Kesehatan

Mitos dan Fakta Yang Perlu Anda Ketahui untuk Menjadi Vegetarian

Jumat, 1 Juni 2018

My24hours.net, Amerika Serikat – Rintangan awal untuk menjadi vegetarian atau vegan adalah kurangnya informasi antara mitos dan fakta tentang pola hidup ini.

Menjadi vegetarian ketat hanya makan makanan dari tumbuhan.
Menjadi vegetarian ketat hanya makan makanan dari tumbuhan.

Berikut mitos dan fakta yang perlu Anda ketahui untuk menjadi vegetarian.

MITOS: Menjadi vegetarian tidak memenuhi protein untuk tubuh.

Sementara kita semua cenderung fokus untuk mendapatkan cukup protein, kenyataannya adalah, kebanyakan orang Amerika tidak kekurangan mengonsumsi nutrisi ini. Pola makan vegan yang tepat yang mencakup protein tanaman dari sumber seperti kacang, polong-polongan, makanan kedelai, quinoa, dan biji-bijian, seperti biji labu, pasti dapat memenuhi kebutuhan protein. Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, bahkan atlet yang memiliki kebutuhan protein tertentu, dapat memenuhi kuota mereka dengan memilih berbagai sumber protein nabati.

Satu hal lagi: Tidak perlu (seperti yang mungkin Anda pernah dengar) untuk menggabungkan berbagai protein nabati selama waktu makan (misalnya, dengan makan kacang dan nasi atau selai kacang pada roti gandum utuh). Meskipun sebagian besar protein nabati dianggap sebagai protein “tidak lengkap”, artinya mereka tidak memiliki sembilan asam amino esensial yang dilakukan oleh protein hewani, selama Anda mengonsumsi berbagai sumber protein pada hari tertentu, Anda akan menutupi kebutuhan dasar Anda.

FAKTA: Menjadi vegetarian tidak pernah makan daging, ikan, susu, atau telur.

Vegan yang ketat hanya makan makanan dari tumbuhan. Meskipun Anda mungkin menemukan vegetarian yang mengonsumsi susu dan telur, orang-orang yang mengikuti pola makan vegan tidak mengonsumsi produk sampingan hewan, termasuk madu. Baik itu masalah kesejahteraan hewan, alasan lingkungan, alasan kesehatan, penurunan berat badan, atau kepercayaan kesehatan, vegan yang ketat hanya menempatkan makanan dan produk yang dibuat dari tanaman di piring mereka.

MITOS: Menjadi vegetarian berat badan selalu turun.

Meskipun Anda dapat menurunkan berat badan pada rencana vegan, tapi itu bukan jaminan. Meskipun tinjauan pola makan yang berbeda menemukan bahwa diet vegan dapat menyebabkan penurunan berat badan, Anda tetap harus makan dengan baik. Lagi pula, Oreo dan kentang goreng sama-sama bebas hewani, tetapi mereka tidak akan membantu Anda langsing.

Dikatakan bahwa jika makanan Anda terutama terdiri dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan, Anda akan mendapatkan banyak serat, dan studi selama satu tahun menemukan bahwa perubahan pola makan yang satu ini membantu orang mengurangi sekitar 2 kilogram.

FAKTA: Anda perlu melengkapi makanan vegetarian.

Perhatian terbesar untuk menajdi vegetarian adalah vitamin B12. Vitamin ini sangat penting dalam pembelahan sel dan pemeliharaan sel-sel saraf. Nutrisi ini hanya ditemukan pada produk hewani, bukan makanan nabati. Jadi jika Anda tidak mengonsumsi makanan hewani, seperti ikan salmon, tuna, ayam, dan daging sapi, Anda bisa kekurangan vitamin ini. Jika Anda tidak ingin makan pil vitamin B12 (atau multivitamin untuk triknya), solusinya adalah makan sereal yang diperkaya vitamin. Namun, jangan berasumsi bahwa semua sereal diperkaya. Jadi Anda harus membaca label makanan untuk memastikan Anda tercukupi.

Menjadi vegetarian beresiko kekurangan nutrisi lain, seperti kalsium, zat besi, dan asam lemak omega-3. Jadi adalah ide yang bagus untuk bertemu dengan ahli nutrisi makanan yang dapat menyarankan bagaimana cara memenuhi kebutuhan Anda dengan makanan atau merekomendasikan suplemen vegan yang berkualitas.

MITOS: Daging artifisial lebih sehat dari daging asli.

Tunggu dulu. Banyak daging artifisial (daging terbuat dari tumbuhan) memiliki banyak natrium (sodium), yang dapat meningkatkan tekanan darah. Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan membatasi asupan natrium yang idealnya tidak lebih dari 1500 mg per hari. Beberapa burger vegan di rak toko sayur Anda memiliki 600 mg sodium per burger.

Tidak peduli di gerai makanan apa Anda, saran nutrisi yang berlaku adalah memilih makanan utuh daripada yang diproses secara berlebihan. Berfokuslah pada makanan pokok yang bebas hewani, seperti polong-polongan, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah-buahan serta sayuran dan Anda akan menyiapkan diri untuk makanan vegan yang bergizi.

Satu kata terakhir pada daging artifisial ini: Jangan berpikir bahwa semua daging artifisial adalah vegan. Ada daging artifisial yang menggunakan putih telur sebagai bahan utamanya. Jadi jika Anda vegan yang ketat, Anda perlu membaca labelnya.[My24]

Sumber: NBC News

Kata kunci: ,
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
loading...