Sains

9 Kiat Membangun Ketahanan Emosional

My24hours.net, Indonesia – Saat situasi krisis dan penuh stres, membangun ketahanan emosional khususnya bagi seorang pemimpin menjadi hal yang penting.

9 Kiat Membangun Ketahanan Emosional
Foto: shutterstock

Tidak ada buku petunjuk untuk menjaga kesehatan emosional selama situasi krisis dan penuh stres. Setiap pemimpin menghadapi saat-saat krisis baik besar maupun kecil. Ketika gangguan pada rutinitas harian kita berlanjut, pekerja dan pemimpin mungkin mengalami pergeseran emosi. Perasaan mudah tersinggung dan kesadaran akan pemutusan hubungan.

Emosi akan muncul baik saat bekerja dari jarak jauh saat anak-anak berteriak dari kamar sebelah atau berurusan dengan kehilangan pekerjaan. Semua ini membuat sumber daya batin setiap orang sedang merenggang dan mengalami stres.

Membangun ketahanan emosional membantu para pemimpin memanfaatkan kekuatan batin mereka untuk belajar, bangkit kembali, dan mengembangkan strategi baru.

Anda dapat memupuk ketahanan emosional, tetapi membutuhkan waktu dan komitmen. Dengan mengambil langkah setiap hari untuk membangun otot yang tangguh secara emosional. Anda dapat memulihkan keseimbangan, membuat simpanan dalam “rekening bank” ketahanan Anda. Dengan bemikian Anda dapat menjadi pemimpin yang lebih baik melalui krisis saat ini dan pada masa depan.

9 Kiat Membangun Ketahanan Emosional

1. Menjaga diri sendiri terlebih dulu

Saat berada dalam tekanan dan kelelahan yang berkepanjangan, penilaian, pemikiran strategis dan rasionalitas dapat memburuk. Dan ini membuat keputusan menjadi tidak jelas. Orang bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi. Dan mereka bisa merasa tidak fokus atau terombang-ambing ketika berhadapan dengan banyak siklus pembaruan dan ketidakpastian. Kelelahan bisa berdampak nyata, jadi pemimpin harus menjaga dirinya sendiri dulu. Seperti penerbangan maskapai yang mengingatkan kita, agar bisa peduli dengan sesama, Anda harus lebih dulu menjaga diri sendiri.

2. Kuasai pikiran negatif Anda

Pikiran dan perasaan cemas biasa terjadi selama krisis. Daripada mendorong atau menghindarinya, terimalah perasaan cemas itu. Menghindari emosi negatif hanya membuatnya lebih kuat dan tahan lama. Jika Anda ingin mengambil kekuatan dari pikiran negatif, praktikkan perhatian penuh atau berkesadaran penuh (mindfulness). Perhatikan emosi dan sensasi negatif yang muncul, amati dengan rasa ingin tahu, beri nama tanpa penilaian, lalu lepaskan.

3. Bagikan kisah pengalaman pribadi

Meskipun para pemimpin biasanya harus menahan emosi mereka untuk memimpin organisasi melewati krisis, menekan perasaan dapat memengaruhi efektivitas. Karyawan yang bergumul dengan ketakutan dan ketidakpastian mungkin berspekulasi tentang apakah pemimpin mereka mengalami tantangan yang sama. Salah satu cara untuk menunjukkan empati kepada karyawan adalah dengan membagikan emosi dan kisah pengalaman pribadi Anda yang terdampak.

4. Merawat kesehatan Anda

Lakukan perawatan tubuh secara keseluruhan dalam hal tubuh, pikiran, dan batin. Ini dapat meminimalkan kerentanan Anda terhadap penyakit dan memperkuat ketahanan emosional Anda. Tetaplah pada dasar-dasarnya, seperti tidur dan olahraga. Secara konsisten pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam, dan singkirkan teknologi dari kamar Anda. Selain itu, berhentilah menggulir media sosial setidaknya selama satu jam sebelum Anda tidur untuk meningkatkan kualitas tidur Anda. Olahraga teratur meningkatkan kapasitas ketahanan, dan tertawa terbukti memiliki manfaat psikologis.

5. Kembalikan keseimbangan dengan cepat

Berlatih perhatian penuh atau berkesadaran penuh (mindfulness) secara teratur dapat membantu Anda. Latihan ini membuat Anda menemukan tingkat kritis ketenangan dan kekuatan batin untuk menghadapi tantangan eksternal.

Semakin banyak Anda berlatih, semakin Anda membiarkan diri Anda bertahan pada saat ini, membangun ketahanan emosional Anda. Banyak aplikasi menawarkan latihan pikiran yang sederhana namun kuat yang dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk fokus dan tampil.

6. Sering-seringlah merefleksikan batin

Harvard Business Review merekomendasikan refleksi batin sebagai strategi penting untuk membangun ketahanan emosional. Refleksi batin bisa menjadi pemutus arus menuju frustrasi, kekecewaan, dan ketakutan. Ketika para pemimpin berada dalam krisis, mereka dapat membuat keputusan yang buruk dan bereaksi berlebihan. Dengan melangkah ke momen refleksi batin, jawaban yang lebih jelas dapat muncul dengan lebih baik.

7. Bersikap optimis

Optimisme terkait dengan ketahanan emosi. Mengadopsi pandangan positif saat bergulat dengan pesimis batin Anda dapat memperoleh manfaat nyata. Hal itu termasuk kinerja yang lebih baik di tempat kerja, kesehatan yang lebih baik, dan peningkatan kualitas hidup. Optimisme bukanlah solusi yang mencakup semuanya, tetapi dapat mendorong Anda untuk memimpin dengan empati dan bertanya, “Bagaimana saya dapat membantu orang ini untuk mendapatkan hari yang lebih baik?” Bayangkan kekayaan peluang dan harapan yang bisa Anda bawa ke tempat kerja setiap hari dengan pandangan seperti itu.

8. Bersandar pada sistem pendukung Anda

Memprioritaskan relasi dan berhubungan dengan orang-orang yang berempati dan pengertian mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sendiri. Kontak pribadi itu berharga dan bernilai, tetapi itu mungkin tidak semudah sekarang. Untuk membangun ketahanan psikologis dan memperkuat rasa memiliki, buat komunikasi dan koneksi rutin dengan kelompok sebaya.

9. Lakukan investasi satu per satu

Membangun modal emosional sama pentingnya dengan menumbuhkan rekening bank Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa pembinaan individu dapat menjadi cara yang efektif untuk mengakses metode ketahanan, meningkatkan produktivitas, memperkuat keterlibatan, dan membangun ketahanan emosional.[MY24]

Kata kunci:
Penulis:
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA