Kesehatan

Diet Anti Peradangan – Apa Dampaknya untuk Kesehatan

My24hours.net, Indonesia – Apa itu diet anti peradangan dan apa dampaknya untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan? Simak pembahasan berikut.

Diet Anti Peradangan - Apa Dampaknya untuk Kesehatan

Peradangan adalah bagian penting dari proses penyembuhan. Tubuh kita menggunakan peradangan untuk melawan penyakit dan melindungi kita dari bahaya lebih lanjut. Namun, beberapa kondisi medis dapat menyebabkan respons peradangan yang salah, yang disebut penyakit peradangan kronis.

Hal terbaik yang dapat dilakukan seseorang untuk mengurangi dan mencegah peradangan adalah melakukan diet anti peradangan atau diet inflamasi. Diet anti inflamasi yaitu makan makanan tertentu dan menghindari beberapa jenis makanan.

Cara Kerja Diet Anti Peradangan

Diet anti inflamasi meningkatkan jumlah antioksidan yang dapat mengurangi radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko penyakit tertentu.

Kondisi yang dapat ditingkatkan

Para dokter merekomendasikan untuk melakukan diet anti inflamasi sebagai pengobatan komplementer untuk kondisi kesehatan yang dapat diperburuk oleh peradangan kronis. Beberapa kondisi yang dapat diperbaiki dengan menjalani diet anti inflamasi termasuk rheumatoid arthritis, psoriasis, asma, penyakit Crohn, kolitis, penyakit radang usus, diabetes, obesitas, penyakit jantung, lupus, sindrom metabolik, dan penyakit Hashimoto.

Makanan untuk diet anti inflamasi

Sayuran berdaun gelap, blueberry, blackberry, ceri, anggur merah tua, brokoli, kembang kol, kacang, lentil, teh hijau, anggur merah (secukupnya), alpukat, zaitun, kelapa, minyak zaitun extra virgin, kenari, almond, kacang pinus, pistachio, kunyit, kayu manis, cokelat hitam, dan ikan air dingin termasuk salmon dan sarden.

Makanan yang harus dihindari

Diet anti inflamasi tidak hanya berarti makan lebih banyak makanan tertentu tetapi juga menghindari makanan tertentu.

Daftar makanan itu termasuk daging olahan, minuman manis, makanan yang digoreng, roti putih, pasta putih, minyak sayur, minyak kedelai, gluten. Makanan ringan olahan seperti keripik, alkohol berlebih, dan terlalu banyak karbohidrat harus dihindari juga.

Makanan vegetarian dan peradangan

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengikuti diet vegetarian memiliki kadar AA plasma yang tinggi, yang merupakan penanda kesehatan secara keseluruhan dan dikaitkan dengan tingkat peradangan dan penyakit jantung yang lebih rendah.

Penelitian lain pada 2017 menunjukkan bahwa produk hewani meningkatkan risiko peradangan sistemik. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa mengurangi peradangan adalah salah satu manfaat utama dari memulai diet tersebut.

Kesimpulan

Diet anti inflamasi mengurangi peradangan. Dengan mengikuti diet ini, orang dapat mengurangi respons peradangan tubuh mereka. Mengurangi peradangan dapat membantu orang menghindari beberapa masalah kesehatan potensial yang disebabkan oleh peradangan kronis.

Catatan: Rencana diet anti peradangan bersifat generik, konsultasikan dengan ahli gizi Anda untuk rencana yang lebih terperinci tergantung pada kondisi kesehatan Anda.[MY24]

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA