Sains

Kembali ke Alam Semesta, Stephen Hawking Tutup Usia

Rabu, 14 Maret 2018

My24hours.net, Inggris Raya – Fisikawan Inggris ternama Stephen Hawking meninggal dunia pada Rabu, 14 Maret 2018 di usia 76 tahun. Meninggalnya fisikawan jenius namun difabel ini telah dikonfirmasi oleh keluarganya.

Penampilan terakhir Stephen Hawking di seri akhir program acara TV “StarTalk” yang ditayangkan Minggu (4/3/2018) di National Geographic Channel
Penampilan terakhir Stephen Hawking di seri akhir program acara TV “StarTalk” yang ditayangkan Minggu (4/3/2018) di National Geographic Channel. Foto: Youtube

Hawking yang bukunya berjudul “A Brief History of Time” tahun 1988 menjadi buku terlaris di seluruh dunia dan memperkuat status kepopulerannya, mengabdikan hidupnya untuk membuka rahasia alam semesta.

Kejeniusan dan kecerdasannya memiliki banyak penggemar dari dunia astrofisika. Dia meninggal dengan damai di rumahnya di kota universitas Cambridge Inggris pada dini hari Rabu pagi. Ia meninggal tepat di hari peringatan hari kelahiran Albert Einstein.

“Kami sanggat sedih bahwa ayah kami yang tercinta telah meninggal dunia hari ini,” kata anak-anak Profesor Hawking, Lucy, Robert dan Tim dalam pernyataan yang dikutip Press Association Inggris, seperti dilansir AFP, Rabu (14/3/2018).

“Dia adalah seorang ilmuwan yang hebat dan pria luar biasa yang karya dan peninggalannya akan hidup untuk bertahun-tahun ke depan,” dalam pernyataan mereka.

Stephen Hawking telah mematahkan ramalan yang mengatakan ia hanya hidup untuk beberapa tahun setelah mengidap penyakit motor neuron pada tahun 1964 pada usia 22 tahun.

Penyakit tersebut secara bertahap merampas kemampuan bergeraknya. Membuatnya tertahan di kursi roda, hampir lumpuh total dan tidak dapat berbicara kecuali melalui suara elektronik.

“Keberanian dan ketekunannya dengan kecemerlangan dan humornya menginspirasi orang-orang di seluruh dunia,” kata keluarga yang ditinggalkannya.

“Dia pernah berkata, ‘Tidak akan banyak alam semesta jika tidak ada tempat bagi orang yang Anda cintai.’ Kami akan merindukannya selamanya.”

Lahir pada tanggal 8 Januari 1942, Stephen William Hawking menjadi salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia. Dan dia sering dibandingkan dengan Albert Einstein dan Sir Isaac Newton.

Karyanya berfokus pada menyatukan relativitas mengenai sifat alami ruang dan waktu, dan teori kuantum mengenai bagaimana partikel terkecil di alam semesta berperilaku untuk menjelaskan penciptaan Alam Semesta dan bagaimana hal itu bekerja.

Pada tahun 1974, ia menjadi salah satu anggota termuda dari Royal Society, lembaga ilmiah paling bergengsi di Inggris, pada usia 32 tahun.

Pada tahun 1979 ia diangkat sebagai Profesor Matematika Lucasian di Universitas Cambridge. Dia pindah ke sana dari Universitas Oxford untuk belajar astronomi teoritis dan kosmologi. Newton adalah pemegang posisi bergengsi tersebut sebelumnya.

Di dalam tubuhnya yang semakin tidak berguna terdapat pikiran yang sangat tajam. Ia kagum akan sifat Alam Semesta, bagaimana Alam Semesta terbentuk dan bagaimana Alam Semesta berakhir.

Stephen Hawking pernah mengatakan, “Tujuan saya sederhana”. “Yaitu pemahaman menyeluruh tentang alam semesta, mengapa ia seperti itu dan mengapa hal itu semua ada.”

Stephen Hawking pernah muncul di berbagai media populer dari film, komedi situasi hingga dokumenter.

Penampilan terakhirnya, ia mengisi seri akhir dari program acara TV “StarTalk” yang ditayangkan Minggu (4/3/2018) di National Geographic Channel.

Dalam program tersebut ia menjawab apa yang terjadi sebelum Dentuman Besar yang dianggap sebagai awal dari munculnya Alam Semesta.[My24]

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...