukan kuburan ritual kurban anak terbesar dalam sejarah di Peru.

Kuburan massal kuno kurban anak di Peru.
Kuburan massal kuno kurban anak di Peru. Foto: National Geographic

Sisa-sisa kerangka lebih dari 140 anak dan 200 bayi masyarakat Llama ditemukan di pantai utara negara itu.

Menurut laporan eksklusif oleh National Geographic, yang dirilis Kamis (26/4/2018) di situs webnya, ini mungkin bukti ritual kurban anak terbesar dalam sejarah. Sisa-sisa tubuh seorang pria dan dua wanita juga ditemukan.

Ritual kurban ini diyakini telah terjadi 550 tahun yang lalu di Kekaisaran Chimú pra-Kolumbia. Terletak di sebuah situs kurban yang sebelumnya dikenal sebagai Huanchaquito-Las Llamas, dekat dengan situs Warisan Dunia UNESCO Chan Chan, di kota modern Trujillo.

22 April 2011, foto yang disediakan oleh National Geographic menunjukkan lebih dari selusin tubuh yang diawetkan di pasir kering selama lebih dari 500 tahun, di situs Huanchaquito-Las Llamas dekat Trujillo, Peru.

Menurut laporan itu, kerangka anak-anak tersebut berusia antara 5 hingga 14 tahun. Sedangkan para bayi masyarakat Llama berusia kurang dari 18 bulan.

“Sisa-sisa kerangka anak-anak dan hewan menunjukkan bukti pemotongan ke tulang dada serta dislokasi tulang rusuk,” kata laporan itu.

Wajah anak-anak itu diolesi dengan pewarna berbahan cinnabar merah, kata laporan itu. Proses tersebut terjadi selama upacara ritual sebelum dada mereka dipotong terbuka, kemungkinan besar untuk menyingkirkan jantung mereka.

“Para kurban Llama tersebut tampaknya telah menemui nasib yang sama,” kata laporan itu.

Menurut National Geographic, anak-anak “dikubur menghadap ke barat, ke arah laut.” Bayi-bayi Llama dikubur menghadap ke timur, menuju puncak Andes yang tinggi.

Berdasarkan bukti dari lapisan lumpur kering, laporan tersebut mempercayai bahwa semua pengorbanan manusia dan hewan terjadi pada saat yang sama. Tiga orang dewasa yang ditemukan memiliki trauma paksa benda tumpul pada kepala dan tidak ada makam. Ilmuwan terkemuka percaya bahwa mereka juga merupakan bagian dari ritual kurban tersebut.

Situs di mana anak-anak dan bayi Llama ditemukan telah digali sejak 2011. Situs tersebut pertama kali menjadi berita utama setelah penemuan 42 anak dan 76 Llama selama penggalian darurat.[My24]

Sumber: CNN

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...